51 Tahun Karya Bakti Sritex untuk Indonesia

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 19 Agustus 2017 - 15:23 WIB

Presdir PT Sri Rejeki Isman Tbk. Iwan Setiawan Lukminto (Foto Ist)
Presdir PT Sri Rejeki Isman Tbk. Iwan Setiawan Lukminto (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Sukoharjo-Memasuki usianya yang ke 51 tahun, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) berhasil mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan garmen dan tekstil nasional yang terkemuka dengan diraihnya berbagai penghargaan bergengsi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Pada sambutan memperingati hari ulang tahun PT Sri Rejeki Isman Tbk. yang ke 51 di Sukoharjo hari ini, Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk. Iwan Setiawan Lukminto beberapa penghargaan itu ada yang diperoleh pada tahun ini dan tahun 2016.

“Pada tahun lalu PT Sri Rejeki Isman Tbk. berhasil terdaftar sebagai 40 perusahaan terbaik oleh para Analis Saham, dan juga sebagai saham Top Ten Blue di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan pada tahun ini kami meraih penghargaan Best Emiten by Analyst Section pada program Yuk Nabung Saham yang digagas oleh Bursa Efek Indonesia,” paparnya.

Iwan Setiawan mengatakan penghargaan tersebut tidak terlepas dari kinerja perusahaan yang memiliki aset sebesar US$ 947 juta serta telah membukukan penjualan lebih dari US$ 680 juta di tahun 2016.

Saat ini, kata Iwan Setiawan, berbagai produk SRITEX Group mulai dari Benang, kain Greige, kain jadi, produk Fashion, seragam Korporasi/Instansi Pemerintah, seragam TNI/POLRI serta seragam Militer telah merambah ke lebih dari 100 negara di dunia. Pengembangan produk – produk baru yang bernilai tambah, juga akan terus kami lakukan untuk memberikan produk terbaik yang menjadi kebutuhan para pelanggan perusahaan.

“SRITEX Group terus mengembangkan dan melakukan penelitian yang berteknologi tinggi sehingga menghasilkan produk unggulan yang mempunyai kemampuan seperti anti air, anti noda, anti api, anti-infrared, anti serangga, anti peluru, dan anti radiasi,” jelasnya.

Iwan Setiawan menyatakan jika dibandingkan dengan beberapa kompetitor domestik, PT Sri Rejeki Isman Tbk masih merupakan pemimpin pasar pada kuartal pertama 2017 dengan membukukan total penjualan sebesar US$180,2 juta.

“Kami melihat industri tekstil nasional secara keseluruhan masih akan mengalami peningkatan, terlebih dengan mempertimbangkan adanya kecenderungan peningkatan biaya buruh di China dan beberapa kendala perburuhan di Bangladesh, Indonesia jadi lebih disukai oleh para investor,” jelasnya.

Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, kata Iwan Setiawan, memberikan kontribusi sebesar 9% pada pangsa pasar tekstil global. Sementara di tingkat Asia Tenggara, Indonesia memberikan kontribusi sebesar 30% untuk pangsa pasar tekstil.

Kinerja ekspor tekstil Indonesia, kata Iwan, selama beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 7,9% per tahun.

Strategi Perusahaan di 2017

Iwan Setiawan mengungkapkan pada tahun ini manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk berencana menerapkan beberapa strategi bisnis agar dapat mencapai target penjualan yang mencapai US$734 juta – US$762 juta, dengan target laba bersih sebesar US$65 juta – US$68 juta.

“Beberapa rencana strategis perusahaan pada 2017 antara lain adalah normalisasi untuk kapasitas produk baru, efisiensi operasional dan produksi, inovasi produk bernilai tambah, pengembangan sumber daya manusia, serta memperkuat struktur modal dan likuiditas,” paparnya.

Manajemen PT Sri Rejeki Isman Tbk, kata Iwan Setiawan, akan berupaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Selama 2016, paparnya, beberapa indikator kondisi keuangan perusahaan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jika pada 2016 aset perusahaan mencapai US$947 juta, pada kuartal pertama 2017 lalu aset perusahaan meningkat menjadi US$1,105 miliar. Sementara itu, total ekuitas perusahaan naik dari US$276 juta pada 2016 menjadi US$349 juta pada kuartal pertama  2017.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kemenpar Tetapkan 100 Event Berskala Internasional (Foto Dije)

Selasa, 26 September 2017 - 14:12 WIB

Kemenpar-Kemenkes Kembangkan Wisata Kesehatan

Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan sepakat untuk mengembangkan Pariwisata Kesehatan Internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)…

PT Bayu Buana Tbk

Selasa, 26 September 2017 - 14:11 WIB

Bayu Buana Targetkan Penjualan Tiket Rp 70 Miliar Hingga Akhir Tahun

PT Bayu Buana Travel Tbk menargetkan total pendapatan Rp 70 miliar dari penjualan tiket dan paket pariwisata hingga akhir 2017.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Selasa, 26 September 2017 - 14:07 WIB

Indonesia Siap Pasok Delapan Juta Ton Minyak Sawit ke Eropa

Indonesia siap memasok minyak sawit lestari hingga 8 juta ton ke pasar Eropa untuk memenuhi permintaan di kawasan tersebut yang diperkirakan mencapai 6 juta ton pada 2020.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

Selasa, 26 September 2017 - 14:05 WIB

Menperin Airlangga: Harga Gas Blok Masela Masih Belum Cocok

Pemerintah akan memberikan insentif untuk industri yang akan menggunakan dan membeli gas di Blok Masela. Meski akan diberikan insentif tetap saja belum ada industri yang menyatakan tertarik…

Ilustrasi Apartemen (Ilustrasi)

Selasa, 26 September 2017 - 14:01 WIB

Kebijakan Infrastrutur Pemerintah di Jalur Tepat

CEO dan komisaris perusahaan pengembang Crown Group, Iwan Sunito menyatakan kebijakan di sektor infrastruktur yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah berada di jalur yang tepat.