Mencintai Indonesia

Oleh : Ujang Komarudin | Kamis, 17 Agustus 2017 - 09:36 WIB

Ujang Komarudin
Ujang Komarudin

INDUSTRY.co.id - Tak terasa Indonesia yang kita cintai ini berulang tahun yang ke-72. Milad kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dibayang-bayangi dengan penurunan daya beli masyarakat, perang urat syaraf para elit politik, dan gaduh reshuffle kabinet kerja jilid III.

Kemerdekaan sejatinya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Banyak yang bertanya apa artinya merdeka, jika masyarakat masih miskin dan menderita. Apa artinya merdeka, jika mencari kerja saja susah. Apa artinya merdeka, jika mau melamar kerja saja harus menyuap. Dan apa artinya merdeka, jika semua barang-barang kebutuhan hidup impor dari negara sebrang. Dan apa artinya merdeka, jika korupsi masih merajalela.

Walaupun kemerdekaan Indonesia dibayangi banyak permasalahan. Namun kemerdekaan Indonesia harus disyukuri, karena merupakan rahmat dan berkah dari Allah Swt untuk bangsa Indonesia. Kemerdekaan yang diraih dengan cucuran keringat, darah, dan air mata para pendahulu kita harus dijadikan momentum untuk kebangkitan Indonesia. Indonesia yang merdeka, damai, adil, makmur, dan sejahtera. Indonesia yang dicintai rakyatnya. Indonesia yang selalu tersenyum dalam menatap masa depan. Dan Indonesia yang berbudaya dan berperadaban.

Indonesia adalah kita. Dan kita adalah Indonesia. Perjuangan kita untuk mempertahankan kemerdekaan belumlah selesai. Sebagaimana diungkapkan oleh Bung Karno dalam pidatonya di depan Kongres Amerika Serikat, Washington DC, pada 17 Mei 1956 yang mengatakan "Perjuangan kami masih belum selesai". Artinya tidak ada kata titik dalam perjuangan dan setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan.

Setiap tanggal 17 Agustus kita juga kerap mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Sebuah ucapan yang syarat makna dan harus dimaknai dan diartikan dengan positif dan optimisme yang tinggi, agar masyarakat Indonesia bisa merdeka lahir dan batin.

Jika kita sepakat dan dengan lantang mengatakan Dirgahayu Republik Indonesia. Jangan ada lagi keluh-kesah didada, sumpah-serapah atas kenaikan kebutuhan bahan pokok, kenaikan tarif dasar listrik, jangan ada lagi perdebatan soal hutang negara. Karena kita sudah merdeka dan karena kita juga sudah mengatakan Dirgahayu Kemerdekaan RI. Artinya kta harus sudah merdeka dari berbagai hal yang menghimpit kehidupan. Jika kita masih mengeluh, berarti kita belum merdeka sepenuhnya.

Setiap bulan Agustus pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Dan tepat pada hari ini, 17 Agustus 2017, Indonesia menginjak usia ke 72. Usia yang harusnya sudah matang dan mantap dalam memahami keinginan warganya. Apakah benar kita sudah benar-benar merdeka. Merdeka dari segala jenis penjajahan, baik fisik, mental dan spiritual. Merdeka dari ketertindasan, keterpinggiran, keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan, kemunafikan, dan kebobrokan moral.

Dan sekali merdeka kita tetap merdeka. Bung Karno pernah berpidato di depan Sidang BPUPKI, pada tanggal 1 Juni 1945 yang mengatakan “Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad merdeka—merdeka atau mati!”. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Merdeka dengan segala kebebasannya. Dan merdeka tanpa syarat.

Dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia 1945 bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Penjajahan dalam bentuk apapun harus dihapuskan termasuk penjajahan dalam bentuk ekonomi dan penguasaan aset tanah oleh segelintir orang. Stop impor, karena impor merupakan bagian dari penjajahan untuk mematikan usaha-usaha dalam negeri. Dan juga mematikan kreatifitas dan inovasi anak negeri. Oleh karena itu, apapun bentuknya penjajahan harus dilawan dan dihapuskan.

Kita harus kembali kejati diri bangsa kita yang mandiri. Mandiri dalam mengelola sumber daya alam dan memanfaatkannya untuk kepentingan segenap rakyat Indonesia. Indonesia harus dijaga dan dicintai. Kecintaan kita kepada Indonesia harus tak berbatas tak berbalas. Namun sebaliknya, negara juga harus mencintai rakyatnya.

Untuk bisa mencintai Indonesia memang tidak mudah, namun juga tidak sulit. Indonesia tempat kita berkarya dan tempat kita lahir, tumbuh dewasa, tua, dan meninggal dunia adalah Indonesia yang menghargai dan mencintai warganya. Indonesia yang indah ini harus tetap tersenyum betapapun terluka. Indonesia akan tetap ada jika kita mampu menjaganya.

Sir Winston Churchill pernah berpidato di Majelis Rendah, London, pada tanggal 18 Juni 1940 yang sangat inspiratif, dia mengatakan “Saya tidak bisa memberikan apa-apa kecuali darah, perjuangan, air mata, dan keringat”. Sudah seberapa besar pengorbanan kita untuk Indonesia. Dan apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia. Indonesia sedang membutuhkan anak bangsa yang cinta akan tanah airnya dan berjuang tanpa lelah untuk negaranya.

Kita hidup di era Indonesia modern yang penuh tantangan. Hidup di dunia yang sudah terbalik. Yang benar kadang jadi salah dan yang salah jadi benar. Yang kalah jadi menang dan yang menang jadi kalah. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Vaclav Havel, Mantan Presiden Ceko, “Kita hidup dalam lingkungan moral yang sudah tercemar”. Walaupun begitu, kita harus menatap masa depan Indonesia dengan optimis dan senyuman. Masa depan Indonesia yang gemilang. Masa depan Indonesia yang tanpa penjajahan. Dan masa depan Indonesia ada di tangan kita.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-72!

Penulis: Ujang Komarudin

(Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi (Foto : Biro Pers Setpres)

Senin, 20 November 2017 - 16:00 WIB

Presiden Jokowi: Berikan Politik Beretika Kepada Generasi Muda

Presiden Joko Widodo berharap kepada para senior PPAD (Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat), FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri) dan Yayasan Suluh Nuswantara…

Menteri perindustrian Airlangga Hartarto saat pembukaan NU Expo di Surabaya

Senin, 20 November 2017 - 15:47 WIB

Kemenperin Akan Kembangkan Kawasan Industri Halal

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengembangkan kawasan industri halal di dalam negeri. Hal ini seiring besarnya permintaan produk halal di masyarakat.

Mastercard luncurkan priceless causes

Senin, 20 November 2017 - 15:34 WIB

Berdayakan Pemegang Kartu Untuk Saling Berbagi, Mastercard Luncurkan Priceless Causes

Mastercard meluncurkan Priceless Causes di Indonesia guna memberdayakan para pemegang kartu kredit Mastercard untuk saling berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Ketua DPR RI Setya Novanto (Foto Ist)

Senin, 20 November 2017 - 15:30 WIB

Kasus Setya Novanto Tamparan Bagi Golkar di Mata Rakyat

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi menilai, sikap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang melakukan tindakan melawan hukum merupakan tamparan bagi partai…

Kampung Berkelir RW 01, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang (Foto:metaonline.id)

Senin, 20 November 2017 - 15:30 WIB

Kampung Berkelir, Kampung Wisata di Tangerang yang Ngehits

Saat ini, begitu banyak kampung yang disulap menjadi kampung wisata salah satunya adalah Kampung Berkelir RW 01, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang. Kampung Bekelir sebagai Kampung Wisata tidak…