Pengembangan Komoditas Rumput Laut Memerlukan Harmonisasi

Oleh : Ridwan | Rabu, 21 Desember 2016 - 13:59 WIB

Ilustrasi Rumput Laut ( Robert Nickelsberg / Getty Images)
Ilustrasi Rumput Laut ( Robert Nickelsberg / Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemahaman semua pihak terhadap pengembangan komoditas rumput laut belum menyatu, pasalnya persepsi para pemangku kepentingan hingga pemerintah pun menilai dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Sehingga, hal ini berpengaruh terhadap kebijakan perindustrian dan perdagangannya serta memicu tarik-menarik kepentingan baik di hulu maupun di hilir.

“Pengembangan komoditas rumput laut memerlukan harmonisasi. Komoditas ini harus dipahami sebagai komoditas hayati yang dihasilkan melalui hak ulayat, berbeda dengan komoditas lainnya yang dihasilkan secara korporasi,” kata Pakar Rumput Laut Universitas Diponogoro, Widodo  F. Ma’ruf di sela-sela Diskusi Kadin Bidang Perdagangan.

Menurutnya, rumput laut merupakan komoditas strategis bagi kehidupan masyarakat kepulauan atau pesisir sehingga kebijakan yang dikeluarkan harus dengan pendekatan kepentingan para petani agar keberlangsungan komoditas ini bisa terjaga.

“Isu Delisting (penghapusan rumput laut dalam daftar pangan organik), pengenaan pajak keluar bahan baku hingga pelarangan ekspor bahan baku merupakann kebijakan teknis yang bisa menghambat penyerapan rumput laut nasional oleh pasar di tengah produksinya yang melimpah,” kata Widodo.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis mengatakan, kebijakan teknis yang tidak tepat bisa menjadi ancaman terhadap rumput laut Indonesia jika budidaya dan perdagangannya tidak dicermati secara seksama.

Terkait Delisting, kata Safari, jika karagenan dari rumput laut dicoret dari daftar pangan organik maka akan berdampak pada ekspor rumput laut Indonesia. Karena hingga saat ini, Indonesia menjadi negara pengekspor rumput laut kering ke beberapa negara seperti China, Filipina dan Chile.

Berdasarkan data dari ARLI disebutkan bahwa Indonesia mengekspor rumput laut kering 50% dari kebutuhan dunia dan 80% diantaranya ke China yang kemudian mengekspornya ke Amerika Serikat dan Uni Eropa. Artinya, bila delisting tersebut diberlakukan maka secara tidak langsung ekspor rumput laut Indonesia akan mengalami kesulitan. Pihaknya berharap agar pemerintah bisa mencermati permasalahan ini dan menemukan jalan keluar.

Safari juga mengatakan, "pengenaan pajak keluar dan pelarangan ekspor bahan baku dapat merugikan para petani rumput laut".

Menurutnya kebijakan teknis yang tidak mendukung pengembangan rumput laut berlawanan dengan keinginan pemerintah yang sedang giat menggenjot produksi rumput laut. Tahun depan target produksi rumput laut diharapkan mencapai 13 juta ton atau naik dari produksi tahun ini yang mencapai 12 juta ton.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 20:31 WIB

Masuk Tahun Kelima Jokowi-JK, Moeldoko Ajak Kembangkan Politik Cinta Kasih

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, seandainya saja bangsa kita dikelola dengan cinta kasih, maka politik kita pun akan menjadi politik yang sejuk, jauh dari rasa kebencian dan memusuhi.…

FOUNDA Startup Baru Ajak Milennials Berbisnis (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 18:00 WIB

FOUNDA Startup Baru Ajak Milennials Berbisnis

Dalam rangka meningkatkan kesadaran berwirausaha pada kalangan milennials, FOUNDA sebagai perusahaan rintisan atau startup hadir dengan tujuan untuk menciptakan founder muda (Founda) dengan…

Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih saat berfoto bersama 27 pelaku usaha kreatif dalam program Creative Business Incubator (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Ciptakan Pengusaha Muda di Sektor Ekonomi Kreatif, Kemenperin Gelar Creative Business Incubator

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian melalui Bali Creative Industry Center (BCIC) menggelar program "Creative Business Incubator (CBI)".

Andrew Keily Juarai Ajang Herbalife Bali International Triathlon 2018 (Foto Rizki Meirino)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Andrew Keily Juarai Ajang Herbalife Bali International Triathlon 2018

Herbalife Bali International Triathlon 2018 telah selesai digelar di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, Minggu (21/10/2018). Dalam kategori Olympic Distance Course Pria, Triatlit asal Amerika Serikat,…

HM Sampoerna Tbk Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 16:30 WIB

HM Sampoerna Tbk Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) memiliki komitmen yang besar untuk mendukung upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.…