Luhut: Hilangkan Perbedaan Garam Industri-Konsumsi

Oleh : Ridwan | Selasa, 15 Agustus 2017 - 10:42 WIB

Ilustrasi Tambak Garam
Ilustrasi Tambak Garam

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah berencana untuk menghilangkan perbedaan garam konsumsi dan garam industri sehingga produksi garam nasional dapat dimanfaatkan untuk keduanya.

"Kami juga akan meniadakan garam industri dengan garam konsumsi. Jadi tidak dibedakan lagi ke depan ini," katanya di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (14/8/2017)

Luhut mengatakan hal tersebut sejalan dengan rencana pengembangan dan peningkatan produktivitas garam. Ia menyebut Indonesia memiliki 22.000 lahan yang dapat dimanfaatkan untuk produksi garam nasional.

Sayangnya, meski sebagian telah berproduksinya, kualitas garam yang dihasilkan tidak maksimal karena penggunaan teknologi yang kurang baik.

Saat ini sistem produksi garam di Indonesia menggunakan sistem evaporasi, yakni air laut dialirkan ke dalam tambak kemudian air yang ada dibiarkan menguap, setelah beberapa lama kemudian akan tersisa garam yang mengendap di dasar tambak tersebut.

Sistem yang sangat mengandalkan faktor cuaca tersebut, membuat produktivitas garam tidak menentu sehingga kerap terjadi kelangkaan saat musim hujan.

"Kami sudah menginvetarisasi, kita punya lahan 22.000 hektare yang bisa ditanami buat garam. Garam itu sudah sebagian dibuat, tapi tidak pakai teknologi yang bagus sehingga kualitasnya mungkin hanya 80 persen, seharusnya 94-97 persen," katanya.

Dengan tidak dibedakan, nantinya pihak swasta akan diundang untuk bisa ikut memproduksi garam.

"Swasta juga. Kita ini kalau dapat air (laut) yang bagus dengan cara yang bagus, kita juga bisa bikin 97 persen itu. Enggak ada masalah," katanya.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan produksi garam konsumsi dan garam industi sebenarnya sama saja karena bahan bakunya masih sama, yakni garam.

Perbedaan mendasar garam konsumsi dan garam industri adalah kandungan natrium klorida atau NaCl. Garam industri harus memiliki kandungan NaCl 97,4 persen ke atas atau kandungan air sangat rendah, sementara garam konsumsi memiliki kadar NaCl di bawah 97 persen.

"Sebetulnya garam industri dan konsumsi sama saja. Bahan bakunya kan garam kualitas sebaik mungkin. Kalau kita bikin garam 97 persen kenapa enggak? Di NTT memungkinkan ditambah teknologi standar seperti di Australia, bisa," katanya seperti dilansir Antara.

Pihak swasta pun sangat potensial untuk masuk dalam bidang tersebut. Garam bahan baku dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri, mulai dari industri kertas, makanan, minuman, tekstil, akan ternak, serta penyamakan kulit.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

LOreal Professionnel Persiapkan 55 Backstage Hairstylist Menuju JFW 2019

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:30 WIB

LOreal Professionnel Persiapkan 55 Backstage Hairstylist Menuju JFW 2019

LOral Professionnel kembali majukan talenta hairdresser lokal terbaik untuk berkontribusi dalam perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 pada 20-26 Oktober 2018 mendatang.

Penggagas Program LUAS IndoRunners Holil Soekawan saat menyerahkan secara simbolis total Kilometer pelari kepada Ketua Pelaksana Harian Artha Graha Peduli Heka Hertanto (Foto: Herlambang/Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 14:25 WIB

AGP Ganti Setiap Kilometer Pelari IndoRunner Dalam Bentuk Bantuan untuk Korban Gempa Palu

Bentuk kepedulian bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti yang dilakukan Artha Graha Peduli (AGP) yang bekerjasama dengan program LUAS (Lari Untuk Amal Sosial) IndoRunners.…

TAUZIA Hotels (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Oktober 2018 - 13:40 WIB

TAUZIA Move Awards 2018, Penghargaan Diberikan Rayakan Para Karyawan - Kreativitas

Even perdana TAUZIA Move Awards - kompetisi tarian para karyawan dari jaringan hotel TAUZIA, baru saja digelar di Jumat 12 Oktober 2018 di hadapan seluruh General Managers, Hotel Managers maupun…

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga

Minggu, 21 Oktober 2018 - 11:35 WIB

Puspayoga Ajak Masyarakat Gunakan Alat Musik Lokal Kualitas Ekspor

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengajak masyarakat dan para pecinta musik untuk berbelanja alat musik buatan para produsen lokal di Ajang Smesco Music Expo 2018 yang digelar di Gedung Smesco…

Ilustrasi Foto Wecash, Fintech Asal China

Minggu, 21 Oktober 2018 - 11:00 WIB

Dari 150 Ribu Fintech Lending, 20 Persen Berasal dari Asing

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut dari 150 ribu finansial teknologi khususnya peer to peer lending sekitar 20 persennya berasal dari luar negeri.