BNI Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan ke Lima Puluh Ribu Pekerja Rentan

Oleh : Wiyanto | Senin, 14 Agustus 2017 - 19:03 WIB

PT. Bank Negara Indonesia (BNI)
PT. Bank Negara Indonesia (BNI)

INDUSTRY.co.id -Jakarta-Tidak kurang dari 50 ribu pekerja rentan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai salah satu Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai oleh Bank BNI. Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan Bank BNI dalam program pengentasan kemiskinan yang digagas pemerintah Republik Indonesia melalui kerjasama dengan kementerian atau lembaga.

Program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini diberikan melalui program GN Lingkaran (Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan) BPJS Ketenagakerjaan. Skema bantuan sosial ini merupakan yang pertama kali dilakukan Bank BNI dengan menyalurkannya dalam bentuk perlindungan 2 program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) kepada 50 ribu pekerja yang masuk dalam kategori pekerja rentan, yaitu pekerja yang sehari-harinya hanya mengandalkan penghasilannya sehari untuk biaya hidup hari itu saja.

Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan ini diperuntukkan bagi penerima bantuan sosial produktif, agen e-warong KUBE, agen 46, petani dan sektor pekerja lainnya dengan masa perlindungan selama 6 bulan ke depan. Perlindungan ini diharapkan akan terus dilanjutkan secara mandiri oleh para pekerja rentan yang menerima bantuan sosial ini setelah masa perlindungan selama 6 bulan berakhir.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, berharap dalam 6 bulan ke depan, para pekerja rentan ini dapat meningkatkan taraf perekonomian mereka dengan mengurangi kekhawatiran akan timbulnya kemungkinan terkena risiko sosial ekonomi karena tertimpa musibah, seperti kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia.

Penyerahan bantuan sosial yang dilaksanakan di Cawang, Jakarta (14/7) dihadiri pula oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa. Direktur Utama Bank BNI, Achmad Baiquni, didampingi oleh Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan Bank BNI, Adi Sulistyowati. Dalam kegiatan ini diserahkan bantuan sosial secara simbolis kepada perwakilan dari penerima bantuan sosial dari masing-masing sektor donati (penerima bantuan GN Lingkaran).

"Program ini bertujuan untuk membantu memberikan perlindungan kepada pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan", jelas Achmad Baiquni di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Agus Susanto mengatakan dirinya mengapresiasi langkah Bank BNI dalam menyalurkan dana CSR perusahaan dalam bentuk perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan.

"Semakin banyak perusahaan yang menyalurkan dana CSR mereka dalam bentuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, maka perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud", ungkap Agus. Dia menambahkan, program GN Lingkaran yang digagasnya ini menjadi salah satu upaya untuk mencapai kesempurnaan perlindungan pekerja Indonesia.

Kegiatan penyerahan bantuan GN Lingkaran ini juga dilakukan bersamaan dengan Penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai yang dihadiri oleh sekitar 250 Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM).

"Langkah-langkah yang diambil Bank BNI ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mengangkat perekonomian rakyat melalui program-program inklusi keuangan", jelas Achmad Baiquni.

Agus Susanto berharap, perusahaan lain, khususnya industri keuangan di Indonesia hendaknya dapat menduplikasi skema CSR yang sudah dilakukan beberapa perusahaan dan perbankan, seperti yang dilakukan Bank BNI hari ini. Semoga perlindungan bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud dan seluruh pekerja mendapatkan hak mereka atas perlindungan Jaminan sosial, khususnya ketenagakerjaan", pungkas Agus.

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirjen Pajak Robert Pakpahan

Sabtu, 22 September 2018 - 08:20 WIB

Penerimaan Pajak Rp799,46 Triliun Hingga Agustus 2018

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak periode Januari sampai Agustus 2018 sebesar Rp799,46 triliun, atau tumbuh sebesar 16,52 persen (year-on-year/yoy) Direktur Jenderal Pajak…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 22 September 2018 - 08:00 WIB

Utang Pemerintah Capai Rp4.363,19 Triliun

Kementerian Keuangan mencatat, posisi total utang pemerintah pusat hingga akhir Agustus 2018 berjumlah Rp4.363,19 triliun.

Hotel Dafam Teraskita, Jakarta. (Foto: IST)

Sabtu, 22 September 2018 - 07:30 WIB

Hotel Dafam Teraskita Tawarkan Kenyamanan Meeting & Stay Weekend

Hotel Dafam Teraskita Jakarta, hotel bisnis yang berlokasi di jantung kota Jakarta Timur menawarkan kenyamanan untuk berbagai pertemuan (meeting), gathering serta acara lainnya yang membutuhkan…

Transaksi melalui gesek EDC Bank BTN

Sabtu, 22 September 2018 - 07:00 WIB

Bank BTN KCP Pluit Diresmikan Jadi Kantor Cabang Penuh

Seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Provinsi DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara yang akan mendorong kebutuhan pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau Bank BTN meningkatkan…

Jaksa Agung, HM Prasetyo

Sabtu, 22 September 2018 - 06:21 WIB

Kejagung Apresiasi OTT Dana Gempa Lombok

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memberikan apresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan operasi tangkap tangan dana gempa Lombok dari anggota DPRD Kota Mataram…