Wow! Ranieri Sukses Antar Leicester City Juarai Liga Inggris

Oleh : Irvan | Selasa, 03 Mei 2016 - 01:07 WIB

Wow! Ranieri Sukses Antar Leicester City Juarai Liga Inggris
Wow! Ranieri Sukses Antar Leicester City Juarai Liga Inggris

INDUSTRY.co.id - Impian Leicester untuk memenangi gelar Liga Inggris menjadi kenyataan pada Senin (2/5/2016) atau Selasa WIB. Gelar juara Leicester dipastikan ketika satu-satunya pesaing mereka, Tottenham Hotspur, bermain imbang 2-2 di markas Chelsea.

Hasil itu membuat “The Foxes” mendapat trofi dalam salah satu pencapaian olahraga terhebat di masa modern. Hasil ini memicu perayaan besar di kota Inggris tersebut serta di tempat jauh seperti Thailand dan Jepang, sementara para pemain Leicester menyaksikan pertandingan itu dengan rasa gugup bersama para penggemardi bar-bar lokal yang berjarak 160 kilometer dari tempat pertandingan berlangsung.

Gol-gol dari pemain Tottenham Harry Kane dan Son Heung Min terlihat seperti akan membuat persaingan perebutan gelar ini masih akan diteruskan pada pekan depan, terhadap apa yang menjadi musim yang tidak dapat dilupakan ini.

Bagaimanapun, Gary Cahill memperkecil ketertinggalan Chelsea pada menit ke-60, dan pemain pengganti Eden Hazard menyamakan kedudukan pada menit ke-83 untuk mengakhiri harapan tipis Spurs, serta memicu kegembiraan kubu Leicester dan mantan manajer Chelsea, Claudio Ranieri.

Ketika pertandingan di Stamford Bridge usai, tayangan-tayangan televisi memperlihatkan para pemain Leicester melakukan perayaan di ruang tamu pencetak gol terbanyak Jamie Vardy.

Di tempat lain di Leicester, pesta terbesar yang pernah ada pun dimulai, sedangkan di Thailand, markas pemilik klub King Power, pasukan penggemar Leicester juga berpesta pora.

Dengan dua pertandingan tersisa, Leicester memimpin tujuh angka atas tim peringkat kedua Tottenham, dan pertandingan Sabtu menjamu Everton akan menghadirkan perayaan lap of honour.

“Pertama-tama, selamat kepada Leicester City dan kepada Claudio Ranieri. Musim yang fantastis,” kata manajer Spurs Mauricio Pochettino. “Saya sangat kecewa namun sekarang kami harus berjuang untuk peringkat kedua.” “Musim menakjubkan yang masif untuk Leicester, Claudio, para pemain, dan para penggemar. Mereka layak untuk hal ini.” Kesuksesan tim pinggiran Leicester, yang hanya dijagokan satu orang dari 5.000 petaruh pada awal musim, menjadi juara Inggris untuk pertama kalinya dan menjadi tim pertama yang memenangi gelar Inggris perdananya sejak Nottingham Forest pada 1977/1978, jauh mengunguli kekuatan-kekuatan tradisional yang langganan juara seperti Manchester City dan United, Chelsea, serta Arsenal.

Anehnya pertandingan terbesar dalam sejarah Leicester merupakan salah satu pertandingan yang tidak melibatkan mereka pada fase akhir kompetisi dalam persaingan perebutan gelar, di mana pertandingan itu dimainkan di London barat antara juara tahun lalu melawan tim Tottenham yang menolak untuk menyerah.

Namun tim Ranieri telah memberikan kerusakan terhadap lawan-lawannya, mendulang hasil-hasil bagus untuk memuncak klasemen sejak 23 Januari, sedangkan rivalnya kerap tergelincir.

Hal yang menakjubkan, Leicester menghabiskan separuh musim lalu dengan menghuni dasar klasemen liga, sebelum di fase akhir mampu bangkit untuk menghindari ancaman degradasi.

Mereka memulai musim dengan difavoritkan akan terdegradasi, namun pada Natal mereka mulai menjadi kandidat serius untuk juara, ketika Chelsea dan Manchester City terseok-seok.

Tottenham masih mengikuti persaingan untuk meraih gelar perdana sejak 1961, namun hasil imbang 1-1 yang didapat Leicester di markas Manchester United pada Minggu membuat pasukan Ranieri telah meletakkan satu tangan ke trofi.

Gol larut Hazard ke gawang rival Londonnya di Stamford Bridge mengunci nasib mereka.

Mantan penyerang Inggris Alan Shearer, yang memenangi gelar pada 1995 bersama Blackburn Rovers, berkata, “Bagi tim seperti Leicester yang menyingkirkan para raksasa dengan kekayaan dan pengalaman mereka, menurut saya ini merupakan hal terbesar yang terjadi di sepak bola.”(Reuters/Irvan)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana diskusi yang bertajuk “Kasus Privatisasi JICT Jilid II (2015-2039), Kemana Pemerintah dan KPK” yang digelar Serikat Pekerja (SP) JICT di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Kamis (21/03/2019) petang.

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:49 WIB

Pakar Hukum UGM: Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan Hutchison Ports Tetap Sah

Oce Madril, pakar Tindak Pidana Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM), menilai perjanjian perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison…

Tommy Soeharto Ketum Partai Berkarya (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:00 WIB

Tommy Soeharto: Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan partainya berkomitmen memberi solusi dan bukti, bukan janji, untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Jumat, 22 Maret 2019 - 19:05 WIB

Kemenperin Dorong IKM Logam Perluas Kemitraan Dengan Perusahaan Otomotif

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menegah dan Aneka (IKMA) meenggelar acara Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif Nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi sentra IKM logam Ngingas, Sidoarjo, Jawa Timur

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:18 WIB

IKM Siap Berkontribusi dalam Rantai Pasok Industri Otomotif Nasional

Industri Kecil Menengah (IKM) siap berkontribusi dalam rantai pasok industri otomotif nasional yang diwujudkan melalui keberhasilan Koperasi Batur Jaya (KBJ) yang sejak awal Januari 2019 berhasil…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:00 WIB

Tingkat Layanan Jalan Tol, Menteri Rini Ikut Simulasi RFID Jasa Marga

PT Jasa Marga Tbk menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi para…