Fasilitas KITE Dukung Pengusaha Mamin Tingkatkan Produksinya

Oleh : Herry Barus | Minggu, 13 Agustus 2017 - 14:47 WIB

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama Dirjen Industri Agro Kemenperin, Panggah Susanto

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Industri makanan dan minuman nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,19 persen pada triwulan II tahun 2017. Capaian tersebut, turut beperan dalam kontribusi manufaktur andalan ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas yang mencapai 34,17 persen, atau tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 258,7 juta orang, merupakan pasar yang sangat menjanjikan. Apabila para pelaku industri makanan dan minuman memanfaatkan potensi tersebut, maka akan tumbuh lebih baik lagi. Selain itu, juga perlu membidik peluang pangsa ekspor, kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Menurut penjelasan Panggah, seperti dikutip dari situs resmi Kemenperin, industri makanan dan minuman nasional telah memiliki daya saing yang unggul di kancah internasional. Hal ini terlihat dari sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman, termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-Juni 2017 mencapai US$ 15,4 miliar. Kinerja ini mengalami neraca perdagangan yang positif, bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar US$ 4,8 miliar.

Setelah melawati masa puasa dan Lebaran, industri makanan dan minuman diharapkan dapat tumbuh lebih tinggi lagi. Salah satu langkahnya dengan mendorong pelaku usaha ini untuk menggunakan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), tuturnya.

Panggah juga mengungkapkan, beberapa perusahaan makanan dan minuman baik yang skala besar maupun sedang telah berminat untuk mengembangkan bisnisnya dengan menanamkan investasi baru. Jika dilihat dari realisasi investasi industri makanan pada semester I tahun 2017, mencapai Rp 21,6 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar US$ 1,2 miliar. Capaian tersebut meningkat, dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016 untuk PMDN mencapai Rp16,6 triliun dan PMA sebesar US$ 988 juta.

Selain berperan aktif dalam upaya penciptaan iklim investasi yang kondusif, Kemenperin juga terus memfasilitasi promosi produk industri makanan dan minuman nasional baik di dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan pertumbuhan industri strategis ini, papar Panggah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua MUI Kiai Ma'ruf Amin bersama Ulama menggelar konfrensi Pers aksi bela palestina 1712 (foto hidayatulah)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:58 WIB

Ma'ruf Amin Pastikan Aksi Bela Palestina Tidak Ada Unsur Politis

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menegaskan tidak ada unsur politik praktis dalam aksi bela Palestina yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Minggu (17/12).…

Presiden Jokowi berfoto bersama peserta Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di pelataran Candi Prambanan, Sabtu (16/12). (Foto: BPMI)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:37 WIB

Enam Usulan Indonesia Terkait Penyelesaian Masalah Palestina

Presiden juga sudah menyampaikan enam usulan Indonesia dalam KTT luar biasa OKI.

Presiden Jokowi berfoto bersama peserta Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di pelataran Candi Prambanan, Sabtu (16/12). (Foto: BPMI)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:30 WIB

Presiden Jokowi Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Tertib

Presiden Joko Widodo meyakini Aksi Bela Palestina yang akan berlangsung pada 17 Desember 2017 atau disebut aksi 1712 berlangsung dengan tertib.

Menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:15 WIB

Menpora Harapkan Pemuda Harus Siap Tanggulangi Bencana

Menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi meminta pemuda Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) dan Barisan Serbaguna NU (Banser) siap dalam penanggulangan bencana alam.

Presiden Jokowi menghadiri Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di pelataran Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Sabtu, (16/12). (Foto: BPMI)

Minggu, 17 Desember 2017 - 04:10 WIB

Presiden Jokowi Tetap Monitor Penanganan Gempa Sejumlah Daerah

Presiden Joko Widodo terus memantau penanganan gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta pada Jumat (15/12/2017)…