Piala Asia Lintas Alam Paralayang, Cuaca Buruk Pilot Tak Maksimal

Oleh : Herry Barus | Minggu, 13 Agustus 2017 - 01:02 WIB

Di tengah cuaca mendung, seorang peserta Piala Asia II Lintas Alam Paralayang 2017, sedang lepas landas di Gunung Mas Ronde I, Sabtu (12/8). (Foto:TAGOR SIAGIAN/HUMAS FASI)
Di tengah cuaca mendung, seorang peserta Piala Asia II Lintas Alam Paralayang 2017, sedang lepas landas di Gunung Mas Ronde I, Sabtu (12/8). (Foto:TAGOR SIAGIAN/HUMAS FASI)

INDUSTRY.co.id - Cisarua- Cuaca yang tak bersahabat untuk olahraga dirgantara, menyebabkan para peserta Piala Asia II Lintas Alam Paralayang II 2017 di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat tidak maksimal hasilnya pada Ronde I, Sabtu (12/8/2017). Kejuaraan yang dimaksudkan sebagai ujicoba lokasi dan perangkat lomba Asian Games XVIII 2018 Indonesia, akan berlangsung hingga Senin (14/8/2017).

Sesuai nomor lomba Race To Goal (Lintas Alam Terbatas), sebanyak 101 pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) asal 12 negara, harus terbang di atas beberapa titik dalam waktu tercepat. Namun karena kecepatan angin yang rendah saat terbang, 10 km/jam dan cuaca mendung, mengakibatkan seluruh peserta tak ada yang menyelesaikan soal sejauh 8,3 km.

Direktur Lomba, Igor Erzen, asal Slovenia, yang merupakan Wakil Presiden FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia, Bidang Gantolle (Layang Gantung) dan Paralayang, sudah mengingatkan para peserta saat pertemuan teknis Jum’at malam (11/8) di Puncak, tidak boleh nebeng awan (cloud flying) saat terbang.

Maksudnya para pilot tidak diijinkan dengan sengaja memasuki awan agar ketinggiannya bertambah. Akibat cuaca mendung sehingga ketinggian awan semakin rendah, banyak peserta tak sanggup terbang jauh. Padahal syarat utama keberhasilan seorang pilot dalam nomor Lintas Alam adalah terbang setinggi dan sejauh mungkin.

Tersedot Awan Hujan

Setelah Open Window (lomba dibuka) pukul 11.30 WIB, para pilot menunggu selama hampir tiga jam, karena kecepatan angin berkisar 3-5 km/jam dan kurang memadai untuk lepas landas. Begitu kecepatan angin bagus, para pilot Korea Selatan berhamburan mengambil posisi. Para anggota Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) Indonesia untuk Asian Games 2018, menyusul dibelakangnya.

Namun baru 10 menit mereka terbang bersama setelah mendapat thermal (udara panas yang membawa parasut makin tinggi), kelompok sekitar 16 pilot itu, tersedot awan hujan. Khawatir terkena petir, mereka segera melepaskan diri, keluar dari awan. Akibatnya parasut mereka semakin menurun.

Seperti yang terjadi pada pilot Pelatnas Jafro Megawanto. Setelah berhasil melewati salah satu titik dalam soal, Kebun Binatang Taman Safari, ia terpaksa mendarat dengan keras di perkebunan teh dikawasan lokasi pendaratan untuk nomor Ketepatan Mendarat. Dikhawatirkan cedera punggung atau tulang ekor, ia dibawa ke rumahsakit terdekat untuk di rontgen. Namun hasilnya baik dan dia diperbolehkan kembali ke penginapan atlit.

“Aku  kena angin dari arah belakang dan mukaku mulai kena hujan. Parasutku makin turun. Tapi aku boleh terbang kok besok,” ujarnya penuh senyum pada Tagor Siagian, Humas PB FASI (Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia).

Pada lomba Ronde II, Minggu (13/8), soal akan kembali disesuaikan kondisi cuaca dan angin saat pagi hari jelang Open Window (Lomba Dibuka).. Apabila memungkinkan, bisa saja para pilot diharuskan terbang hingga Sentul, sejauh 15 km.

Sejarah Baru Paralayang

Dalam sambutannya saat membuka Piala Asia II, Sabtu pagi (12/8) di Puncak, Jawa Barat, Presiden Federasi Aero Sport Asia (ASFA), Dr. Mubarak Al-Suwailem menyanjung para peserta karena telah mencatat sejarah baru bagi olahraga Paralayang.

“Untuk pertama kali Paralayang berhasil mengikuti pekan olahraga multi cabang Asian Games 2018. Kalian membuka jalan bagi anak-nak dan cucu kalian ikut Asian Games. Kalian juga yang memberi harapan Paralayang ikut Olimpiade!” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para pilot.

Mubarak menjanjikan bahwa ASFA tidak hanya akan fokus pada meningkatkan jumlah kejuaraan di kawasan Asia. Tapi juga mencerdaskan dan meningkatkan kemampuan teknis para atlit lewat sports science, ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.

Seperti klinik teknik terbang lintas alam Paralayang yang digelar sebelum Piala Asia yang diberikan pilot handal Eropa. Itu akan sangat bermanfaat agar pilot Asia bisa sejajar bahkan melebihi prestasi pilot Barat untuk masa panjang, bukan musiman.

Hasil Piala Asia Lintas Alam Paralayang II 2017 Ronde I, Sabtu (12/8/2017):

Kelas Putri:

  1. Kim Hyunhee (Korsel)                   :  532
  2. Jinhee Baek (Korsel)                      :  391
  3. Diah Kristina Rahayu (Ina)            :  295
  4.  

Kelas Putra:

  1. Hong Pilpyo (Korsel)                     :  635
  2. Zhen Jun Zhao (Cina)                    :  538
  3. Yoshiki Kuremoto (Jepang)           :  534

 

Kelas Beregu:

1. Korea Selatan II                                     : 1675

2. Korsel I                                                  : 1550

3.Indonesia II (Roni Pratama, Joni Effendi, Reza Kambey, Jafro Megawanto , Milawati Sirin) 

                                                                   : 1250

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Zedd dan BTS (Foto : Allkpop)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 15:00 WIB

BTS Pastikan Akan Kolaborasi Dengan Zedd

Saat hadir di Billboard Music Awards 2018, BTS diwawancarai oleh salah satu stasiun radio Amerika di backstage. Anggota Bangtan Boys memberikan jawaban terkait pertanyaan soal kolaborasi mereka…

Sambal Lokan, Bengkulu (Ist)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 15:00 WIB

Mau Coba Membuat Sambal Lokan Khas Bengkulu? Begini Caranya

Kuliner khas Ramadan, Sambal Lokan yang merupakan santapan warga Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sebagai kuliner warisan turun-temurun. Tak hanya itu, kuliner ini diburu saat bulan Ramadan.…

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF (Foto Istimewa)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 14:45 WIB

Lewat Tiga Brand-nya, Indofood Jadi Official Partner Ajang Asian Games 2018

Sebagai salah satu perusahaan pangan nasional di Indonesia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, melalui tiga brand-nya yaitu Indomie, Pop Mie, dan Indomilk, menyatakan dukungannya sebagai official…

Sambal Lokan, Bengkulu (Ist)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 14:00 WIB

Sambal Lokan, Rendangnya Masyarakat Bengkulu Saat Ramadan

Tak hanya kaya akan keindahan alamnya, Bengkulu juga memilki beragam kuliner yang lezat dan melegenda. Seperti Sambal Lokan yang menjadi salah satu kuliner yang diburu para warga untuk santapan…

Apple Inc dipastikan bakal tanam investasi langsung di Indonesia. Perusahaan teknologi informasi (TI) raksasa asal Amerika Serikat itu tengah membuka pusat inovasi yang akan bertempat di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.

Sabtu, 26 Mei 2018 - 13:31 WIB

Pengunjung Merosot, Toko Apple Tutup di Amerika Serikat

Kabar nelangsa industri ritel datang silih berganti. Bukan hanya toko pakaian, makanan, dan furnitur, bahkan pebisnis teknologi wahid pun mesti melepas aset propertinya. Kali ini, giliran raksasa…