Fintech Tunaiku Berikan Pinjaman Dengan Bunga Terendah

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 22:55 WIB

Ilustrasi fintech. (E+/Emir Memedovski)
Ilustrasi fintech. (E+/Emir Memedovski)

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Akhir-akhir ini, marak tawaran pinjaman online dari perusahaan financial technology atau fintech peer to peer lending. Tak sebatas memberi pinjaman,  fintech juga menjadi wadah berinvestasi. Banyak benefit yang diberikan oleh tiap perusahaan fintech yang tentunya meringankan beban peminjam. Dan ini sesuai dengan keinginan pemerintah dimana perusahaan fintech akan sangat menolong laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Salah satunya penerapan bunga peminjaman dan benefitnya.  Lalu bagaimana skema benefit bunga Tunaiku ?

Kehadiran perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) memberi warna tersendiri dalam perkembangan industri jasa keuangan. Jika dulu banyak orang melakukan transaksi keuangan seperti mengajukan pinjaman dana harus ke bank, kini dengan fintech mereka cukup melakukannya di dalam genggaman.

Penetapan bunga per bulan sangatlah mempengaruhi decision para calon peminjam untuk memanfaatkan fasilitas yang disiapkan oleh tiap perusahaan fintech. Demikian halnya dengan Tunaiku, dengan pola peminjaman Rp2juta - Rp15juta, tenor peminjaman 6 - 12 bulan, Tunaiku menggunakan bunga 3% dalam produknya. “Jumlah rupiah, tenor peminjaman dan bunga yang ditetapkan menjadi alasan para peminjam memilih Tunaiku,” tutur Vishal Tulsian CEO Tunaiku.

Menyiasati pertumbuhan pesat dikalangan perusahaan fintech, pemerintah selalu menekankan kepada perusahaan fintech untuk tetap memegang prinsip memberikan service terbaik kepada calon peminjam. Kenali konsumen atau know your customer (KYC). Dan juga selalu bisa meminimalkan resiko kredit macet.

Salah satunya yang dilakukan oleh Tunaiku dengan memberikan fasilitas tambahan bagi para konsumen Tunaiku yang berhasil mengembalikan total pinjamannya kurang dalam 1 tahun. Maka konsumen tidak perlu melakukan pembayaran sisa kewajiban bunga pada bulan berikutnya. Selain itu, apabila konsumen terlanjur melakukan pembayaran dengan penghitungan jumlah bunga awal, maka Tunaiku akan mengembalikan dana tersebut dalam 2 hari kedepan setelah konsumen melakukan pembayaran.

Bentuk keringanan bunga akan sangat membantu para konsumen yang membutuhkan pinjaman dana untuk kebutuhannya.

“Saya sangat senang akhirnya mendapatkan pinjaman dari cara digital ini, selain cepat dan praktis, saya dimudahkan dengan perhitungan bunga yang flat dan tidak memberatkan,” diungkapkan salah satu konsumen yang terbantukan setelah meminjam sekitar Rp15juta kepada Tunaiku karena kebutuhan urgent-nya untuk membantu pengobatan keluarganya.

Keberadaan perusahaan-perusahaan fintech memang diharapkan menjadi tiang penolong perekonomian langsung masyarkat Indonesia di masa depan.

Kecepatan proses administrasi karena mempergunakan internet sampai penerapan aturan bunga per bulan adalah keuntungan yang diberikan. Ketertarikan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial keuangan, membuat perkembangan teknologi finansial menjadi kebutuhan baru yang akhirnya menjadi idola baru. Fenomena bisnis fintech dengan kelebihannya makin disukai masyarakat modern.

Tentunya regulasi ikut serta memegang peranan penting dalam kondisi perekonomian yang cepat berkembang ini. Berbekal ide kreatif dan inovatif, hadir memberi solusi atas kebutuhan masyarakat. Fintech berpotensi besar dalam kehidupan ekonomi modern. Apalagi jika kita sadar, di Indonesia masih terdapat 70% masyarakatnya tidak memiliki akun bank atau unbankable. Itulah target baru bisnis financial technology

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Moment penyaluran bantuan ke Rohingya.

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:40 WIB

Laziz Dewan Dakwah dan Forjim Salurkan Bantuan Langsung ke Rohingya

Bangladesh-Dewan Pembina Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Tjahja Gunawan bersama dua relawan Lazis Dewan Dakwah, mengunjungi para pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh, Selama sepekan.

Para komisioner KPPU. (Foto: IST)

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:15 WIB

KPPU Usulkan Standar Pelayanan Minimum dalam Ibadah Umrah

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengusulkan kepada penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk menetapkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) terhadap perjalanan ibadah umrah. Pihaknya…

Migas Ilustrasi

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:08 WIB

SP SKK Migas Gandeng KSPN Dorong Revisi UU Migas

Serikat Pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SP SKK Migas) menggandeng Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) untuk mendorong dirampungkannya Revisi…

Philips Kenalkan Dua Produk Garment Care di Ajang IFW Week

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Philips Kenalkan Dua Produk Garment Care di Ajang IFW 2018

Philips Indonesia kembali memperkenalkan dua produk garment care terbaru yakni setrika uap Perfect Care OptimalTEMP GC3920 dan Garment Steamer Easy Touch Plus GC524 di ajang Jakarta Fashion…

Ilustrasi Lobster (Foto Ist)

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Lobster Senilai Rp5,74 Miliar

Anggota Direktorat Polisi Perairan (Dipolair) Polda Jambi berhasil menggagalkan penyelundupan dan menyelamatkan 38.326 ekor anak lobter (homarus) senilai Rp5,74 miliar yang akan dikirim ke luar.