Akademisi: Imunisasi Bukan Hanya untuk Daerah Tertinggal

Oleh : Irvan AF | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 19:20 WIB

Presiden Jokowi berdialog dengan seorang siswa yang sudah memperoleh imunisasi MR, di Madrasah Tsanawiah Negeri 10 Sleman, Kelurahan Sinduharjo, Ngaglik, Kab. Sleman, Yogyakarta, Selasa (1/8) pagi. (Foto: Agung/Setkab)
Presiden Jokowi berdialog dengan seorang siswa yang sudah memperoleh imunisasi MR, di Madrasah Tsanawiah Negeri 10 Sleman, Kelurahan Sinduharjo, Ngaglik, Kab. Sleman, Yogyakarta, Selasa (1/8) pagi. (Foto: Agung/Setkab)

INDUSTRY.co.id, Medan - Kegiatan Imunisasi Nasional Campak dan Rubella yang dilaksanakan pemerintah sebaiknya bukan hanya diprioritaskan di daerah tertinggal terdepan dan terluar atau 3T, melainkan juga bagi warga miskin yang ada di perkotaan.

"Tujuannya diadakannya imunisasi tersebutuntuk mencegah penyakit yang akan menyerang anak masih kecil, serta ibu sedang lagi hamil," kata Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) dr H Delyuzar Sp.PA (K) di Medan, Sabtu (12/8/2017).

Selain itu, menurut dia, melalui program imunisasi tersebut, rakyat Indonesia akan terbebas dari penyakit yang selama ini sangat ditakuti oleh masyarakat.

Apalagi, rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja, hal tersebut harus dapat dicegah sehingga tidak berkembang luas di masyarakat.

"Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahwa terdapat lebih dari 400 kasus rubella yang tercatat pada tahun 2011," ujar Delyuzar Ia menyebutkan, program imunisasi yang dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan itu, harus didukung oleh masyarakat sehingga program untuk menyelamatkan warga dari campak dan rubella berjalan sukses, aman, dan tidak mengalami kendala.

"Masyarakat juga diharapkan perlu membantu sosialisasi mengenai kegiatan imunisasi yang dilaksanakan di daerah pedesaan, pinggiran dan pegunungan yang selama ini sulit terjangkau tim imunisasi," katanya.

Delyuzar mengatakan, pemerintah pusat cukup besar mengeluarkan biaya untuk kegiatan imunisasi itu sehingga harus berhasil menyelamatkan warga dari penyakit campak dan rubella.

Pemerintah juga berharap agar warga dapat terbebas dari penyakit rubella, karena virus tersebut dengan mudah menyebar melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk.

"Kemudian, melalui makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan virus rubella," katanya.

Ia menjelaskan, sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung, kerusakan otak, organ hati, dan paru-paru.

Anak-anak yang sudah pernah mendapatkan imunisasi suntikan polio, juga tidak perlu merasa takut jika diberikan lagi imunisasi campak dan rubella. Hal tersebut, tidak akan berbahaya bagi kesehatan dan tetap aman.

"Kementerian Kesehatan juga menjamin bahwa penggunaan imunisasi campak dan rubella tidak ada masalah," katanya.(ant)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Senin, 21 Agustus 2017 - 07:48 WIB

Agar Tidak Tergantung Pasar UE-AS, BUMN Segera Dirikan Tangki CPO di Ruia-Paksitan

Pelaku usaha mengusulkan agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendirikan tangki Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya di Pakistan dan Rusia agar Indonesia tidak bergantung lagi pada pasar Uni…

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Istimewa)

Senin, 21 Agustus 2017 - 07:30 WIB

Sektor Investasi Membaik, China Development Bank Segera Buka Kantor di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut China Development Bank (CDB) akan membuka kantor perwakilan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno didamping Dirut PT Telkom Alex J Sinaga (Foto Humas)

Senin, 21 Agustus 2017 - 07:24 WIB

Menteri Rini: Balkondes Dielola PT Telkom Masih Terbaik

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang dikembangkan PT Telkom Indonesia Tbk di Desa Tuksongo masih yang terbaik dibanding Balkondes yang dibangun sejumlah…

Menteri BUMN Rini Soemarno bersama sejumlah Dirut BUMN (Foto Humas)

Senin, 21 Agustus 2017 - 07:10 WIB

Menteri Rini Pastikan 18 Balkondes Beroperasi Akhir Tahun Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan 18 Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang dikelola perusahaan milik negara itu, bisa beroperasi…

Ilustrasi Bandara

Senin, 21 Agustus 2017 - 06:50 WIB

Menhub Targetkan Bandara Notohadinegoro Jember Tambah 360.000 Penumpang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Bandara Notohadinegoro dapat menambah kedatangan penumpang hingga 360.000 orang per tahun pada 2019 setelah bandara tersebut selesai dikembangkan.