Piala Asia Lintas Alam Paralayang II 2017 Ujicoba Jelang Asian Games 2018

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 15:39 WIB

Milawati Sirin-Lis Andriana atlet Pelatnas Paralayang Asian Games 2018, Rika Wijayanti- Ike Ayu Wulandari pada Piala Asia Lintas Alam Paralayang II. ( Foto: TAGOR SIAGIAN/HUMAS PB FASI)
Milawati Sirin-Lis Andriana atlet Pelatnas Paralayang Asian Games 2018, Rika Wijayanti- Ike Ayu Wulandari pada Piala Asia Lintas Alam Paralayang II. ( Foto: TAGOR SIAGIAN/HUMAS PB FASI)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kesempatan menguji kekuatan calon lawan di Asian Games XVIII Indonesia 2018, kembali diperoleh 18 pilot (sebutan bagi atlit olahraga dirgantara) anggota Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) cabang olahraga dirgantara Paralayang.

Sebagai ujicoba lokasi dan perangkat lomba jelang AG ’18, mereka akan beradu ketangkasan dan ketahanan terbang lintas alam (XC/cross country) di Piala Asia II di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, 11-14 Agustus. Lokasi berketinggian 1450 meter di atas permukaan laut (Above Sea Level/ASL) itu, juga digunakan selama SEA Games 2011 dan Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang Antar Negara (WPAC) 2015.

Meski mencapai 174 pilot  dari 19 negara yang mendaftar, namun penyelenggara hanya menerima 100 peserta (22 putri) asal 12 negara; Australia, Cina, Cina Taipei, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Thailand dan Vietnam, mengingat terbatasnya luas lokasi lepas landas. Indonesia sebagai tuanrumah, mengirim pilot terbanyak, yakni 23 (7 putri). Disusul Nepal (15), Korea Selatan (14/3 putri) dan India (11/1 putri). Syarat sebuah cabang mengikuti Asian Games adalah didukung minimal 11 negara.

Kejuaraan yang khusus melombakan nomor Lintas Alam Terbatas (Race To Goal/RTG) itu, diakui Federasi Aeronautika Internasional (FAI), induk olahraga dirgantara dunia sebagai kejuaraan Kategori 2. Artinya, perolehan nilai di kejuaraan tersebut dapat dihitung dalam penenttuan peringkat dunia. Agar hasil kejuaraan diakui FAI, minimal satu kali penerbangan (ronde/sortie) harus terlaksana. Sedangkan maksimal tiga ronde.

“Kami akan memilih peserta berdasarkan prestasi internasional. Juga apakah setiap pilot sudah memiliki kartu peringkat Para Pro 4, yaitu syarat mengikuti kejuaraan internasional,” ujar Wahyu Yudha, Direktur Kejuaraan Piala Asia XC II 2017, yang juga Ketua Bidang Paralayang PGPI (Persatauan Gantolle dan Paralayang Indonesia).

Kejuaraan yang kedua kalinya setelah di Are Guling, Lombok, Nusa Tenggara Barat tahun lalu itu, memperebutkan hadiah US$8250 (sekitar Rp. 105 juta) untuk Kelas Putri, Putra dan Beregu. Kelas Beregu adalah gabungan maksimal lima pilot, dengan minimal 4 pilot putri atau putra.

Jajal Lawan

Pada WPAC 2017 Albania, Indonesia berhasil merebut medali perunggu Kelas Putri, lewat Rika Wijayanti. Bersama Ike Ayu Wulandari, juga asal Batu, Malang, Jawa Timur, Rika adalah beberapa diantara anggota muda Pelatnas penerus generasi emas paralayang Indonesia yang merajai SEA Games 2011 dengan merebut 10 dari 12 medali emas yang diperebutkan. Mereka berusia sekitar 23 tahun. sedangkan generasi SEA Games 2011 sudah berkisar 45 tahun.     

Selain guna memperkuat mental bertanding, keikutsertaan mereka di Piala Asia II sangat penting untuk lebih mengenal karakter pilot-pilot Cina, Korea Selatan, Nepal dan Thailand, bakal pesaing berat Indonesia di nomor XC AG ’18. Saat di WPAC 2017 Albania, di nomor beregu, Cina mengungguli Serbia dan Rep. Ceko untuk meraih medali emas. Sedangkan pilot senior Thailand, Nunnapat “Bebie” Phuchong merebut emas Kelas Putri.

Bebie yang sementara menempati peringkat teratas dunia untuk nomor Ketepatan Mendarat (KTM) Kelas Putri tak menaruh harap akan medali di Puncak bulan depan. “Saya bukan spesialis lintas alam, saya hanya ingin menambah pengalaman,” ujarnya pada Tagor Siagian, Humas Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI), lewat surat elektronik.

Dara 29 tahun itu juga mengaku dalam nomor beregu, negaranya bukan unggulan. “Kita tak banyak waktu untuk berlatih lintas alam,” akunya. Bebie punya kenangan tersendiri dengan lokasi terbang di Puncak. “Pertama saya ikut kejuaraan di Puncak, Seri PGAWC 2011. Tempatnya sangat menantang. Udaranya sejuk, saya suka. Beda dengan di tempat saya biasa berlatih dekat rumah,” ungkapnya.

Meski meraih gelar Juara Dunia Kelas Putri pada WPAC 2015 di Puncak, Bebie yang baru meraih gelar sarjana Ilmu Politik, tetap menganggap pilot Indonesia sebagai lawan yang selalu harus diwaspadai, selain Cina, Jepang dan Korea Selatan. “Mereka tuanrumah, sudah sangat mengenal medan lomba. Apalagi pilot-pilot mudanya, mereka pasti sangat lapar gelar juara dan akan habis-habisan,” akunya. Yang dimaksud Bebie adalah Rika Wijayanti, peringkat 5 KTM putri dunia dan Ike Ayu Wulandari (peringkat 8 dunia).

 Dalam daftar peringkat pilot Asia-Oceania nomor Lintas Alam Putri rujukan FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara dunia,  Rika menempati peringkat 42, sedangkan Ike ke-74. Jarangnya pilot Indonesia mengikuti lomba XC di tingkat nasional maupun dunia, menyebabkan peringkat dunia mereka tersendat. 

Pelatnas Paralayang Indonesia untuk Asian Games 2018:

Putri:

  1. Eka Nesti Wulansari (Jawa Tengah, 24 tahun)
  2. Ike Ayu Wulandari (Jawa Timur, 22)
  3. Rika Wijayanti (Jawa Timur, 23)
  4. Lis Andriana (Kalimantan Timur, 34)
  5. Ifa Kurniawati (Jawa Timur, 39)
  6. Dr. Milawati Sirin (Jawa Barat, 47)
  7. Diah Kristina Rahayu (Jawa Timur, 28)
  8. Nofrica Yanti (Sumatera Barat, 33)

 

Putra:

  1. Aris Afriansyah (Banten, 23)
  2. Hening Paradigma (Jawa Tengah, 31)
  3. Dr. Elisa Manueke (Jawa Tengah, 56)
  4. Ardi Kurniawan (Jawa Timur, 28)
  5. Thomas Widyananto (Jawa Tengah, 40)
  6. Roni Pratama (Jawa Timur, 21)
  7. Joni Efendi (Jawa Timur, 27)
  8. Jafro Megawanto (Jawa Timur, 21)
  9. Reza Christiyanto, S.Pi (Jawa Timur, 33)
  10. Indra Lesmana (DKI Jaya, 22)  

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). (Foto: IST)

Senin, 23 Juli 2018 - 20:20 WIB

Ace Tawarkan Keuntungan Berlipat Untuk Member

Sebagai pusat kebutuhan rumah dan gaya hidup terlengkap di Indonesia, ACE secara konsisten menghadirkan berbagai program dan penawaran menarik untuk memanjakan para pelanggan setianya. Kali…

Bank BRI Sediakan ID Card Terintegrasi BRIZZI untuk Volunteer (Foto Rizki Meirino)

Senin, 23 Juli 2018 - 20:05 WIB

Bank BRI Sediakan ID Card Terintegrasi BRIZZI untuk Volunteer

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. berkomitmen dalam mensukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Kali ini Bank BRI sebagai official prestige partner Asian Games turut berpartisipasi…

 PMA 9502 dan Polytron Play meraih penghargaan GDI 2018 dari Kemendag

Senin, 23 Juli 2018 - 19:55 WIB

PMA 9502 dan Polytron Play Raih Penghargaan GDI 2018 dari Kemendag

Selain mengutamakan kualitas pada barang, setiap orang pasti mempertimbangkan juga model, bentuk dan design. Karena komponen diatas adalah salah satu penentu sehingga diputuskan untuk mendapatkannya…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Sarasehan OTNAS (Foto: Dok. Kemenperin)

Senin, 23 Juli 2018 - 19:43 WIB

Kemenperin Usulkan Bangun Laboratorium Kimia di Indonesia

Kementerian Perindustrian tengah mengusulkan agar di Indonesia dapat dibangun laboratorium rujukan kimia yang memiliki standar internasional. Pasalnya, keberadaan laboratorium tersebut di wilayah…

Jumpa pers kampanye #1000HariPerlindungan pada anak bersama Sleek Baby, di Djakarta Theater XXI (23/7). (Dina Astria/Industry.co.id)

Senin, 23 Juli 2018 - 19:35 WIB

Jangan Salah Pilih, Ini 3 Kriteria Wajib untuk Beri Perlindungan Higienis Pada Anak

Semua orang tua pastinya ingin memberikan perlindungan optimal untuk anak. Sejak janin dalam kandungan, hingga ia tumbuh dan beranjak dewasa. Perlindungan yang diberikan mulai dari asupan nutrisi…