Parfi 56 Dijadwalkan Bentuk Cabang di Ambon

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 15:05 WIB

Wanda Hamidah Wakil Sekjen I PARFI 56 (Foto Ist)
Wanda Hamidah Wakil Sekjen I PARFI 56 (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Ambon- Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) '56 akan membentuk cabangnya di Ambon, guna membangun dunia seni peran dan meningkatkan geliat industri perfilman di kota tersebut.

"PARFI '56 akan di Maluku, di ibu kotanya, kami sedang menyusun kepengurusan untuk persiapan dan setelah itu pelantikan juga," kata artis Wanda Hamidah, Wakil Sekjen I PARFI '56, di Ambon, Jumat (11/8/2017)

Wanda berada di Ambon karena keterlibatan PARFI '56 dalam pelaksanaan Festival Jembatan Merah Putih (FJMP) pada 19 Agustus 2017, khususnya untuk pelaksanaan talkshow dan "Nonton Bareng Film Indonesia" yang akan dipusatkan di Universitas Pattimura.

Kegiatan itu sendiri akan menghadirkan narasumber dari PARFI '56, Kadin Indonesia, akademisi, sutradara dan artis Indonesia, juga melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ambon.

Menurut Wanda, potensi Maluku di bidang entertaimen, khususnya dunia tarik suara sudah tidak diragukan lagi, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.

Hadirnya PARFI '56 di Ambon akan menambah potensi SDM lainnya di Maluku untuk bidang entertainmen.

Karena itu, segera setelah PARFI '56 terbentuk di Maluku, berbagai program terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang seni peran dan peningkatan industri perfilman akan dilaksanakan.

Kegiatan-kegiatan yang akan dipaketkan menjadi program tahunan di Ambon, di antaranya adalah "coaching clinic" tentang film dan seni peran, termasuk workshop dengan menghadirkan pelatih-pelatih berkompeten dari Jakarta untuk membentuk SDM di tingkat lokal.

"Kami juga ingin manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam membangun seni peran. Ke depannya talkshow yang akan kita adakan bukan untuk mahasiswa saja tapi juga untuk masyarakat umum," ucapnya kepada awak media di Ambon.

Ia menambahkan, sejalan dengan program pemerintah untuk membangun dari timur, PARFI '56 secara khusus ingin geliat perfilman juga sampai ke kawasan timur Tanah Air, sehingga masyarakat di sana tidak hanya menjadi penikmat film tapi juga bisa berkontribusi dan mejadi pelaku dalam industri tersebut.

"Menggeliatkan industri ini bukan hanya potensi sumber daya alam yang dipakai tapi sumber daya manusianya juga harus dilatih lagi, kalau ada pengusaha-pengusaha di Maluku juga mari sama-sama kita investasi ke film tapi investasinya ke film," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Moment penyaluran bantuan ke Rohingya.

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:40 WIB

Laziz Dewan Dakwah dan Forjim Salurkan Bantuan Langsung ke Rohingya

Bangladesh-Dewan Pembina Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Tjahja Gunawan bersama dua relawan Lazis Dewan Dakwah, mengunjungi para pengungsi muslim Rohingya di Bangladesh, Selama sepekan.

Para komisioner KPPU. (Foto: IST)

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:15 WIB

KPPU Usulkan Standar Pelayanan Minimum dalam Ibadah Umrah

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengusulkan kepada penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk menetapkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) terhadap perjalanan ibadah umrah. Pihaknya…

Migas Ilustrasi

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:08 WIB

SP SKK Migas Gandeng KSPN Dorong Revisi UU Migas

Serikat Pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SP SKK Migas) menggandeng Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) untuk mendorong dirampungkannya Revisi…

Philips Kenalkan Dua Produk Garment Care di Ajang IFW Week

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Philips Kenalkan Dua Produk Garment Care di Ajang IFW 2018

Philips Indonesia kembali memperkenalkan dua produk garment care terbaru yakni setrika uap Perfect Care OptimalTEMP GC3920 dan Garment Steamer Easy Touch Plus GC524 di ajang Jakarta Fashion…

Ilustrasi Lobster (Foto Ist)

Senin, 23 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan Lobster Senilai Rp5,74 Miliar

Anggota Direktorat Polisi Perairan (Dipolair) Polda Jambi berhasil menggagalkan penyelundupan dan menyelamatkan 38.326 ekor anak lobter (homarus) senilai Rp5,74 miliar yang akan dikirim ke luar.