Impor garam Dampak Tidak Serius Kembangkan Teknologi

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 12:39 WIB

Lima Mahasiswa ITS Ciptakan Mesin Pemurnian Garam
Lima Mahasiswa ITS Ciptakan Mesin Pemurnian Garam

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menilai impor garam yang setiap tahun dilakukan untuk mengatasi kelangkaan stok merupakan dampak dari tidak serius Indonesia dalam mengembangkan teknologi produksi garam.

Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati menjelaskan harus ada komitmen politik atau political will untuk memperkuat pergaraman nasional, salah satunya melalui bantuan teknologi, sehingga produksi garam tidak lagi menggunakan metode konvensional yang bergantung pada cuaca.

"Impor itu dampak dari kita yang tidak pernah serius mengembangkan teknologi. Harus ada political will dari bangsa untuk menghentikan impor dan memperkuat pergaraman nasional," kata Susan pada diskusi di Jakarta, Jumat (11/8/2017

Ia mengatakan petambak garam perlu mendapat pemberian modal atau asistensi dalam teknologi, karena garam berkualitas baik perlu adanya mesin iodisasi dan teknologi produksi yang tidak mengandalkan cuaca.

Saat ini sistem produksi garam di Indonesia menggunakan sistem evaporasi, yakni air laut dialirkan ke dalam tambak kemudian air yang ada dibiarkan menguap, setelah beberapa lama kemudian akan tersisa garam yang mengendap di dasar tambak tersebut.

Namun, kondisi cuaca kemarau basah yang dialami saat ini menyebabkan banyak petani gagal panen karena hujan.

Karena itu, KIARA meminta pemerintah mengimplementasikan mandat Undang Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Dalam pasal 51 UU Nomor 7/2017, pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkewajiban memberikan kemudahan akses meliputi teknologi, kerja sama alih teknologi dan penyediaan fasilitas bagi nelayan, pembudi daya ikan dan petambak garam.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan Indonesia perlu belajar teknologi dari Australia sebagai negara asal impor garam Indonesia.

"Menurut saya yang paling bagus seperti di Australia, yaitu bikin ladang garam. Jadi ladang garam itu dasarnya adalah garam, tapi yang boleh dipanen itu garam di atasnya," kata Adhi.

Indonesia telah membuka keran impor 75 ribu ton garam konsumsi dari Australia yang akan dilakukan secara bertahap.

Kualitas garam Australia dinilai lebih baik dari Indonesia karena musim panas yang lebih merata serta didukung teknologi pemanasan yang mumpuni.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wamen ESDM Arcandra Tahar

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:30 WIB

Arcandra Tahar Harapkan BLU Ubah Human Resources Jadi Human Capital

Arcandra mengungkapkan paradigma manajemen sumber daya manusia saat ini telah berubah dari human resouces menjadi human capital, manusia itu tidak lagi menjadi pekerja pasif, tetapi secara aktif…

Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih bersama Ketua Kadin Provinsi DKI Jakarta, Eddy Kuntadi, serta Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum (Foto: Biro Humas)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:10 WIB

Kemenperin Targetkan 18 Pondok Pesantren Akan Jadi Percontohan Program Santripreneur pada 2018

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan 18 pondok pesantren yang akan menjadi percontohan dalam pelaksanaan program Santripreneur pada tahun 2018. Pondok pesantren tersebut meliputi…

Kendall Jenner (Foto Ist)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:10 WIB

Intip Koleksi Fashion dari Kendall Jenner, Ada yang Seharga DP Mobil!

Siapa yang tidak mengenal model cantik mancanegara, Kendall Jenner. Postur tubuh yang sempurna dan paras yang cantik, menjadikan Kendall Jenner sebagai kiblat fashion untuk kalangan millenial.

Presiden Jokowi dan Jalan tol (Foto : Biro Pers Setpres)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:04 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Tol Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi

Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni- Terbanggi Besar segmen Pelabuhan Bakauheni - Simpang Susun Bakauheni dan segmen Lematang-Kotabaru di Bakauheni Lampung…

Wuling Cortez (Foto: Dok. Wuling Motors)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:00 WIB

Gebrakan Awal Tahun, Wuling Berikan Penawaran Khusus Bagi Pemesan Perdana Seri Cortez

Produsen mobil asal Tiongkok, Wuling Motors (Wuling) sedah mulai membuka keran pemesanan untuk seri Wuling Cortez, yang merupakan produk kedua Wuling setelah seri Confero.