Indonesia Sudah Impor Garam Sejak 1990 Dampak Anomali Cuaca

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 12:35 WIB

Ilustrasi Petani Garam
Ilustrasi Petani Garam

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mencatat setidaknya sejak 1990 impor garam telah dilakukan sebanyak 349.042 ton untuk memenuhi kebutuhan industri serta kelangkaan stok garam akibat dampak dari anomali cuaca.

"Sejak 1990, impor garam telah dilakukan sebanyak 349.092 ton lebih dengan total nilai 16,97 juta dolar AS. Impor terus dilakukan sampai hari ini dengan alasan kelangkaan stok garam sebagai dampak anomali cuaca," kata Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati di Jakarta, Sabtu (12/8/2017)

Susan menjelaskan pada Kabinet Pembangunan IV atau Pelita IV, di tengah standardisasi garam iodium, produksi garam rakyat justru melimpah hingga 800 ribu ton, sedangkan kebutuhan konsumsi hanya 600 ribu ton.

Melimpahnya garam produksi petambak tidak dapat diserap industri karena tidak memenuhi kriteria kadar Natrium Chlorida (NaCl) pada garam 97 persen, sehingga kebutuhan garam industri sejak itu selalu dipasok dari Australia.

Menurut dia, impor garam selalu menjadi solusi ketika garam langka saat kemarau basah. Pemerintah pun mempermudah impor dengan menerbitkan setidaknya sembilan regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri atau Keputusan Menteri sejak 2004.

Yang terbaru, yakni Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 125 Tahun 2015 justru bertujuan menyederhanakan perizinan impor garam.

Susan menambahkan sudah waktunya pemerintah menunjukkan keseriusannya untuk menghentikan impor garam yang dapat dimulai dengan pembenahan dan pengelolaan garam rakyat.

Selain itu, petambak garam perlu mendapat pemberian asistensi teknologi, perlindungan dan pemberdayaan petambak garam melalui penguatan asosiasi serta implementasi mandat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Petambak garam sudah seharusnya mendapat pemberian modal atau asistensi teknologi karena garam berkualitas baik perlu adanya mesin iodisasi dan teknologi produksi yang tidak mengandalkan cuaca.

"Impor itu dampak dari kita yang tidak pernah serius mengembangkan teknologi. Harus ada political will dari bangsa untuk menghentikan impor dan memperkuat pergaraman nasional," ujar Susan. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:57 WIB

4.000 Mahasiswa Baru IPB Dapat Pembekalan Soal Radikalisme

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius memberikan wawasan tentang radikalisme dalam kuliah umum kepada 4.000 mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (14/8/2018)

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:52 WIB

Produktivitas Pertanian Hingga Berantas Mafia Pangan Jadi Bahasan Dialog Mentan Saat Kuliah Umum di IPB

Permintaan Presiden Joko Widodo agar diwujudkannya kesejahteraan petani menjadi landasan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melakukan berbagai capaian terobosan kinerjanya. Arahan Presiden…

PT Unilever Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:47 WIB

IHSG Melemah Momentum Beli

Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5725-5747 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5788-5801. Pergerakan IHSG yang terus tertekan mengurangi peluang IHSG untuk…

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto B1.com)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:39 WIB

Pelantikan Menpan-RB Baru, Bamsoet akan Hadir

Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo membenarkan bahwa dirinya diundang menghadiri pelantikan Komjen Pol Syafruddin sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada…

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (Foto Ist)

Rabu, 15 Agustus 2018 - 06:32 WIB

Tinggalkan Jabatan Menteri, Asman Abnur Ingin Ekses di DPR

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur berharap dapat kembali eksis menjadi anggota legislatif di parlemen pada periode berikutnya, setelah tidak menjadi menteri.