Mitsubishi Indonesia Ekspor Xpander ke Asean Mulai 2018

Oleh : Ridwan | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 10:38 WIB

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat menemui CEO Mitsubishi Motor, Osamu Masuko di Kantor Kemenperin, Jakarta
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat menemui CEO Mitsubishi Motor, Osamu Masuko di Kantor Kemenperin, Jakarta

INDUSTRY.co.id - Tangerang- Distributor resmi kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), akan mulai mengekspor produk MPV teranyar mereka, All-New Xpander, ke beberapa negara ASEAN mulai Februari 2018.

Chief Executive Office Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Osamu Masuko, mengatakan di Tangerang, Jumat (11/8/2017)  bahwa Xpander yang diciptakan sebagai MPV generasi terbaru tidak hanya diperuntukkan untuk mengisi pasar MPV di Indonesia yang sangat besar, melainkan akan diekspor ke berapa negara ASEAN.

"Segmen MPV di Indonesia sangat besar, ini merupakan kali pertama kami masuk ke segmen ini. Kami mengembangkan MPV yang berbeda dari kompetitor, MPV kami hadir dengan rasa SUV," kata Masuko dalam sebuah wawancara di sela-sela pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 yang berlangsung di ICE - BSD City, Tangerang, 10-20 Agustus 2017.

"Tidak hanya Indonesia, kami juga akan mengekspor model ini ke negara-negara ASEAN di Februari tahun depan," sambung dia.

Masuko menjelaskan Xpander akan diproduksi sebanyak 80 ribu unit di pabrik baru PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Cikarang, Jawa Barat, dengan komposisi 60ribu unit untuk pasar Indonesia dan 20ribu unit diekspor ke negara ASEAN.

"Pada tahap pertama kami akan ekspor ke Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Lalu kemudian berencana untuk memperluas ekspor," jelas Masuko kepada awak media.

Terkait dengan produk, Masuko menjelaskan bahwa Xpander dikembangkan dengan mempertimbangkan beragam keungguland dari SUV Pajero Sport dan sedan Lancer.

"Ini adalah MPV dengan konsep dan teknologi yang benar-benar baru yang telah kami kembangkan beberapa tahun belakangan ini dengan mempertimbangkan kelebihan yang terdapat pada model Mitsubishi lainnya seperti Pajero sport dan Lancer," pungkas dia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:00 WIB

CIEP Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Dunia

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengklaim Konferensi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2017 (CIFP) yang akan diadakan pada Sabtu (21/10) merupakan…

Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Susi Liestiowaty, Direktur Utama Suprajarto, Direktur Haru Koesmahargyo dan Direktur Sis Apik berbincang seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Rabu (18/10/2017) (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:46 WIB

BRI Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama yang selama ini dijabat Sunarso, dan menugaskan dua direksi…

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ketiga dari kiri) sedang berlari di ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon, Minggu (9/7/2017). (Irvan AF/INDUSTRY)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:25 WIB

Diikuti Pelari dari 50 Negara, Mandiri Jakarta Marathon Siap Digelar 29 Oktober 2017

Ajang lomba lari Marathon, Mandiri Jakarta Marathon yang akan digelar kembali pada 29 Oktober 2017 mendatang akan diikuti sebanayk 16 ribu pelari, bahkan hingga 1.585 pelari yang berasal dari…

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:00 WIB

Indonesia Berperan Terdepan Tangani Masalah Rohingya Myanmar

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia mengambil peran terdepan dalam masalah Rohingya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaaan Agus Susanto saat meresmikan Contact Center

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:27 WIB

Aset BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp309 Triliun

Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan mempunyai dana kelolaan sebanyak Rp301 triliun, dengan total aset Rp309 triliun hasil iuran dana masyarakat yang menjadi peserta baik institusi maupun perorangan.