Tiga Pemenang Lomba Masak Ikan Nusantara Siap Memasak untuk Presiden

Oleh : Amazon Dalimunthe | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 08:49 WIB

Ilustrasi Nelayan (ist)
Ilustrasi Nelayan (ist)

INDUSTRY.co.id - Ternyata jadi juru masak juga bisa bertemu Presiden. Itulah harapan yang diberikan oleh panitia Lomba masak Ikan Nusantara kepada ratusan juru masak di seluruh Indonesia. Dan setelah melalui seleksi berjenjang mulai tingkat daerah asal hingga terpilih 10 finalis yang berlaga kemarin (1/8) di Lippo Mall Kemang, Jakarta selatan. Mereka kembali ditantang untuk mengolah ikan menjadi hidangan lezat serta bergizi, serta layak dihidangkan kepada Presiden Joko Widodo pada Perayaan 72 Tahun Kemerdekaan RI di Istana Negara.

Kesepuluh Finalis adalah: Abdul Kadir asal Pontianak (Botok Ikan Masak Putih), Anita Attu asal Gorontalo (Iloni Burger), Endang SN asal Batam (Es Datin), Matelda F. Maryen asal Biak Numfor Papua (Kerang Tumis Labu Kuning), Narti Buo asal Gorontalo (Ikan Santan Goroho), Non Lahibu asal Gorontalo (Woku Ikan Gabus Bambu Kuning), Ruben Jeremia asal Jakarta (Gabus Pucung Sambal Pete), Sri Ekowati asal Batam (Lontong Singkong Tongkol), Sri Sudaryani asal Batam (Lawar Cumi), dan Syamsudin asal Pontianak (Ikan Saos Kribang Daun Kesum Tabor Serundeng).

Dewan Juri yang bertugas memilih pemenang, yaitu: Vindex Tengker, Chef Garuda Indonesia (VP Inflight Service) sebagai Ketua Penjurian Final Lomba Masak Ikan Nusantara, didampingi Dharmastuti Nugroho (Kepala Biro Pengelolaan Istana Sekretariat Presiden), Johan Susmono (Ketua Pokja 3, Tim Penggerak PKK Pusat), Roy N. Mandey (Ketua Umum DPP APRINDO), dan Vita Datau (Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata RI). Tidak ketinggalan Koordinator Penjurian Chef Naldi Budhyarto (Editor Primarasa & Kepala Dapur Uji Femina).

Setelah melalui proses penjurian, tiga orang finalis telah terpilih sebagai pemenang. Ketiga pemenang tersebut adalah: Juara 1 yaitu Abdul Kadir dari Pontianak dengan menu Botok Ikan Masak Putih; Juara 2 yaitu Ruben Jeremia dari Jakarta dengan menu Gabus Pucung Sambal Pete; dan Juara 3 yaitu Narti Buo dari Gorontalo dengan menu Ikan Santan Goroho.

Melalui lomba ini, para pemenang mengatakan memang memiliki tujuan untuk memperkenalkan masakan khas daerahnya kepada masyarakat yang lebih luas. Menurut pemenang pertama Abdul Kadir, “melalui lomba ini saya ingin menghidangkan dan mengenalkan masakan khas daerah Kalimantan Barat kepada Presiden RI serta tamu-tamu negara. Meraih kemenangan juga akan membuat nama saya, keluarga, daerah, dan perusahaan tempat saya bekerja menjadi lebih baik.”

Sementara itu, pemenang kedua Ruben Jeremia memiliki ambisi untuk membawa masakan Indonesia ke ranah internasional. “Setelah menang saya akan berjuang untuk memajukan masakan Indonesia agar go international. Saya ingin sekali mendatangkan food critic yang bisa memberikan bintang Michelin di Indonesia.”

Pemenang ketiga, Narti Buo, mempunyai mimpi untuk memajukan daerahnya melalui bisnis kuliner nusantara. “Mengikuti lomba ini salah satu cara untuk membuktikan hasil laut Gorontalo sangat lezat, tidak kalah dari daerah lain. Saya ingin memajukan komunitas di sekitar saya dengan cara berbisnis kuliner.”

Hal ini sesuai dengan tujuan diselenggarakannya acara ini, yaitu untuk meningkatkan budaya makan ikan, meningkatkan persatuan bangsa dengan memperkenalkan masakan ikan khas daerah ke masyarakat Indonesia di daerah lain, dan memajukan bangsa melalui kuliner ikan nusantara.

“Tujuan acara ini sebenarnya adalah membuat orang lebih suka makan ikan, karena 70% dari wilayah kita adalah bahari,” ujar Chef Vindex. “Tak kalah dengan negara lain, kita menghasilkan berbagai hasil laut dengan kualitas sangat baik, contohnya tiram dari perairan Lombok.”

Kegiatan Lomba Masak Ikan Nusantara diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal masakan ikan sekaligus meningkatkan konsumsi ikan yang merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Ikan dengan kandungan protein tinggi dianggap solusi bagi masalah gizi buruk (stunting) yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Presiden Joko Widodo menyatakan peningkatan gizi menjadi sangat penting untuk menjawab kebutuhan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di kawasan maupun global.

Acara Lomba Masak Ikan Nusantara merupakan kerjasama  Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kantor Staf Presiden (KSP), serta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Femina Group (AMZ)

 

 

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.