Presiden Jokowi Minta Relawan Sebarkan Nilai Optimisme

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 12 Agustus 2017 - 04:53 WIB

Presiden RI Joko Widodo
Presiden RI Joko Widodo

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Joko Widodo mengajak agar para relawan pendukungnya dapat menyebarkan nilai-nilai optimisme sekaligus mengorganisasikan diri.

"Membutuhkan kerja keras kita semuanya untuk menyebarluaskan nilai-nilai optimisme, menyebarkan nilai positif kepada seluruh masrayakat jangan sampai kita terjebak hal-hal pesimisme karena otimisme, rasa bangga terhadap bangsa Indonesia sangat penting bagi kita semua," kata Presiden dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Pendukung Setia Jokowi 2017 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Jumat (11/8/2017)

Dalam acara yang dihadiri sekitar 10 ribu orang itu, ketua panitia Silatnas II Mohamat Yamin menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Jokowi untuk dapat menjabat sebagai Presiden RI hingga 2 periode.

"Jangan kita justru sekali menebar pesismisme dan rendah diri karena sekali lagi tantangan-tangangan ke depan semakin berat," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi juga meminta agar para relawan mengorganisasikan diri dengan mengajak rakyat memiliki etos kerja dan produktivitas yang baik dan tidak terjebak dengan bicara hal yang tidak perlu.

"Saya ingin mengingatkan kita semua untuk stop mencela menjelekkan, menyalahkan di antara saudara-saudara kita, saudara sebangsa dan setanah air, jangan lagi bicara 'hoax', ribut soal patung, ribut mengenai SARA, sibuk mengadu domba antar kita sendiri sehingga energi kita habis untuk hal-hal tidak produktif," jelas Presiden.

Selain itu Presiden juga mengingatkan mengenai tantangan perkembangan teknologi yang dapat mengubah pola interaksi manusia.

Ia menilai dalam 5-10 tahun lagi, masyarakt mungkin sudah tidak legi membaca koran maupun melihat TV.

"Hanya modal smartphone, HP, gadget, gawai sudah ada berita online ada di situ, mau llihat TV tinggal klik netflix, video juga ada di situ jadi perubahan sangat cepat," ungkap Presiden.

Selain perubahan teknologi informasi, kemudahan teknologi juga mengubah pola konsumsi masyarakat.

Ia mencontohkan, saat ini untuk membeli makanan dirinya tidak lagi perlu ke warung, cukup melalui perangkat digital atau ponsel, dirinya sudah bisa memesan lewat go-food, makanan diantarakan sampai ke rumah.

"Ini yang tidak kita perkirakan karena interaksi komunikasi sudah berubah dan ini yang harus disadari," kata Presiden.

Dalam kesmepatan tersebut, Presiden memohon maaf kepada para pendukungnya tidak bisa menyalami mereka satu per satu.

"Mohon maaf tidak bisa salami satu per satu, saya mau salami tapi tidak mudah, Saya baru masuk dua baris, keringat saya sudah keluar semua, semakin kurus saya nanti," kata Presiden mengundang tawa para relawan.

Ia kembali menegaskan agar para relawan agar dapat bekerja bersama-sama dan menjaga kepercayaan masyarakat.

"Kita jaga kerpecayaan karena modal kita itu, modal kita bisa dipercaya," ungkap Presiden.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Anggota Polri/ Brimob (Foto Ist)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:41 WIB

Upaya Pemberantasan Korupsi Bisa Dimulai dari Internal Polri Secara Menyeluruh

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas meragukan kesiapan Polri terkait dengan rencana membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi.

Miryam S. Haryani. (Foto: IST)

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:34 WIB

Anggota DPR Miryam S Haryani Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani dituntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Selasa, 24 Oktober 2017 - 03:28 WIB

Kapolri Tito Klarifikasi Pemberitaan Soal Korban Pemerkosaan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan 18 organisasi aktivis pemerhati perempuan, didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes Polri untuk melakukan klarifikasi atas sebuah…

Workshop Pengendalian dan Pengawasan Koperasi Bagi Aparatur Kabupaten/Kota di Jawa Timur, di Kota Batu, Malang, Senin (23/10).

Senin, 23 Oktober 2017 - 22:24 WIB

Pemerintah Awasi 12 Koperasi Bermasalah Ini

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM tengah mengawasi dan mewaspadai keberadaan 12 koperasi bermasalah dan melakukan praktik menyimpang.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) gelar Forum Group Discussion dengan Asosiasi Haji dan Umrah terapkan aturan SPM

Senin, 23 Oktober 2017 - 22:05 WIB

Ashpurindo Usulkan Izin PPIU Diberlakukan Seumur Hidup

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji, Umrah Inbound Indonesia (Asphurindo), Syam Resfiadi menginginkan adanya pemberian izin usaha umroh berlaku seumur hidup bagi penyelenggara yang telah…