Jamkrindo Gandeng Malaysia di Bidang Pendidikan Industri Penjaminan

Oleh : Wiyanto | Jumat, 11 Agustus 2017 - 23:24 WIB

Diding S. Anwar: Kinerja Perum Jamkrindo Cukup Baik Semester I 2017 (Foto Rizki Meirino)
Diding S. Anwar: Kinerja Perum Jamkrindo Cukup Baik Semester I 2017 (Foto Rizki Meirino)

Industry.co.id-Kuala Lumpur - Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan Asian Institute of Chartered Bankers (AICB) ---sebuah lembaga pendidikan di Malaysia--- menandatangani kerjasama kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk mencetak tenaga-tenaga ahli di industri penjaminan.

Kerjasama ini ditandatangani langsung Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar dan Anggota Dewan AICB Datuk Muhammad Azmi, di Conference Hall, Bank Negara Malaysia, pada Jumat (11/8/2017).

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Perum Jamkrindo. Diantaranya, Direktur Operasional dan Jaringan R Sophia Alizsa,  Direktur Keuangan dan SDM PT Jamkrindo Syariah Endang Sriwinarni, Sekretaris Perusahaan Perum Jamkrindo Abdul Bari,  Kepala Divisi Penjaminan Suretyship dan Non Bank Amin Mas'udi, Kepala Divisi SDM Sudibyo Utomo, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Aribowo, Kepala Divisi Hukum Natsir Rahmadi, serta Pranata Utama Divisi Bisnis Penjaminan Agus Supriadi.

Dalam kesempatan itu, Diding menyampaikan bahwa Perum Jamkrindo menyambut baik kerjasama yang dilakukan ini, karena AICB yang sudah berdiri sejak 1977 itu memiliki jaringan dan SDM yang sangat handal. "Kami berharap kerjasama ini nantinya akan memberikan keuntungan untuk perkembangan perusahaan di Indonesia dan Malaysia. Saya juga percaya dengan kerjasama ini akan membawa perubahan baru bagi kedua belah pihak untuk perkembangan bisnis perusahaan di masa depan di kedua negara," kata Diding.

Selain itu, Diding juga menekankan bahwa kerjasama ini bukan hanya untuk peningkatan SDM Perum Jamkrindo dan Jamkrindo Syariah saja. "Harus lebih luas dari itu, yaitu peningkatan kualitas SDM bagi seluruh perusahaan penjaminan di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo). Indonesia sudah memiliki 34 Jamkrida di 34 provinsi", papar Diding.

Bagi Diding, langkah strategis MoU ini guna menjawab tantangan Jamkrindo ke depan dalam era disruption fintech. "Selain fokus pada digitalisasi, kita komit Jamkrindo dalam meningkatkan kapabilitas dan kapasitas SDM yang sudah ada dan yang akan datang dengan melakukan kerjasama dan sharing session tingkat international dengan AICB. Khususnya dalam pendidikan berkenaan dengan penjaminan  dan keuangan non bank secara professional dan harus diakui sebagai bukti standing posisi sama khususnya dalam industri apapun", jelas Diding.

Untuk implementasi MoU tersebut, tambah Diding, dengan melakukan pendidikan dan pengembangan dengan program sharing session. Antara lain, pendidikan keuangan profesional, professional training praktik penjaminan, dan profesional capacity building.

"Dengan pendidikan profesional yang dikemas secara mutualism akhirnya ada sertifikasi yang akan diberikan dan diakui bagi yang telah selesai mengikuti program ini. Dan yang paling penting praktika dalam industri penjaminan harus punya prasyarat sertifikat program ini sebagai indikator kemampuan dalam menjalankan industri penjaminan, baik lokal maupun daya saing international", imbuh Diding.

Sedangkan dalam sambutannya, Anggota Dewan AICB Datuk Muhammad Azmi mengungkapkan bahwa pembicaraan tentang kolaborasi dengan Jamkrindo sudah sejak April tahun ini. "Dan saya senang ini berujung menjadi penandatanganan MoU penting ini. Kami juga merasa terhormat dapat melakukan kerjasama dengan Perum Jamkrindo, dimana sebagai perusahaan penjaminan kredit pertama dan terbesar di Indonesia yang  fokus pada aktivitas bisnis penjaminan kredit, baik konvensional maupun syariah", kata Datuk Muhammad.

Menurut Datuk Muhammad, kerjasama dengan Jamkrindo ini bertujuan mencetak profesionalisme praktisi penjamin kredit pada Jamkrindo dan memastikan bahwa mereka memiliki keahlian untuk memenuhi permintaan dan tantangan ke depannya. "Dengan begitu, prioritas jangka pendek untuk kedua pihak adalah bekerja untuk mengimplementasikan prakarsa ini", tegas Datuk Muhammad.

Datuk Muhammad menambahkan, MoU ini akan masuk pada langkah penting untuk kedua perusahaan agar dapat lebih kuat, mempromosikan, bekerjasama dan saling membantu satu sama lain dalam hal pendidikan keuangan profesional. Lingkup kerjasamanya, pertukaran keahlian, promosi AICB, kualifikasi profesional kredit untuk pengembangan staf Jamkrindo. "Ke depannya, kerjasama antara AICB dan Jamkrindo akan dipandu oleh prinsip-prinsip kerjasama yang tertera pada MoU", tukas dia.

Lebih dari itu, lanjut Datuk Muhammad, MoU tidak hanya memperkuat hubungan antara AICB dan Jamkrindo saja, tapi juga antara Indonesia dan Malaysia. "Seperti kita ketahui, salah satu bank terbesar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri, akan segera beroperasi sebagai bank komersial di Malaysia akhir tahun ini", pungkas Datuk Muhammad.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 21:32 WIB

Jokowi-Ma`ruf Amin Nomor Urut 1, Prabowo - Sandiaga Uno Nomor Urut 2

Pasangan Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilu Presiden 2019. Dengan demikian, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno memperoleh nomor urut 2.

Ilustrasi Rokok Ilegal ((Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 19:59 WIB

Dampak Peredaran Rokok Ilegal, Negara Dirugikan Rp 1 Triliun Pertahun

Peredaran rokok ilegal (tanpa cukai) di Tanah Air ternyata masih cukup besar. Berdasar temuan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui survei cukai rokok ilegal sepanjang tahun 2018, ditemukan…

Hikvision Luncurkan EZVIZ

Jumat, 21 September 2018 - 19:50 WIB

Dolar AS Naik, Pasar CCTV Alami Penurunan Penjualan

Nilai tukar rupiah masih menunjukan tren pelemahan. Kurs mata uang Garuda masih bertengger di level Rp 14.898 per dolar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 21 September 2018 - 19:30 WIB

Menperin Yakinkan Investor Singapura untuk Tingkatkan Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakinkan kepada investor dan pelaku usaha Singapura untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 19:20 WIB

Polemik Impor Beras, Siapa Layak Dievaluasi ?

Hembusannya seperti menemukan momentum saat terjadi polemik impor beras antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.