Menteri Airlangga Dorong Produsen Mobil Tingkatkan Produksi Mobil Sedan

Oleh : Ridwan | Jumat, 11 Agustus 2017 - 14:11 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat melihat salah booth di pameran otomotif GIIAS 2017
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat melihat salah booth di pameran otomotif GIIAS 2017

INDUSTRY.co.id - Tangerang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, industri otomotif dalam negeri sudah ekspor ke beberapa negara. Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menemani Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka The 12th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di ICE BSD, Tangerang (11/8/2017).

"Saat ini kami terus mendorong produsen mobil untuk meningkatkan produksi mobil jenis sedan. Mobil sedan harus ditingkatkan karena lebih diminati oleh orang luar negeri," ungkap Airlangga.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai ekspor mobil 2017 dapat tumbuh sekitar 10 persen. Untuk merealisasikan target itu, Kemenperin merasa perlu meningkatkan penelitian dan pengembangan produk dalam penguatan inovasi, serta daya saing sekaligus memenuhi selera konsumen global.

Sebelumnya, ia mengungkapkan, produksi nasional kendaraan roda empat saat ini mencapai 1,1 juta unit per tahun dengan jumlah ekspor sebanyak 200 ribu unit per tahun. "Adapun target produksi nasional kendaraan roda empat pada 2020 mencapai 2,5 juta unit," terangnya.

Menurut Airlangga, impor mobil CBU dibanding dengan ekspor mengalami kenaikan, pada tahun 2015 surplus sebanyak USD 466 juta dan akhir tahun 2016 sudah meningkat menjadi USD 600 juta. "Hal ini menyimpulkan Indonesia telah menjadi nett eksporter dari otomotif," katanya.

Sementara dari sisi investasi, tahun 2017 nilai investasi sektor otomotif  yang sudah diselesaikan sebesar RP16,5 triliun. Ini penting bahwa industri otomotif terus tumbuh dan menimbuklkan kepercayaan terhadap investor terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah sehingga menambahkan lapanbgan pekerjaan sebesar 5.00 orang," imbuh Menperin.

Kementerian Perindustrian tengah menyusun kebijakan untuk menyempurnakan kebijakan sebelumnya yang terkait dengan kendaraan low carbon emission, termasuk kendaraan hybird dan mobil listrik.

Pemerintah akan memberikan insentif kepada low carbon vehicle dibanding dengan mobil konvensional. Hal ini terkait dengan target Kemenperin tahun 2025, dimana sebanyak 20% atau 400 ribu kendaraan rendah emisi dapat masuk ke pasar Indonesia.

"Disamping itu kami menegaskan pusat inovasi menjadi penting karena dunia akan memasuki era baru dimana low cost emission vehicle menjadi salah satu modal untuk jadi penggerak pengganti carbon fuel. Pada akhirnya kami mengupayakan agar EURO4 diharapkan bisa tuntas sebelum pelaksanaan Asian Games 2018," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Huawei

Senin, 18 Desember 2017 - 15:33 WIB

Huawei Diperkirakan Akan Luncurkan P11 Diawal 2018 Mendatang

Huawei lanjutkan kerjasama dengan produsen kamera asal Jerman , Leica yang akan meluncurkan Huawei P11 yang diperkirakan akan diluncurkan pada awal tahun 2018 mendatang.

Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Ist)

Senin, 18 Desember 2017 - 15:30 WIB

2018, Serangkaian Event Olahraga dan Agenda Pariwisata Bakal Hadir Meriahkan Batam

Selain meningkatkan pariwisata di Kepulauan Riau, Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki beberapa agenda untuk meningkatkan ekonomi terutama dari bidang pariwisata.

ICAEW Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Pesat Sebesar 5,3 Persen di 2018

Senin, 18 Desember 2017 - 15:14 WIB

ICAEW Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Pesat Sebesar 5,3 Persen di 2018

Lapora terbaru Economic Insight: South-East Asia mengungkapkan, prospek perkembangan Indonesia tertahan oleh belanja konsumen yang lesu. Namun, pertumbuhan masih diperkirakan akan naik hingga…

Gedung Bank Indonesia

Senin, 18 Desember 2017 - 15:00 WIB

BI Siap Beri Sangsi Perusahaan Pembayaran Tak Berijin

Bank Indonesia (BI) berkomitmen menjaga perlindungan konsumen dan sekaligus keberlangsungan usaha pada pelaku jasa sistem pembayaran.

Go-Jek (ist)

Senin, 18 Desember 2017 - 14:30 WIB

Bank Indonesia Proses Ijin Akuisisi Gojek

Bank Indonesia (BI) sedang memproses perijinan akuisisi Gojek terhadap dua perusahaan calon jasa sistem pembayaran. Meskipum Gojek bukan pelaku jasa sistem pembayaran tetap harus ijin ke BI.…