10 Produk Ekspor Indonesia Dibutuhkan Pengusaha Qatar

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 11 Agustus 2017 - 09:25 WIB

 IKM tekstil Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
IKM tekstil Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Dewan Bisnis Indonesia-Qatar Hendra Hartono mengatakan Qatar telah mengajukan permintaan untuk melakukan impor 10 jenis barang dari Indonesia dalam waktu dekat ini.

Permintaan itu disampaikan melalui Kedutaan Besar Indonesia di Qatar.

"10 jenis barang tambahan itu di luar produk utama yang biasa kita ekspor di antaranya alat tulis kantor, kertas, furnitur, ayam potong, briket, makanan jadi, ikan segar, produk garmen, mesin jahit hingga obat-obatan," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (10/8/2017)

Hendra mengatakan 10 jenis barang tambahan itu punya potensi besar untuk bisa diimpor dari Indonesia. Ia berharap ekspor produk yang diminta itu bisa segera terealisasi lantaran negara lain juga tengah membidik peluang serupa.

Kompetitor seperti Vietnam, Malaysia atau Thailand juga disebutnya terus mengintip peluang ekspor ke Qatar.

"Mereka malah diuntungkan dengan jarak yang lebih dekat. Itu masalah kita. Tapi, kita juga punya peluang karena punya produk yang lebih unggul seperti semen misalnya," katanya.

Ketua Komite Tetap Timur Tengah dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) Kadin Indonesia Fachry Thaib menuturkan potensi ekspor ke Qatar masih sangat besar. Terlebih dalam kondisi Qatar saat ini yang kena blokade negara sekitar di tengah persiapan perhelatan Piala Dunia 2022.

Meski tengah dilanda krisis, Fachry menilai hal tersebut sebagai peluang bisnis untuk meningkatkan ekspor. Meski ekspor tetap berjalan, ia menyebut blokade memang menyebabkan ekspor ke Qatar kini tidak bisa dilakukan lewat Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sehingga menyebabkan kenaikan ongkos kirim barang.

"Akibat diblokade, barang kita bisa lewat Oman atau Iran. Tadinya kan lewat Dubai. Memang jadi ada peningkatan biaya ongkos, tapi tidak signifikan. Misalnya yang tadinya sebesar 1.400-1.600 dolar AS per kontainer menjadi 1.800 dolar AS atau maksimal 2.000 dolar AS per kontainer," katanya kepada awak media.

Kenaikan biaya ongkos tersebut, lanjut Fachry, masih dapat kompensasi dengan nilai jual yang tinggi. Terlebih, ia mengaku telah mendapatkan pembeli potensial.

"Indonesia netral, jadi tidak usah takut kalau kita ekspor ke Qatar. Kita netral. Peluang ini harus kita ambil. Nanti kalau Malaysia ekspor duluan kita ngomel. Apalagi Qatar juga menilai kita karena persaudaraan sebagai sesama negara muslim," tukasnya.

Sepanjang 2016 nilai ekspor Indonesia ke Qatar mencapai 900 juta dolar AS. Sementara hingga pertengahan 2017, nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai sekitar 700 juta dolar AS. Upaya mendongkrak ekspor didorong untuk bisa terus dilakukan agar nilainya tidak anjlok, terutama dengan adanya krisis yang mendera negara tersebut.

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar karena hubungan negara ini dengan Iran dan anggapan bahwa kedua negara mendukung kelompok-kelompok teroris yang bertujuan mengacaukan Teluk, khususnya kaitan Qatar dengan Ikhwanul Muslimin yang dianggap ancaman oleh keempat negara.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Dian Rachmawan (kedua dari kiri), President (ASEAN) Cisco Systems Naveen Menon (kedua dari kanan), Managing Director (ASEAN) Cisco Systems Dharmesh Malhotra (paling kanan) dan Vice President Enterprise Bu

Senin, 21 Mei 2018 - 22:42 WIB

Telkom dan Cisco Mendukung Transformasi Digital BUMN

INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan Cisco International Limited (Cisco) sepakat untuk mendukung transformasi digital BUMN. Kesepakatan dua perusahaan tersebut…

Tito Sulistio, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (Foto Dok Industry.c.id)

Senin, 21 Mei 2018 - 21:46 WIB

MSCI Dikhawatirkan Bakal Turunkan Bobot Investasi Indonesia

Setelah mendepak beberapa saham Indonesia yang terdapat di MSCI Small Cap Indeks beberapa waktu lalu, Morgan Stanley kini mulai memasukkan 302 saham baru yang diambil dari indeks bursa saham…

PTAIA Financial (AIA),salah satu perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan Gratis.

Senin, 21 Mei 2018 - 21:28 WIB

AIA Berikan Asuransi Jiwa Cuma-Cuma untuk Para Pemudik

PT AIA Financial, salah satu perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia,memperkenalkan produk baru untuk perlindungan jiwa khusus dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, yaitu Asuransi Kecelakaan…

Kris Wijoyo Soepandji berikan orasi GETANKAS: Geopolitik, Ketahanan Nasional, dan Kemerdekaan Sejati (Foto: Jababeka)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:39 WIB

Paham Geopolitik Dibutuhkan untuk Samakan Persepsi Bangsa

Pengajar Dasar-Dasar Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Kris Wijoyo Soepandji, mengatakan bahwa dunia saat ini memasuki perang generasi keempat. Perang generasi keempat…

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 21 Mei 2018 - 19:28 WIB

Penjualan Tunas Baru Lampung Ditargetkan Tumbuh 10-15% pada 2018

Penjualan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) ditargetkan antara Rp9,87-10,31 triliun pada 2018, atau diharapkan tumbuh antara 10-15% dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada 2017…