Co-Branding, Logo Wonderful Indonesia Bakal Hiasi Beberapa Produk Lokal

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 10 Agustus 2017 - 18:50 WIB

Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) (Foto: Kemenpar)
Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) (Foto: Kemenpar)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Wonderful Indonesia Co-Branding Forum (WICF) merupakan Kegiatan yang baru pertama kali dan akan diselenggarakan secara berkala oleh Kementerian Pariwisatawa sebagai upaya mengajak brand perusahaan besar, menengah, maupun kecil di seluruh Indonesia untuk melakukan kolaborasi melalui co-branding partnership.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia sekaligus mensukseskan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019.

Kegiatan WICF didahului dengan panandatangan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kemenpar dengan brand (perusahaan) yang telah mencapai kesepakatan kerjasama co-branding partnership

Menpar Arief Yahya menjelaskan, inisiatif co-branding partnership ini diluncurkan untuk memanfaatkan momentum meroketnya kinerja brand WI terlihat dari brand equity WI kini sudah sangat kokoh sebagai hasil pengembangan (building brand) selama 2,5 tahun terakhir.

“Brand Wondeful Indonesia kini kian melejit di tengah menurunnya kinerja brand-brand pesaing regional. Pada 2013, brand WI praktis tidak dikenal di dunia karena berada di posisi 70 dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF)," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id, Kamis (10/8/2017).

Pada tahun 2015 peringkat kita naik pesat di posisi 50 dari total 141 negara, dan tahun ini naik delapan peringkat ke posisi 42 dunia. Menariknya, kinerja pariwisata Indonesia naik delapan level, di saat Malaysia turun dua peringkat di posisi 26,  Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di papan 34, sambungnya.

"Tak hanya itu, kini brand WI sudah menjadi global brand karena exposure kita di mancanegara sudah cukup massif seperti armada bis di ajang Piala Eropa 2016 dan billboard di Times Square New York,” kata Arief Yahya.

Daya saing pariwisata Indonesia diproyeksikan akan naik 12 peringkat berada di posisi 30 besar dunia pada 2019 dan betul-betul akan diperhitungkan di tingkat  dunia. Artinya Indonesia menjadi destinasi penting dunia dan pariwisata menjadi industri strategis dan menjadi core economy Indonesia.

Untuk melesatkan lagi peringkat TTCI ke posisi 30 besar dunia Indonesia perlu melakukan inovasi-inovasi lebih lanjut dalam melakukan brand building dengan meluncurkan inisiatif co-branding partnership.

Sesungguhnya co-branding partnership ini selama ini, menurut Arief Yahya, sudah berjalan walaupun masih sangat terbatas dan tidak sistematis.

"Dengan adanya inisiatif co-branding partnership ini, diharapkan kolaborasi dan sinergi brand Wonderful Indonesia dengan brand di seluruh Indoensia akan semakin intensif lagi dan diharapkan partisipasi brand dalam mempromosikan sektor pariwisata juga akan semakin besar lagi," pungkas, Arief Yahya.

Brand  yang melakukan MoU co-branding partnership dengan Kemenpar antara lain Martha Tilaar, JJ Royal, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sunpride, Sarinah, Rumah Zakat, Sekar Group, Krisna Oleh-Oleh, Secret Garden, Sababay Wine, Bon Gout, Achilles, Garuda Food, Dapur Solo, dan Malang Strudel.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MyRepublic gelar kompetisi antar sekolah dengan tema Dunia Dalam Genggamanku. Kompetisi digelar di 6 kota besar yaitu Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Malang, Palembang, dan Medan mulai tanggal 5 Maret 2018 26 Maret 2018

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:34 WIB

Begini Startegi MyRepublic Kejar 500 Ribu Jaringan Baru

INDUSTRY.co.id, Jakarta -MyRepublic, perusahaan penyedia layanan internet cepat dan hiburan tanpa batas tahun ini menargetkan 500.000 jaringan baru, salah satunya ialah melalui kerjasama dengan…

Peluncuran Generali Protection (G-PRO) (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:20 WIB

Generali Gandeng Bank BTN Berikan Perlindungan Penyakit Kritis Bagi Nasabah KPR

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia)bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)kembali meluncurkan Generali Protection (G-PRO).

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:50 WIB

Industri Sarung Tangan Karet, Dari 40 Pabrik Tersisa 5 Pabrik, Mengerikan!

Isu penutupan pabrik hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku industri. Harga gas yang tak kunjung turun menjadi pemicu tutupnya beberapa pabrik di Indonesia.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:03 WIB

Kisruh Harga Gas Buat Investor Wait and See, Industri Petrokimia Makin Tak Matang

Investasi sektor petrokimia hingga saat ini masih belum ada perencanaan yang matang. Pasalnya, investor masih menunggu ketegasan pemerintah terkait penurunan harga gas untuk industri.

CEO blanja.com Aulia E Marinto

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:00 WIB

Industri UMKM Harus Punya Kreativitas E-Commerce

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memiliki kreativitas dalam memberdayakan "e-commerce" (perdagangan…