Yamaha Akan Produksi Mesin Motor Besar dan ROV di Indonesia

Oleh : Hariyanto | Rabu, 09 Agustus 2017 - 13:32 WIB

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM)

INDUSTRY.co.id , Jakarta - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengumumkan akan memproduksi mesin motor besar dan ROV (recreational off-highway vehicle) di Indonesia. Produksi mesin motor besar akan dimulai pada tahun ini, sedangkan mesin ROV akan dimulai pada 2019.

"YIMM ditunjuk YMC (Yamaha Motor Company) Jepang untuk memproduksi mesin motor besar dan ROV karena kualitasnya yang tinggi dan hasil produksinya yang sudah terpercaya, terbukti dari ekspor sepeda motor yang diterima dengan sangat baik di pasar global," kata M Abidin, GM After Sales & Public Relation PT YIMM.

Mesin motor MT-07 menjadi salah satu mesin motor besar yang akan diproduksi di Indonesia. Adapun mesin ROV baru akan masuk daftar produksi.

Yamaha telah menyiapkan negara mana saja yang akan menjadi tujuan ekspor antara lain, mesin motor besar akan diekspor ke Eropa sebagai pasar utama dan mesin ROV ke pasar Amerika Serikat.

Namun, pihak Yamaha Indonesia menegaskan dengan diproduksinya mesin motor besar dan ROV di Indonesia, bukan berarti unit motor besar dan motor ROV juga akan diproduksi di sini.

"Tidak ada rencana memproduksi unit motor besar dan unit ROV di Indonesia. Impor motor besar juga akan terus kami lakukan," tegas Abidin. (tar)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran Generali Protection (G-PRO) (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:20 WIB

Generali Gandeng Bank BTN Berikan Perlindungan Penyakit Kritis Bagi Nasabah KPR

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia)bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)kembali meluncurkan Generali Protection (G-PRO).

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:50 WIB

Industri Sarung Tangan Karet, Dari 40 Pabrik Tersisa 5 Pabrik, Mengerikan!

Isu penutupan pabrik hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku industri. Harga gas yang tak kunjung turun menjadi pemicu tutupnya beberapa pabrik di Indonesia.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:03 WIB

Kisruh Harga Gas Buat Investor Wait and See, Industri Petrokimia Makin Tak Matang

Investasi sektor petrokimia hingga saat ini masih belum ada perencanaan yang matang. Pasalnya, investor masih menunggu ketegasan pemerintah terkait penurunan harga gas untuk industri.

CEO blanja.com Aulia E Marinto

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:00 WIB

Industri UMKM Harus Punya Kreativitas E-Commerce

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memiliki kreativitas dalam memberdayakan "e-commerce" (perdagangan…

LUNA V Lite

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:41 WIB

Fokus ke Produk, LUNA Smartphone Optimis Kuasai Pasar Dalam 3 Tahun

Luna V Lite dengan layar Fullscreen rasio 18:9 mampu menghadirkan kualitas yang sama dengan harga yang cukup fantastis yaitu 1,7 jutaan.