Industri Kaca Tambah Kapasitas Produksi, Kemenperin Pacu Ketersediaan Bahan Baku dan Energi

Oleh : Hariyanto | Rabu, 09 Agustus 2017 - 07:52 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu CEO Asahi Glass Co. Ltd (AGC) Jepang, Takuya Shimamura
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu CEO Asahi Glass Co. Ltd (AGC) Jepang, Takuya Shimamura

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Industri kaca nasional menambah kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus membidik pasar ekspor. Untuk itu, pemerintah memberikan apresiasi terhadap langkah ekspansi sektor tersebut karena akan memperkuat struktur industri di dalam negeri.

“Mereka melaporkan mengenai relokasi di Cikampek, Jawa Barat. Melalui pabrik baru ini, jumlah produksi ditargetkan meningkat 200 ribu ton dan rencananya beroperasi pada tahun 2019,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan CEO Asahi Glass Co. Ltd (AGC) Jepang, Takuya Shimamura beserta jajarannya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Menperin menjelaskan, perluasan usaha ini dilakukan oleh PT Asahimas Flat Glass Tbk., yang berlokasi di kawasan Ancol, Jakarta Utara dengan memiliki kapasitas terpasang satu juta ton kaca lembaran per tahun dari dua lini produksi. “Satu furnace yang pindah ke Cikampek, kapasitasnya menjadi 700 ribu ton per tahun, dari awalnya yang hanya 500 ribu ton per tahun," ungkapnya.

Untuk mencapai sasaran produksi tersebut, pihak Asahimas Flat Glass meminta kepastian pasokan bahan baku. Pasalnya, PT Asahi Chemical sempat mengalami kekurangan stok garam selama tiga minggu, yang digunakan untuk memproduksi soda kostik sebagai bahan baku kaca. “Tetapi menurut laporan mereka, kalau masalah bahan baku itu sudah selesai dan sudah bisa diatasi,” tutur Airlangga.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mamacu ketersediaan bahan baku dan energi bagi industri sehingga tidak terkendala dalam proses produksinya. "Industri kaca merupakan sektor yang potensial, karena sudah mampu ekspor," tegasnya. Dengan kelancaran produksi, efek ganda yang dibawa industri akan berjalan baik seperti pada peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan penerimaan devisa.

Menurut Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono, selama ini pasokan silika untuk Asahimas berasal dari Belitung yang beberapa waktu terhambat dan hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan. "Mereka butuh 50 ribu ton silika setiap bulan. Jika bahan baku itu harus impor, ongkos produksi bisa membengkak,” ungkapnya.

Sementara itu, Shimamura menyampaikan, Asahi tetap melanjutkan investasi yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir di Indonesia. "Total ekspansi kami terhitung dalam 3-4 tahun belakangan ini sudah USD 1,5 miliar. Pabrik kimia saja sekitar USD 1 miliar," sebutnya. Saat ini, PT Asahi Chemical mulai membangun pembangkit listrik dan pabrik kimia senilai USD 400-500 juta serta total investasi untuk proyek relokasi PT Asahimas Flat Glass Tbk. diperkirakan mencapai USD 167 juta.

Selain kapasitas produksi meningkat, Asahimas juga menerapkan teknologi khusus di pabrik Cikampek. Informasi dalam keterbukaan publik Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, tungku pabrik Cikampek ramah lingkungan dan efisien menyedot bahan bakar. Sementara kaca produksi pabrik tersebut untuk kebutuhan arsitektur dan otomotif.

Asahimas menjual kaca produksi pabrik Cikampek ke pasar dalam dan luar negeri. Untuk negara tujuan ekspor, mereka menyasar ke Amerika Serikat, Brasil, Belgia, Italia, Pakistan, Thailand, Singapura, China, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Jepang. Hingga kuartal III 2016, penjualan domestik Asahimas sebesar Rp 1,71 triliun dan penjualan ekspor sekitar Rp 1,07 triliun.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi pelayanan Jamkrindo. (Foto: Istimewa)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 21:54 WIB

Perum Jamkrindo Terima 30 Mahasiswa Program Magang

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia meneriman sebanyak 30 orang Mahasiswa magang dari Vokasi Universitas Indonesia, Universitas Negeri…

Agus Harmurti Yudhoyono (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 21:00 WIB

Terima Kasih AHY, GN, RR, dan MMD!

Kita dapat menilai budi pekerti seseorang dari kenyataan sikap diri menghadapi musibah yang menimpa.

Melany Dian Risiyantie,

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:34 WIB

Melany Dian Risiyantie Nilai Artis Nyaleg Punya Nilai Positif & Negatif

Dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Legislatif yang sudah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Senin, 13/8, kemarin terdapat 54 orang nama artis atau selebritas. Hal ini menunjukkan dunia…

Kementerian PUPR terapkan teknologi RISHA

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:32 WIB

Kementerian PUPR Terapkan Teknologi RISHA Rekonstruksi Rumah di Lombok

Konstruksi rumah tahan gempa diperlukan sebagai mitigasi bencana karena wilayah Lombok termasuk salah satu wilayah rawan gempa.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (Foto Ist)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:20 WIB

Beda Koalisi dengan Jokowi, Asman Abnur Bukan Lagi Menteri Aparatur Negara

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, mengonfirmasi Asman Abnur telah mengundurkan diri dari Kabinet Kerja. Dengan begitu, Abnur bukan lagi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…