Koalisi Pengendalian Tembakau Tagih Komitmen Presiden Jokowi

Oleh : Hariyanto | Selasa, 08 Agustus 2017 - 15:26 WIB

Kebun Tembakau (Ist)
Kebun Tembakau (Ist)

INDUSTRY.co.id

Jakarta- Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau menagih komitmen Presiden Joko Widodo dalam pengendalian tembakau untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Menurut siaran pers dari Koalisi yang diterima Redaksi di Jakarta, Selasa (8/8/2017), SDGs hanya akan dapat tercapai bila pemerintah Indonesia mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC).

Pada Sidang PBB pada 25 September 2016 di New York, Amerika Serikat, pemerintah Indonesia telah berkomitmen dengan menandatangani SDG yang salah satu tujuannya memperkuat penerapan FCTC untuk pengendalian tembakau.

Koalisi juga meminta pemerintah melaksanakan rekomendasi Komite Ekonomi, Sosial dan Budaya (Ekosob) PBB dan secara tegas menolak intervensi industri rokok dalam kebijakan pengendalian tembakau.

Pada 2014, Komite Ekosob secara umum telah mendorong pemerintah Indonesia untuk meratifikasi FCTC. Dalam dokumen resminya, Komite Ekosob memberikan empat rekomendasi kepada pemerintah Indonesia.

Rekomendasi pertama adalah pemerintah harus melakukan pencegahan atas risiko kesehatan serius terkait rokok, terutama pada remaja dan anak-anak.

Rekomendasi kedua adalah pemberlakuan peraturan antitembakau yang mencakup larangan merokok di ruangan dalam gedung, sedangkan rekomendasi ketiga adalah memperkuat larangan iklan, promosi dan sponsor rokok.

Rekomendasi keempat adalah penerapan pendekatan berbasis hak asasi manusia atas penggunaan tembakau, memberikan layanan kesehatan yang layak, rehabilitasi, dan dukungan layanan psikologis bagi pecandu rokok.

Pada Juni 2017, Komite Ekosob juga telah mengeluarkan resolusi yang ditujukan kepada seluruh badan di lingkungan PBB terkait upaya intervensi industri rokok.

Namun, pemerintah Indonesia tidak menanggapi rekomendasi tersebut, terutama terkait aksesi FCTC. Hingga saat ini Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang belum mengaksesi FCTC dan memiliki aturan hukum yang kuat dan komprehensif untuk melindungi generasi.

Meskipun sudah ada peraturan hukum nasional yang mengakomodasi sebagian besar isu FCTC dalam konstitusi dan berbagai produk undang undang, tetapi ratifikasi tetap dianggap perlu dalam konteks kepentingan hukum dan komitmen international.

Di balik tuntutan yang disampaikan, Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau tetap mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang tidak bersedia melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pertembakauan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 Januari 2019 - 22:56 WIB

BNI-PNM Salurkan KUR Melalui Program Mekaar Naik Kelas

Menginjak usia ke-12 tahun kerja sama antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, kedua BUMN tersebut mengembangkan kerjasamanya…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Kemenperin dok)

Jumat, 18 Januari 2019 - 20:03 WIB

Menperin Airlangga Dorong Perluasan Kawasan Industri Makassar Hingga 1000 Hektare

Kementerian Perindustrian mendorong perluasan Kawasan Industri Makassar (KIMA) di Sulawesi Selatan hingga 1.000 hektare (Ha).

BPJS Kesehatan. (Foto: IST)

Jumat, 18 Januari 2019 - 17:52 WIB

Ini Kata BPJS Kesehatan Soal Biaya Urunan Peserta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peraturan baru, (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 terkait Pengenaan Urun Biaya BPJS Kesehatan dan Selisih Biaya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu…

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bekerja sama dengan PT Indomobil Multi Trada Group menggelar program Suzuki Day pada 19 20 Januari 2019. Bertempat di diler Indomobil Multi Trada Pondok Indah mulai pukul 08.0016.00 WIB

Jumat, 18 Januari 2019 - 17:42 WIB

Suzuki Gelar Program 'Suzuki Day' Gratis Servis dan Oli

Untuk memanjakan pelanggan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bekerja sama dengan PT Indomobil Multi Trada Group menggelar program Suzuki Day pada 19 20 Januari 2019.

Juara Liga I Indonesia 2018, Persija mengumumkan kerja sama dengan salah satu perusahaan makanan dan minuman ternama di Indonesia, yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) melalui brand Indomie

Jumat, 18 Januari 2019 - 17:34 WIB

Indomie Dukung Persija Makin Berprestasi

Juara Liga I Indonesia 2018, Persija mengumumkan kerja sama dengan salah satu perusahaan makanan dan minuman ternama di Indonesia, yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) melalui brand…