Pemerintah Upayakan Penarikan PPN Tembakau 10 Persen

Oleh : Herry Barus | Selasa, 20 Desember 2016 - 22:55 WIB

Petani Tembakau (ist)
Petani Tembakau (ist)

INDUSTRY.co.id -Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah terus mengupayakan penarikan pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) produk tembakau atau rokok menjadi 10 persen.

Saat ini, besaran PPN rokok hanya dipungut di tingkat produsen dengan tarif 8,7 persen, sementara pemerintah menginginkan penarikan PPN rokok dilakukan dalam dua tahap yakni dengan tarif 10 persen saat produk rokok keluar dari pabrik, dan 10 persen lagi ketika distributor besar atau pedagang besar menjualnya ke masyarakat.

"Sekarang masih kami bicarakan dengan industri, mereka minta waktu dua sampai tiga tahun untuk mempersiapkan jalur distribusi," ujar Suahasil dalam diskusi mengenai harga rokok yang diselenggarakan Center for Health Economics and Policy Studies Universitas Indonesia (CHEPS UI) di Jakarta, Selasa.

Melalui penyusunan rantai distribusi yang jelas, pemerintah berharap ketaatan pajak dalam kegiatan industri rokok juga meningkat, karena semua pihak yang terlibat dalam produksi hingga distribusi diharuskan memiliki NPWP.

Namun, mengingat industri rokok masih meminta waktu untuk menyepakati kebijakan ini, pemerintah berencana menerapkan opsi kebijakan lain yang lebih implementatif untuk diterapkan saat ini yakni dengan penarikan PPN di tingkat produsen sebesar 9,1 persen, sesuai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Awal tahun ini ada temuan BPK yang menyatakan bahwa penarikan PPN yang ada tidak sesuai dengan tarif yang benar, ini akan kami perbaiki sehingga tarifnya akan naik dari 8,7 persen menjadi 9,1 persen," ungkap Suahasil.

Kedua opsi tersebut, menurut dia, sedang dikaji oleh Kementerian Keuangan dan akan diputuskan dalam waktu dekat.

Dalam catatan Antara, wacana kenaikan PPN rokok menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pelaku industri rokok, salah satunya Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo).

Gaprindo menilai wacana tersebut akan memberi beban ganda terhadap industri rokok karena pemerintah baru saja memutuskan menaikkan tarif cukai hasil tembakau rata-rata sebesar 10,54 persen untuk 2017.(Hrb)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

MedcoFoundation gelar Talkshow Literasi Budaya Nusantara (dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 18 Desember 2017 - 23:16 WIB

Melalui Nusa Buku, Medco Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Nusantara

Medco Group mengajak semua elemen bekerja bersama memperkuat literasi budaya nusantara.

Menteri Perindusterian Airlangga Hartarto

Senin, 18 Desember 2017 - 21:34 WIB

Inilah Strategi Kemenperin Tangkap Peluang Pengembangan Era Digital

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya tidak hanya mengajak kepada pelaku industri berskala besar, tetapi juga industri kecil dan menengah (IKM) agar ikut menangkap peluang…

Mobil Listrik Supercar Lowo Ireng

Senin, 18 Desember 2017 - 21:29 WIB

Besok, Jokowi Resmikan Tol Sumo Sekaligus Jajal Mobil Listrik Karya ITS

Jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi 1B, II, dan III akan segera diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, Selasa (19/12/2017). Kesempatan tersebut rencananya sekaligus dimanfaatkan Presiden…

Vokalis Utama SHINee, Kim Jong Hyun (Foto:soompi.com)

Senin, 18 Desember 2017 - 20:05 WIB

Dugaan Bunuh Diri, Jonghyun SHINee Ditemukan Tak Bernyawa

Kabar duka dari boy band asal Korea Selatan, Vokalis utama grup SHINee, Kim Jong Hyun, Sore ini dikabarkan meninggal dunia. Menurut polisi dan pemadam kebakaran, Jonghyun ditemukan tidak sadarkan…

Pengurus ILUNI UI pimpinan Arief Budhy Hardono (Foto Ist)

Senin, 18 Desember 2017 - 19:04 WIB

ILUNI UI Minta Pemerintah Dorong BUMN Segera Produksi Serum Vaksin Sendiri

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), meminta pemerintah untuk segera mendorong badan-badan usaha milik negara (BUMN) dan daerah (BUMD) , memproduksi berbagai serum…