Kementerian ESDM Uji Coba Kapal Geomarin III

Oleh : Hariyanto | Senin, 07 Agustus 2017 - 07:58 WIB

Kapal Geomarin III (Foto ist)
Kapal Geomarin III (Foto ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba kapal survei seismik Geomarin III di Perairan Selat Sunda untuk mencari potensi sumber daya alam (minyak dan gas bumi) serta mineral di bawah laut.

"Ini adalah uji coba atau 'sea trial' sebelum menawarkan data-data detail mengenai potensi wilayah karya (WK) yang bisa dimanfaatkan oleh investor atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)," kata Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM F.X. Sutijastoto, Minggu (6/8/2017)

Ia menjelaskan, kapal Geomarin III merupakan kapal dengan teknologi canggih yang mampu mendeteksi adanya potensi cadangan energi baik berupa minyak atau gas di dasar laut.

Selain itu, dapat juga mendeteksi adanya kandungan mineral seperti emas dan tembaga yang ada di perairan Indonesia. "Sistemnya kami yang melakukan penggalian data melalui survei untuk identifikasi awal para KKKS, selanjutnya untuk melakukan eksplorasi itu diserahkan kepada KKKS-nya sendiri," katanya.

"Sea trial" ini merupakan persiapan pelaksanaan penelitian identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (Migas) Perairan Arafura, Papua dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) di perairan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Sea Trial ini, dilakukan juga uji coba peralatan survei yang digunakan untuk pengambilan data geologi dan geofisika kelautan.

Salah satu metode survei yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Seismik 2D. Survei seismik 2D merupakan survei dengan menggunakan peralatan seismik multi kanal untuk mengetahui potensi sumber daya geologi dan luasan potensi sistem petroleum (petroleum system).

Di samping seismik 2D, dilakukan juga survei dengan menggunakan marine gravity meter. Peralatan ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena hasil yang diperoleh yaitu data tentang model dan dimensi cekungan migas, sehingga akan menambah pemahaman tentang sistem petroleum yang merupakan konsep penting dalam bidang migas. Peralatan ini membuka peluang besar untuk jasa layanan PPPGL di bidang eksplorasi migas.

Informasi awal geologi tersebut dapat menghemat pembiayaan yang dikeluarkan untuk eksplorasi. Dengan keterbatasan data dan informasi mengenai tatanan geologi dan geofisika, khususnya di wilayah perairan Laut Arafura, selatan Papua, maka penelitian cekungan sedimen yang dilakukan PPPGL diharapkan dapat menambah data dan informasi untuk mendukung penyiapan WK Migas. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ritual Cuci Jalan di Singkawang

Selasa, 19 Februari 2019 - 07:05 WIB

Ritual Cuci Jalan di Singkawang Diserbu Wisatawan

Meski puncak acara baru 19 Februari, rangkaian kegiatan Festival Cap Go Meh Singkawang, Kalimantan Barat, sudah diserbu wisatawan. Salah satu ritual yang paling banyak diserbu adalah tolak bala…

Kredit Pintar (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Februari 2019 - 07:00 WIB

Kredit Pintar Perkuat Layanan Pendanaan Siapkan Aplikasi di Perangkat IOS

Kredit Pintar, perusahaan Peer-to-Peer Lending sebagai tempat bertemunya antara pendana dan peminjam dengan memanfaatkan Artificial Intellegence (AI) dalam penilaian kredit, meluncurkan aplikasi…

Hj. Irna Narulita Bupati Pandeglang di Tanjung Lesung- Foto- Industry.co.id

Selasa, 19 Februari 2019 - 06:30 WIB

rna Narulita: Bantuan Tingkatkan Kesejahteraan Warga Korban Tsunami Pandeglang

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengapresiasi penyaluran bantuan bencana tsunami yang mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia dan puluhan ribu tinggal di pengungsian.

PLN Ilustrasi

Selasa, 19 Februari 2019 - 06:08 WIB

Sektor Industri Dongkrak Penjualan Listrik PLN dalam 5 Tahun Terakhir

Pertumbuhan industri menjadi penopang utama peningkatan konsumsi listrik nasional dalam lima tahun terakhir. Tingginya kebutuhan listrik untuk industri ini mendongkrak penjualan listrik PT Perusahaan…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Selasa, 19 Februari 2019 - 05:00 WIB

Mayora Group Berangkatkan Kontainer Ekspor ke 250.000

Mayora Group melakukan pelepasan kontainer ekspor ke-250.000 yang digelar hari ini 18 Februari 2019, hal ini merupakan wujud komitmen Mayora BANGGA SEBAGAI INDONESIA dalam memajukan perekonomian…