ESDM Siap Akselerasi Biodiesel dan Panel Surya

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 05 Agustus 2017 - 07:00 WIB

Ilstrasi Energi baru terbarukan (Foto Ist)
Ilstrasi Energi baru terbarukan (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Dewan Energi Nasional (DEN)  menyampaikan bahwa DEN mengawal dan mendorong tercapainya target pencapaian EBT 23% pada tahun 2025.

 Dibutuhkan upaya ekstra untuk mencapainya karena pencapaian tahun 2016 baru mencapai 7,7%. "Sampai akhir 2016 kita baru mencapai 7,7%. Sehingga untuk mencapai 23% di 2025 harus ada akselerasi sehingga grafik ini menjadi eksponensial. Tidak mungkin lagi dilakukan dengan hal-hal yang biasa dilakukan," ungkap Abadi di Jakarta,Jumat (4/8/2017).

Upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, ungkap Abadi, salah satunya dengan mengakselerasi penggunaan biodiesel (B20) dan utilisasi panel-panel surya yang terpasang namun masih mengalami kendala operasional. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah akselerasi penggunaan panel surya di semua sektor untuk pribadi maupun bangunan pemerintahan dan swasta.

"Dalam hal ini Prof. Rinaldi memberikan masukan antara lain bahwa ini bisa digenjot kalau kita menuangkan ini ke dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dalam kurun waktu tertentu. Mengakselerasi penggunaan panel surya di semua sektor," jelas Abadi.

Menyoal RUED-P (RUED-Provinsi), Abadi mengungkapkan bahwa DEN memiliki program khusus seperti melakukan sosialisasi melalui workshop nasional, pendidikan dan pelatihan serta program supervisi. "Kita punya program untuk workshop nasional kemudian pendidikan dan pelatihan, kemudian workshop tiga wilayah sampai dengan akhir tahun kita akan mempunyai program supervisi," tambah Abadi.

Abadi menyebutkan, progres penyusunan RUED-P hingga 2017 adalah 7 Provinsi sudah menganggarkan kegiatan RUED yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bengkulu, Kalimantan Tengah dan Nusat Tenggara Barat. 15 provinsi yang telah melakukan kegiatan penyusunan RUED walau belum dianggarkan yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Lalu, 12 Provinsi yang memerlukan perhatian khusus karena belum secara aktif melaksanakan penyusunan RUED, antara lain Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Penyusunan RUED merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional. Dalam Pasal 4, ditetapkan bahwa Dewan Energi Nasional bersama Kementerian (ESDM) melakukan

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menperin Airlangga Hartarto ( Dok Menperin )

Rabu, 22 November 2017 - 20:07 WIB

Pemerintah Akan Cetak 1 Juta Tenaga Kerja Terampil Hingga 2019

Kementerian Perindustrian menargetkan sebanyak 1.142.752 tenaga kerja yang tersertifikasi pada tahun 2017-2019.

Kayu di Hutan

Rabu, 22 November 2017 - 19:28 WIB

Pemerintah Wacanakan Buka Keran Ekspor Kayu Bulat

Setelah dilarang selama 16 tahun. pemerintah mempertimbangkan untuk membuka kran ekspor kayu bulat atau log. Alasannya, untuk mengangkat harga komoditas itu yang jatuh di pasar lokal.

Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) (Foto Ist)

Rabu, 22 November 2017 - 18:27 WIB

Aptrindo: Sudah Saatnya Angkutan Barang Masuk Sistem Digital

Era industrialisasi digital mengharuskan semua sektor industri mengimplementasikan sistem digitalisasi guna meningkatkan daya saing industri, tak terkecuali industri angkutan barang.

PT Totalindo Eka Persada Tbk

Rabu, 22 November 2017 - 17:50 WIB

Totalindo Eka Persada Akan Garap Proyek TOD Senilai Rp3 Triliun

PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) menandatangani perjanjian pembangunan proyek kawasan terpadu (TOD) dengan BUMD DKI, PD Pembangunan Sarana Jaya senilai Rp3 triliun.

PT Asia Pacific Fiber Tbk (ist)

Rabu, 22 November 2017 - 17:38 WIB

Dongkrak Penjualan, Asia Pacific Fiber Genjot Produksi Serat Antiapi

Guna meningkatkan angka penjualan, produsen tekstil PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) menggenjot produksi serat antiapi. Langkah tersebut dilakukan lantaran permintaan domestik terhadap serat…