Kadin: Mobil Listrik Masih Terkendala Infrastuktur

Oleh : Ridwan | Rabu, 02 Agustus 2017 - 14:06 WIB

Kadin
Kadin

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Industri, Johnny Darmawan menilai mobil listrik di dunia saat ini belum menjadi transportasi massal. Meski demikian, mobil listrik sudah tepat dikerjakan sekarang.

"Indonesia sudah harus beralih ke kendaraan green and clean energy," ungkap Johnny di Jakarta (2/8/2017).

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Someng mengatakan, sedang membahas regulasi terkati SPBU Listrik. "Namun proyek percontohan SPBU Listrik belum dapat dilaksanakan tahun ini," katanya.

Seperti diketahui, pengembangan industri mobil listrik di Indonesia masih terkendala infrastruktur penyedia listrik untuk baterai sekaligus kemampuan baterainya.

Disisi lain, Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Eniya Listiani Dewi mengatakan telah membuat purwarupa mobil listrik. Pengkajian teknologi baterai pada kendaraan sudah dimulai sejak 2006. Namun hingga kini pengembangan industri mobil listrik masih menjumpai hambatan.

"Yang perlu dicermati infrastruktur penyedia listrik. Istilahnya seperti SPBU listrik," kata Eniya.

Dia mengatakan, model plug-in mengisi daya baterai mobil harus disediakan cukup besar. Paling kecil antara 30-50 kilowatt (kW). Namun, kata dia, jumlah ketersediaan listrik saat ini masih kurang. Itu ditunjukkan dari rasio elektrifikasi listrik rumah tangga yang belum mencapai 100 persen.

"Pemerintah juga sudah menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) untuk listrik pada tahun 2025 sebesar 23 persen, tapi sampai sekarang yang mendukung ke arah itu belum ada," ujarnya.

Selain itu, penghitungan instrumen kandungan emisi listrik juga belum ada dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Penghitungan ekonomi penggunaan listrik untuk kendaraan belum masuk.

Dari sisi baterai diperlukan yang mampu menyimpan daya listrik berkapasitas besar dan bisa diisi ulang dalam waktu singkat (quick charge). Eniya mengatakan, mobil listrik produksi Mitsubishi, Toyota, Nissan, BMW, dan Mercedes-Benz masih membutuhkan 14 jam untuk mengisi baterai jika tidak disediakan sumber listrik dengan kerapatan arus tinggi.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Launching Sail Indonesia Moyo Tambora (Sail Motam) 2018 (Foto: Kemenpar)

Rabu, 18 Juli 2018 - 12:00 WIB

September, Sail Indonesia Moyo Tambora Siap digelar, Catat Kegiatan Serunya!

Nusa Tenggara Barat yang terkenal akan keeksotisannya dengan pemadangan wisata alam ini, akan menggelar Sail Indonesia Moyo Tambora (Sail Motam) 2018 yang akan diikuti oleh 42 negara dan akan…

Ilustrasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:35 WIB

Bekraf Beri Komitmen untuk Naikkan Pasar Game Lokal

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen untuk menaikkan pangsa pasar "game" pengembang lokal hingga menjadi 10 persen. Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Sungkari dalam siaran pers di Jakarta,…

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 255 Megawatt (MW) di tahun depan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:20 WIB

IEA Beri Catatan Positif Reformasi Subsidi Energi

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) Fatih Birol menyampaikan hasil positif atas reformasi subsidi energi yang telah dilakukan Indonesia. Fatih di Kementerian Energi dan Sumber…

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:02 WIB

Kementerian ESDM Akan Kembali Gelar Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto 2018

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan kembali menggelar Malam Penganugerahan Penghargaan Subroto Tahun 2018.

Presiden Jokowi dan PM Malaysia Mahathir Mohammad (Foto Setkab)

Rabu, 18 Juli 2018 - 11:00 WIB

Mahathir Bersikukuh Akan Terapkan SST

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersikukuh akan menerapkan Service and Sales Tax (SST) atau Pajak Pelayanan dan Penjualan untuk menggantikan Goods and Service Tax (GST) atau Pajak…