Jangkau Wilayah Cilegon, Aerofood ACS Resmikan Dapur Baru

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 01 Agustus 2017 - 17:00 WIB

Peresmian Aerofood ACS Buka Fasilitas Dapur Baru di Cilegon (Ist)
Peresmian Aerofood ACS Buka Fasilitas Dapur Baru di Cilegon (Ist)

INDUSTRY.co.id, Cilegon - Untuk melayani wilayah Cilegon dan sekitarnya, Aerofood ACS, salah satu divisi Aerowisata Group dan juga anak perusahaan Garuda Indonesia, melakukan ekspansi usaha di industrial Catering dengan membuka fasiltas dapur baru.

Acara peresmian tersebut secara simbolis ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bapak Bambang Sujatmiko selaku Direktur Utama Aerofood ACS, disaksikan oleh Bapak Budi Santoso selaku Direktur Human Capital, Bapak Ferry Toga selaku Direktur Keuangan, serta Vice President ACS Industrial Catering Bapak Emil Fadilah dan Vice President Sales Marketing Aerofood ACS Bapak Afdal Amir.

Pembukaan fasilitas dapur di Cilegon pada Selasa (1/8/2017) melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id, ini menjawab kebutuhan para pelanggan yang tidak memiliki dapur di area produksi untuk memenuhi kebutuhan makan karyawan di perusahaannya. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar yang ingin mengadakan acara resmi atau acara bersama teman dan keluarga.

Fasilitas dapur yang lengkap dan koki berpengalaman siap memproduksi makanan yang sedap dan berkualitas. Berbagai variasi menu dan pilihan harga kompetitif dapat dipilih sesuai anggaran pelanggan.

Untuk paket yang ditawarkan yaitu Semi Prasmanan dengan harga mulai dari  Rp 15 ribu/porsi, makanan prasmanan atau buffet-outside catering mulai dari Rp 85 ribu/porsi, tumpeng nusantara mulai dari Rp 25 ribu/pax. Disediakan pula jasa pengiriman makanan langsung ke pelanggan.

Rencananya tahun ini juga Aerofood ACS akan melakukan ekspansi kembali dengan membuka dua fasilitas dapur baru di kawasan industri Cikarang dan Cikupa.

Aerofood ACS siap melayani pelanggan 24 jam sehari dengan menyediakan produk yang sehat dan bercita rasa tinggi bersertifikasi MUI Halal, ISO 9001 for Quality Management, ISO 22000 For Food Safety Management/HACCP.

Untuk melayani pelanggan di wilayah Cilegon dan sekitarnya. Fasilitas dapur yang berkapasitas produksi lima ribu porsi per hari ini mempunyai luas bangunan 9x15 meter persegi yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan Cibeber Serang – Cilegon, sangat strategis dan hanya berjarak 30 menit dari pusat industri Cilegon.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.