Ini Dia Perbedaan Baja SNI dan Abal-Abal

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 31 Juli 2017 - 17:17 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) mengungkapkan, produsen baja non-Standar Nasional Indonesia (SNI) sekarang merambah ke pangsa pasar struktur baja ringan. Ketua Umum AMBI Ken Pangestu mengatakan baja non-SNI itu awalnya berasal dari industri biji beton dan kini mulai merambah pada struktur baja ringan.

Ken yang juga duduk sebagai Wakil Direktur PT Garuda Steel Kabupaten Bekasi itu mengatakan, baja non-SNI sangat berisiko tinggi bila dimanfaatkan sebagai bahan baku struktur bangunan.

Alasannya, pemanfaatan bahan baku struktur bangunan yang tidak direkomendasikan sesuai SNI, bisa saja mengalami kerusakan dalam jangka waktu pendek.

"Yang terparah, bangunan itu bisa roboh. Yang kami khawatirkan baja banci ini lolos menjadi struktur rangka bagi bagunan tinggi berkategori 'high risk'. Bisa dibayangkan kalau bangunan itu roboh dan menimpa penghuni di dalamnya karena struktur rangka yang tidak bagus," katanya.

Ken mengungkapkan, produsen nakal biasa memainkan spesifikasi baja sirip yang menjadi ciri khas baja tulangan beton (BjTB). Ciri khas sirip itu dicetak melalui pengecoran pada baja untuk keperluan umum (BjKU) yang belum wajib SNI, sehingga pengecoran sirip pada badan baja akan didapat produk BjKU berbentuk BjTB yang jauh lebih murah.

Padahal, kandungan mekanis dan teknis untuk memproduksi BjTB jauh berbeda dengan BjKU sebab baja untuk keperluan konstruksi perlu mendapatkan perlakuan mekanis dan teknis agar memiliki ketahanan beban dan gempa. Kriteria kedua baja banci, kata dia, teridentifikasi dari diameter produk di luar aturan SNI.

"Diameter produk SNI mempersyaratkan toleransi ukuran diamater lebih kurang 1 persen, tapi produsen nakal mendiskon ukuran diameter. Misalnya, BjTB S10 yang artinya BjTB sirip berdiameter 10 milimeter. Ukuran produk itu didiskon menjadi 9,1 mm.

"Memang kelihatannya tidak terlalu besar, tapi berbahaya pada ketahanan beban," katanya. Kriteria ketiga, tampak dari pemotongan panjang produk. Sesuai SNI produk BjTB panjannyag 12 meter, maka produsen "nakal" akan memotongnya menjadi 11,5 meter.

Selain kriteria tersebut, konsumen juga bisa mengenali produk melalui cetakan timbul logo produsen (embosed). Misalnya, Master Steel dicetak MS, Krakatau Steel dicetak KS, dan Cakra Steel dicetak CS. Logo itu tidak dicat di produk, tapi merupakan cetakan timbul.

"Proses pembuatan baja banci biasanya memanfaatkan sisa peleburan kapasitas 1-2 ton baja. Prosesnya pakai besi sisa produksi baja, sisa pelat diambil dipanasi kasih beton ulang. Supaya untuk diakali ukurannya, sehingga muncul besi banci," katanya.

Dikatakan Ken, konsumsi baja banci banyak didapati pihaknya pada sektor properti kelas bawah, seperti pembangunan rumah tapak di perkampungan.

"Biasanya tukang main beli saja baja ringan di toko material tanpa tahu itu SNI atau tidak. Yang penting harga murah. Bahkan baja banci ini juga bisa ditemukan pada pembangunan properti tanpa pelibatan tim konsultan," katanya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:30 WIB

Indonesia Lirik Brunei Darussalam Untuk Investasi di KEK Tanjung Lesung

Masuk dalam salah satu 10 Destinasi Prioritas, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung mempunyai daya tarik tersendiri karena memiliki potensi wisata. Hal ini dimanfaatkan oleh pemerintah…

Emil Priyatna selaku Direktur Utama PT Kinanti Utama Karya (tengah) bersama Santo Kadarusman selaku New Business Development SMI (kedua kanan) di Kinanti Building

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:30 WIB

Kinanti Building Properti Dukung Profesionalitas Bisnis

Satu lagi perusahaan pelayanan dan penyediaan property yang baik, hadir di Indonesia. Mengambil peran dalam pembangunan kota serta lingkungan hidup untuk Indonesia yang lebih maju. Letak gedung…

Group UCC Launching Ceremony

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:20 WIB

UCC Holding Gandeng Purwana Group Kembangkan Kopi Indonesia

Perusahaan kopi ternama di Jepang, UCC Holdings Co Ltd, melalui anak perusahaannya yaitu UCC Asia Pacific Pte, membangun kerjasama dengan Purwana Group yang merupakan perusahaan operator ternama…

Moriano Utomo saat membawa api obor Asian Games 2018 (Foto: Dok. Industry)

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:08 WIB

Cucu Pendiri Aqua Dukung Pawai Obor Asian Games 2018 di Yogyakarta

Moriano Utomo, cucu dari pendiri AQUA Tirto Utomo, mewakili Danone-AQUA yang merupakan sponsor resmi hidrasi Asian Games 2018 dalam Pawai Obor (Torch Relay) hari ini, Kamis (19/7/2018) di Yogyakarta,…

Api Obor Asian Games di Yogyakarta (Foto: Kemenpar)

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:00 WIB

Api Obor Asian Games diharapkan Naikkan Branding Destinasi Wisata yang dilewati

Untuk menyemarakkan Asian Games yang digelar pada 18 Agustus 2018, api obor Asian Games akan melewati berbagai daerah wisata di Indonesia yang terdiri dari 53 kota/kabupaten dari 18 provinsi…