30 Tahun, Toyota Berhasil Ekspor 1,1 Juta Unit Mobil

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 31 Juli 2017 - 09:52 WIB

Toyota Coupe High-Rider (CH-R)
Toyota Coupe High-Rider (CH-R)

INDUSTRY.co.id, ​Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat telah mengekspor kendaraan utuh sebanyak 1,1 juta unit dalam 30 tahun terakhir. Pabrikan ini juga mencatat ekspor dalam bentuk kendaraan terurai sebanyak 833.500 unit, 1,47 juta mesin utuh serta lebih dari 648 juta potong komponen dengan total nilai mencapai US$ 19 miliar (sekitar Rp 250 triliun).

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono mengatakan, ekspor perdana Toyota Indonesia dimulai dengan Toyota Kijang pada (Kijang Super) ke Brunei Darussalam dan beberapa negara di Asia-Pasifik, 30 tahun silam. "Setelah ekspor perdana pada 1987, setahun berikutnya Toyota Indonesia mengirimkan mesin 5K ke Jepang," kata Warih, akhir pekan lalu.

Menurut Warih, mesin 5K tersebut diproduksi di Pabrik Sunter 1. Ekspor mesin berlanjut pada 1996 ke Taiwan dan Filipian dengan tipe mesin 7K. Tren ekspor Toyota Indonesia semakin meningkat pada 2004. Di tahun ini, Toyota Kijang yang naik kelas melalui Innova diekspor ke Thailand. Di tahun yang sama, mobil sejuta umat Toyota Avanza juga diekspor ke negeri Gajah Putih.

Pada tahun 2005, Toyota Indonesia mulai melakukan ekspor Kijang Innova ke negara-negara anggota Gilf Cooperation Council (GCC). Ekspor selanjutnya adalah mesin (ethanol) ke Argentina (2010), mesin TR ke Kazakhtan (2013), Toyota Agya ke Filipina (2014), Toyota Vios ke GCC (2014), Toyota Avanza ke GCC (2014), Toyota Sienta ke negara-negara Asia, termasuk Sienta berstandar Euro 6 ke Singapura (2016).

Total hingga saat ini Toyota Indonesia telah mengkespor ke lebih dari 80 negara di Kawasan Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Osenia. "Saat ini kami juga masih melakukan studi untuk ekspor ke negara-negara baru, salah satunya Maroko," ujarnya.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Edward Otto Kanter menyampaikan bahwa saat ini Toyota Indonesia memiliki 5 pabrik yang terletak di Sunter, Jakarta Utara (Sunter 1 dan Sunter 2) dan di Karawang, Jawa Barat (Karawang 1, Karawang 2, dan Karawang 3). "Pabrik-pabrik tersebut memiliki teknologi modern yang tidak kalah dengan pabrik-pabrik Toyota di Jepang," katanya.

Pabrik Kawarang 1, lanjut Edward, digunakan untuk memproduksi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner dengan kapasitas produksi mencapai 130 ribu unit per tahun. Sedangkan Pabrik Karawang 2 digunakan untuk memproduksi Toyota Etios, Toyota Vios (termasuk Limo), Toyota Yaris, dan Toyota Sienta dengan kapasitas produksi sebanyak 120 ribu unit per tahun. Pabrik Karawang 3 digunakan untuk memproduksi mesin bensin dan ethanol tipe NR. Kapasitas produksinya mencapai 216 ribu unit per tahun.

Sementara itu, Pabrik Sunter 1 dimanfaatkan untuk memproduksi mesin bensin dan ethanol tipe TR dan Pabrik Sunter 2 memproduksi stamping parts, dies, iron castings. "Kapasitas produksi di Pabrik Sunter mencapai 190 ribu unit (mesin) dan 12 ribu ton (iron castings)," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Senin, 20 November 2017 - 10:31 WIB

Start-up E-Commerce Asal Thailand Dapat Pendanaan Seri B Senilai US$ 65 Juta

start-up yang menyediakan berbagai layanan e-commerce asal Thailand, aCommerce hari ini, Senin (20/11/2017) resmi mengumumkan bahwa mereka telah mendapat pendanaan Seri B senilai US$ 65 juta…

Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama KSEI (Foto: Tribunnews)

Senin, 20 November 2017 - 10:28 WIB

Ini Saran KSEI Terhadap Investor

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor turut berpartisipasi ke pasar modal dengan analisa dua hal.

Siloam Manado: Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat

Senin, 20 November 2017 - 10:20 WIB

Minat Tinggi Masyarakat di Manado akan Informasi Kesehatan Seputar Jantung

Talk show Mencegah Risiko Jantung Koroner dengan Pola Hidup Sehat rupanya diminati masyarakat di kota Manado. Atensi tersebut terlihat saat RS Siloam Manado menggelar talkshow itu diloby rumah…

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Senin, 20 November 2017 - 10:11 WIB

Indonesia Punya Prospek Kekuatan Ekonomi Besar

Kapolri Jenderal Tito Karnivian memperkirakan ekonomi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 pada 2035, analisanya berdasarkan survei IMF dan Bloomberg

Matahari Department Store

Senin, 20 November 2017 - 09:55 WIB

Meski Tutup Dua Gerai, Matahari Department Store Tetap Lakukan Ekspansi

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan menutup dua gerai Matahari Department Store (MDS) yang berada di Taman Anggrek dan MDS Lombok City Center.