Dongkrak Penjualan, Textileone Siapkan Platform Digital

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 27 Juli 2017 - 18:55 WIB

Proses purchasing di Distribution Center Textileone (Fadli: Industry.co.id)
Proses purchasing di Distribution Center Textileone (Fadli: Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Textileone perusahaan marketing dan distribusi tekstil di Indonesia siap merambah pasar digital, yaitu Textileone online shop pada Oktober 2017. Pihaknya akan membuat platform digital untuk mengembangkan penjualan di seluruh Indonesia.

“Kita melihat perkembangan teknologi internet terus berkembang setiap saat. Ini merupakan peluang bagi kita untuk mengembangkan penjualan kita melalui online untuk terus merambah pasar Indonesia. Kita harapkan, dengan kehadiran platform online shop, penjualan bisa tumbuh 30 persen hingga 50 persen pada tahun ini. Mulai pertengahan tahun ini, kita akan luncurkan platform online shop," kata Erwin

Menurut Erwin, penjualan produk secara konvensional belum cukup untuk menggaet seluruh konsumen di Indonesia. Oleh karena itu, dengan merambah online adalah langkah tepat untuk menyasar seluruh konsumen. Apalagi, kehadiran infrastruktur internet yang sudah cuku mendukung kegiatan tersebut.

"Memang, selama ini produk-produk bahan tekstil kita sudah banyak digunakan untuk seragam sekolah, pemerintahan, maupun pihak swasta, seperti pihak perhotelan dan sebagainya. Tetapi kita ingin lebih memperluas lagi dengan menggunakan pemasaran secara online, sehingga konsumen di Indonesia bisa mendapatkan produk yang berkualitas dan modern," ujar Erwin.

Dalam mempersiapkan online shop, kata Erwin, pihaknya sudah mempersiapkan selama enam bulan terkahir ini. Termasuk tim teknologi informasi (TI) yang akan membangun platform tersebut. Sayangnya, Erwin sendiri belum bersedia mengumumkan nama platform online tersebut. Intinya, lanjut Erwin, platform ini akan membantu konsumen Indonesia untuk mendapatkan bahan tekstil yang berkualitas untuk berbagai kebutuhan.

"Selama ini orang sering melihat and lokal kurang berkualitas. Ini menjadi tantangan kita. Dengan adanya platform yang akan kita bangun, kita jamin untuk menyediakan bahan yang berkualitas dan sesuai denga selera konsumen. Platform ini juga membantu konsumen untuk lebih mengenal and kita, dan dapat mendukung gaya hidup mereka," tambahnya.

Erwin juga menargetkan, dalam waktu tiga tahun ke depan, penjualan melalui platform online akan mendominasi produk Textileone. Sebab, lanjut dia, saat ini penjualan secara konvensional masih mendominasi.

"Saya harap dalam waktu tiga tahun ke depan, penjualan online kita dapat mencapai 60 persen dibandingkan konvensional. Karena memang arahnya ke sana. Tetapi, bukan berarti kita mau menghilangkan penjualan secara konvensional. Penjualan konvensional tetap ada, tetapi porsinya akan semakin kecil, seiring dengan perkembangan teknologi, dan juga transformasi digital yang sedang digalakan oleh perusahaan-perusahaan di Indoenesia," jelas Erwin.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ridwan Kamil

Senin, 24 September 2018 - 21:30 WIB

Kang Emil akan Berikan Santunan kepada Korban Pengeroyokan Oknum Bobotoh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) , akan memberikan santunan kepada keluarga korban pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum Bobotoh, jelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta,…

Tersangka Tindak Pidana (Foto Ist)

Senin, 24 September 2018 - 21:00 WIB

Polisi Bandung Tangkap Tujuh Pelaku Pengeroyokan Anggota Jakmania

Polisi telah menangkap tujuh tersangka pelaku dugaan pengeroyokan terhadap seorang pendukung Persija bernama Haringga Sirla (23) yang berujung tewasnya pemuda tersebut.

Teluk Bintuni

Senin, 24 September 2018 - 20:38 WIB

Butuh Dana Rp 1,7 Triliun Kembangkan Industri Teluk Bintuni

Kementerian Perindustrian mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Teluk Bintuni, Papua Barat. Langkah yang akan dilakukan melalui skema kerja sama Permerintah dan Badan Usaha (KPBU)…

Pertamina (Foto: Ist)

Senin, 24 September 2018 - 20:00 WIB

Kejagung: Investasi di Australia Rugikan Pertamina Rp568 Miliar

Kejaksaan Agung menegaskan kerugian keuangan negara akibat dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada tahun 2009 mencapai Rp568 miliar.

BRI Sediakan Pembiayaan Tagihan Faskes Mitra BPJS Kesehatan (Foto Meirino)

Senin, 24 September 2018 - 19:45 WIB

BRI Sediakan Pembiayaan Tagihan Faskes Mitra BPJS Kesehatan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk menyediakan skema pembayaran tagihan fasilitas kesehatan mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal ini ditandai dengan adanya penandatangan…