Semester I 2017, Ekspor Timah Transaksi ICDX Mencapai Rp9,2 triliun

Oleh : Hariyanto | Kamis, 27 Juli 2017 - 14:37 WIB

Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX
Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Pergerakan harga timah di pasar global dalam satu pekan terakhir bergerak dengan tren positif. Pergerakan harga timah tersebut dipicu faktor-faktor pertumbuhan ekonomi dunia dan optimisme negara-negara industri yang dimotori China, Korea Selatan dan  Amerika Serikat.

Di bursa London Metal Exchange- LME dalam sepekan (19-26 Juli 2017), harga timah melonjak 1,70 %. Pada penutupan perdagangan hari Rabu 26 Juli 2017- waktu setempat, harga timah naik menjadi US$ 20.500 per ton, sedangkan pekan sebelumnya masih berada di posisi US$ 20.200 per ton.

Hal yang sama juga terjadi di Kuala Lumpur Tin Market- KLTM pada penutupan perdagangan hari Kamis (27 Juli 2017), harga timah bergerak naik ke posisi US$ 20.550 per ton. Padahal sepekan sebelumnya (Kamis 20 Juli 2017) harga timah KLTM masih di posisi US$ 20.200 per ton.

Sementara itu, dari dalam negeri perdagangan timah yang diselenggarakan Indonesia Commodity and Derivative Exchange- ICDX dalam sepekan harga timah juga beranjak naik sebesar 0,97 %.

Pada perdagangan Kamis 20 Juli 2017, harga timah ICDX masih berada di posisi US$ 20.300 per ton. Namun pada  penutupan perdagangan hari Rabu (26 Juli 2017) pukul 16.00 WIB, harga timah ICDX menjadi US$ 20.500 per ton.

Tren positif pergerakan  harga timah di pasar global setidaknya dalam sepekan, dipastikan akan membawa berkah bagi pelaku usaha timah di dalam negeri. Pada bulan Juni 2017, lalu, rerata harga timah ICDX di posisi US$ 19.580 per ton dengan volume ekspor sebesar 5.494,14 ton. sedangkan nilai ekspor timah di bulan Juni 2107 mencapai US$ 108.577.770,48.

Sementara itu, volume transaksi timah ICDX periode Januari - Juni 2017 telah mencapai   35.508,94 ton dengan nilai transaksi sebesar US$ 713.535.930,63 atau setara dengan Rp 9,2 triliun (kurs Rp 13.000 per dolar AS).

Sedangkan Persetujuan Ekspor timah pada Juni 2017 dari 30 perusahaan anggota ICDX mencapai 26.662,37 ton. Dan sepanjang Semester I 2017, Persetujuan Ekspor timah mencapai sebanyak 54.833,42 ton.

PT Timah  (Persero) Tbk., yang merupakan salah satu anggota ICDX pada bulan Juni 2017 melakukan ekspor timah sebanyak 1.935 ton dengan nilai US$ 37.799.250,00. Dan sepanjang Januari-Juni 2017, BUMN ini telah ekspor timah sebanyak 15.197,50 ton dengan nilai transaksi  sebesar US$ 264.785.775.00.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).