Digitalisasi Dinilai Mampu Topang Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 27 Juli 2017 - 11:02 WIB

PT Digital Tunai Kita, perusahaan financial teknologi (Tunaikita) mengeluarkan kredit tanpa agunan, Rabu(26/7/2017)
PT Digital Tunai Kita, perusahaan financial teknologi (Tunaikita) mengeluarkan kredit tanpa agunan, Rabu(26/7/2017)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pengamat ekonomi James Adam menilai berlomba-lombanya industri perbankan meningkatkan pelayanan digital kepada nasabah dan konsumen akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatan produk domestik bruto nasional dan daerah.

"Percepatan pertumbuhan ekonomi itu bisa dilihat dari menurunnya biaya operasional dan juga penambahan dana murah agar lebih efisien dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat," jelas dia, di Jakarta kemarin.

Anggota IFAD (International Fund for Agricultural Development) untuk program pemberdayaan masyarakat pesisir NTT, mengatakan hal itu menanggapi hasil focus group discussion (FGD) yang digelar Bank Mandiri dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT tentang Peranan Digital Banking dalam Memperkuat Potensi Pertumbuhan Daerah NTT.

Untuk menuju ke percepatan pembangunan itu, maka sektor perbankan Indonesia juga harus memiliki persiapan yang memadai, sebagai pemilik dan pengendali layanan itu.

"Untuk menuju ke era digital itu tentunya persaingan layanan perbankan digital, terutama antara bank-bank besar pasti kian sengit, sehingga siap yang kaut dan bertahan pasti akan eksis," katanya seperti dikutip dari Antara.

Umumnya, kata dia, perbankan digital pasti dilaksanakan melalui layanan transaksi ATM, apliasi Online, mobile banking dan internet banking, Mesin electronic data capture (EDC), e money, e -Commerce, branchless bank dan lainnya akan dapat menambah pasokan dana murah terutama dari nasabah ritel dan nasabah segmen merchant (usaha).

Untuk urusan ini katanya, Bank Mandiri yang telah siap, seperti nasabah merchant melalui digital. "Sebentar lagi dengan banyak omzet yang berputar di Bank Mandiri, maka akan semakin banyak transaksi dan ini yang tentunya dicari perbankan," katanya.

Ia mengatakan dengan perbankan digital, kontribusi dana murah akan semakin meningkat bagi perseroan. Di semester I 2017, misalnya dana murah di Dana Pihak Ketiga Bank Mandiri sebesar Rp490,2 triliun atau tumbuh 11,6 persen.

Selain itu, layanan perbankan digital juga diharapkan dapat mendongkrak pendapatan komisi (fee based income) demikian pula di sisi efisiensi, perbankan digital juga akan memangkas biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Mandiri.

Meskipun demikian pesatnya era digitalisasi itu, mantan dosen ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang itu tetap mengingatkan manajemen industri perbankan untuk mengantispasi dua tantangan pengembangan perbankan digital yakni tingkat keamanan dan kedaulatan data nasabah.

"Perlu ada kesiapan dari pelaku industri, aspek keamanan sangat terkait dengan kapasitas dan kedaulatan akan menyangkut infrastruktur dalam perbankan digital," ujar James Adam

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).

Dian Sastro dan Mikha Tambayong dalam jumpa pers Torch Relay Asian Games 2018. (Foto: Detik.com)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 15:30 WIB

Ini Deretan Seleb yang Jadi Pembawa Obor Torch Relay Asian Games 2018

Pagelaran Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Pesta olahraga se-Asia ini diselenggarakan pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Ini menjadi momentum berharga…