Sektor Industri Halal Berkontribusi Terhadap RAPBN

Oleh : Ridwan | Kamis, 27 Juli 2017 - 08:00 WIB

Duta besar Jepang untuk Indonesia Tanazaki memperkenalkan kosmetik Jepang pada Japan Beaty Week. (Amazon Dalimunthe/INDUSTRY.co.id)
Duta besar Jepang untuk Indonesia Tanazaki memperkenalkan kosmetik Jepang pada Japan Beaty Week. (Amazon Dalimunthe/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Peneliti Ekonomi Islam Yudi Saputra menilai optimalisasi pengelolaan industri halal di Indonesia bisa memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara signifikan.

"Optimalisasi industri halal di Indonesia saat ini merupakan momentum tepat untuk meningkatkan APBN pemerintah," kata Yudi dalam pernyataan yang diterima Redaksi di Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Yudi menjelaskan Indonesia dalam data "Global Islamic Economy Report" tahun 2016-2017 hanya berada pada posisi 10 sebagai produsen industri halal, serta menempati masing-masing posisi 9 dan 8 dalam sektor keuangan syariah dan obat-obatan serta kosmetika.

Padahal, secara keseluruhan total pengeluaran dunia dalam industri halal mencapai 2,97 triliun dolar AS, yang di antaranya sebanyak 1,9 triliun dolar AS merupakan sumbangan dari sektor makanan atau setara dengan Rp25.270 triliun.

Perkiraan angka itu belum termasuk nilai aset di sektor jasa keuangan syariah yang diproyeksikan mencapai 3,46 triliun dolar AS dan sebanyak 2,72 triliun dolar AS di antaranya merupakan aset di perbankan syariah.

"Data menyatakan bahwa industri makanan halal memiliki pasar yang sangat besar. Malaysia mampu bertengger pada posisi puncak, tapi Indonesia tidak termasuk dari 10 besar produsen industri makanan halal," ujar peneliti dari Wiratama Institute ini.

Menurut Yudi, apabila target pendapatan negara pada 2016 ditetapkan sebesar Rp1.822 triliun, maka nilai tersebut berada pada kisaran 7,2 persen dari pasar industri makanan halal dunia.

Dengan demikian, kata dia, apabila Indonesia bisa menguasai 10 persen pasar industri makanan halal dunia, maka penerimaan negara diperkirakan bisa meningkat signifikan.

Hal itu merupakan data historis, karena rata-rata sektor industri diproyeksikan tumbuh sekitar delapan persen dalam empat tahun atau hingga tahun 2021.

"Jika dari potensi industri makanan halal dunia yang mencapai Rp25.270 triliun, Indonesia bisa meraup 10 persen porsinya, maka dipastikan penerimaan hanya dari industri makanan halal mencapai Rp2.527 triliun, lebih tinggi dari penerimaan negara tahun 2016," jelas Yudi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wamen ESDM Arcandra Tahar

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:30 WIB

Arcandra Tahar Harapkan BLU Ubah Human Resources Jadi Human Capital

Arcandra mengungkapkan paradigma manajemen sumber daya manusia saat ini telah berubah dari human resouces menjadi human capital, manusia itu tidak lagi menjadi pekerja pasif, tetapi secara aktif…

Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih bersama Ketua Kadin Provinsi DKI Jakarta, Eddy Kuntadi, serta Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin, E. Ratna Utarianingrum (Foto: Biro Humas)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:10 WIB

Kemenperin Targetkan 18 Pondok Pesantren Akan Jadi Percontohan Program Santripreneur pada 2018

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan 18 pondok pesantren yang akan menjadi percontohan dalam pelaksanaan program Santripreneur pada tahun 2018. Pondok pesantren tersebut meliputi…

Kendall Jenner (Foto Ist)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:10 WIB

Intip Koleksi Fashion dari Kendall Jenner, Ada yang Seharga DP Mobil!

Siapa yang tidak mengenal model cantik mancanegara, Kendall Jenner. Postur tubuh yang sempurna dan paras yang cantik, menjadikan Kendall Jenner sebagai kiblat fashion untuk kalangan millenial.

Presiden Jokowi dan Jalan tol (Foto : Biro Pers Setpres)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:04 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Tol Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi

Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni- Terbanggi Besar segmen Pelabuhan Bakauheni - Simpang Susun Bakauheni dan segmen Lematang-Kotabaru di Bakauheni Lampung…

Wuling Cortez (Foto: Dok. Wuling Motors)

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:00 WIB

Gebrakan Awal Tahun, Wuling Berikan Penawaran Khusus Bagi Pemesan Perdana Seri Cortez

Produsen mobil asal Tiongkok, Wuling Motors (Wuling) sedah mulai membuka keran pemesanan untuk seri Wuling Cortez, yang merupakan produk kedua Wuling setelah seri Confero.