Kemendikbud dan Kemenko Kemaritiman Kerjasama Adakan Festival Film Pendek Maritim

Oleh : Amazon Dalimunthe | Rabu, 26 Juli 2017 - 09:49 WIB

Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid
Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid

INDUSTRY.co.id - Sebagai negara Bahari, Indonesia memiliki banyak hal untuk dikembangkan melalui industri kemaritiman. Namun sayang pengetahuan tentang kemaritiman masih terbatas pada soal laut saja. Padahal banyak hal yang bisa ditampilkan atau diekplorasi dari dunia maritim.  Untuk itulah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Koordinator Kemaritiman melakukan kerjasama untuk mengadakan festival film Pendek Maritim .

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengungkapkan ada banyak tujuan dan sasaran yang bisa dicapai dengan festival film pendek ini. Selain untuk menyalurkan energi generasi muda untuk berekspresi dan berkarya, ini juga diharapkan dapat mendorong promosi budaya kemaritiman yang juga penting untuk pariwisata. “Tidak bisa kita lupakan, bahwa untuk membangun budaya maritim adalah melalui kebudayaan. Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah membangun narasinya,” kata Hilmar Farid saat peluncuran program ini di kantor Kemenko Kemaritiman

Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Maman Wijaya menyampaikan, kompetisi film pendek ini terbuka bagi kalangan pelajar berusia 12 sampai dengan 16 tahun (pelajar SMA/SMK/sederajat). Peserta ditantang untuk mengirimkan proposal ide untuk film dokumenter kemaritiman kepada panitia Pusbangfilm Kemendikbud.

Kemudian, bagi peserta yang idenya terpilih akan diundang untuk mengikuti pelatihan bersama praktisi dan akademisi film di Jakarta. “Para peserta workshop akan diminta untuk memproduksi film. Dan hasilnya akan dinilai oleh tim juri yang merupakan para sineas senior Indonesia,” ujar Maman.

Sedangkan bagi kalangan umum (usia 17 sampai dengan 30 tahun) dapat mengikuti kompetisi yang dilaksanakan Kemenko Kemaritiman. Bagi peserta umum, panitia menantang untuk mengirimkan film pendek berdurasi tujuh menit yang siap tayang.

Pengiriman proposal ide film dokumenter sudah dapat dilakukan sampai 12 Agustus 2017. Untuk kategori umum, karya peserta ditunggu sampai dengan 29 Oktober 2017. Detil informasi mengenai kompetisi film pendek dokumenter kemaritiman bagi kategori pelajar dapat ditemukan di laman pusbangfilm.kemdikbud.go.id. Sedangkan informasi terkait kompetisi film pendek untuk kategori umum dapat ditemukan di laman maritim.go.id. (AMZ)

 

 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Asosiasi Wartawan Korea (dok INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 22:37 WIB

Wartawan Negeri K-Pop Kunjungi Pulau Bali

Presiden Asosiasi Wartawan Korea Jung Kyu Sung disertai sembilan orang wartawan Korea Selatan saat ini tengah berada di Pulau Dewata. Selama tujuh hari, 24-31 Mei, para wartawan negeri K-Pop…

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di lokasi pembangunan Jembatan Kali Kuto

Sabtu, 26 Mei 2018 - 21:27 WIB

Jembatan Kali Kuto Bisa Dilewati H-2 Lebaran, Pengalihan Lalu Lintas Disiapkan

Pemudik yang melalui tol fungsional nantinya tidak dikenakan tarif. Kondisi jalan tol fungsional terdiri dari 132 km merupakan lapisan beton (rigid) dan 18 km berupa aspal.

Menteri Basuki saat meninjau ruas tol Pejagan-Pemalang

Sabtu, 26 Mei 2018 - 20:36 WIB

Kementerian PUPR Pastikan Ruas Tol Brebes Timur-Pemalang Dalam Kondisi Mantap Untuk Mudik 2018

Dengan dibukanya ruas tol Brebes Timur- Pemalang, maka pemudik yang akan ke arah Semarang pada tahun 2018 tidak lagi keluar di Pintu Tol Brebes Timur

Garis Polisi (Industry.co.id)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:53 WIB

Terlalu, Curi Jengkol Dua Pemuda Aceh Dihakimi Massa

Dua pemuda babak belur dihakimi massa, karena ketangkap tangan mencuri buah jengkol di kebun milik warga di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (25/5/2018) malam.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:47 WIB

BUMN Diminta Bersinergi Benahi Perumahan Karyawan

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta untuk bersinergi untuk membenahi rumah-rumah dinas maupun milik karyawan yang sudah tidak layak huni.