Indonesia Perkokoh Industri Baja

Oleh : Kormen | Senin, 24 Juli 2017 - 14:09 WIB

Menperin meresmikan pabrik baja krakatau osaka steel (dok-kemenperin)
Menperin meresmikan pabrik baja krakatau osaka steel (dok-kemenperin)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia makin memperkokoh posisi daya saing industri baja nasional melalui penambahan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan bahan baku di dalam negeri.

Bertempat di Banten, Kamis lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan Pabrik PT Krakatau Osaka Steel (KOS) di Cilegon,  perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan Osaka Steel Co. Ltd.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mengatakan, kehadiran KOS diharapkan mampu mengisi kekurangan suplai baja dalam negeri untuk memenuhi permintaan domestik yang semakin bertambah sekaligus menstimulasi industri bahan baku di Indonesia.

Proyek KOS yang memiliki total nilai investasi sebesar USD220 juta ini merupakan generasi lanjutan dari pabrik baja long bar, dan akan menghasilkan baja tulangan, baja profil, baja C (channel), dan flat bar bagi kebutuhan proyek ifrastruktur dan industri otomotif dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun.

Menperin menegaskan, jumlah kapasitas KOS tersebut akan mendukung target produksi nasional hingga 10 juta ton baja pada tahun 2020. Target ini hanya bisa tercapai apabila kita menaruh perhatian penuh pada pembangunan teknologi dan mendorong investasi baru di sektor ini.

Kementerian Perindustrian berharap, perusahaan yang berdiri di atas lahan seluas 21 hektare dengan target menyerap tenaga kerja sebanyak 140 orang ini diminta untuk terlibat dalam program pendidikan vokasi model link and match antara SMK dengan industri.

Selanjutnya, KOS dapat terus menerus memasok baja ber-SNI dengan stabil, seperti produk reinforced bars, equal angles, dan channels sehingga mampu memenuhi meningkatnya permintaan di sektor konstruksi dan proyek infrastruktur.

"Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kami mendukung pembangunan dan ekspansi selanjutnya," tambah Airlangga.

Sementara itu, Presiden KOS Masahiro Takahashi menyatakan, perusahaan akan memperkuat pasokan produk baja berkualitas tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan serta berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kami dapat menghasilkan produk baja profil berkualitas tinggi dan memenuhi standar internasional untuk menara transmisi listrik dan strutur baja lainnya. Kualitas baja kami terlihat dari ukuran, panjang, ketebalan, dan kelurusan," paparnya.

Misalnya, untuk pembangunan jalan tol dan perkeretaapian, KOS mampu memproduksi baja tulangan S50 yang memiliki ketebalan dengan diameter 50mm.

Ditempat yang sama, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan menyampaikan, industri baja merupakan komponen fundamental dalam pembangunan nasional.

"Maka industri ini disebut sebagai mother of industries," tuturnya.

Artinya, sektor ini sebagai tulang punggung aktivitas industri lainnya, seperti industri permesinan dan peralatan, otomotif, maritim dan elektronik. Selain itu, produk baja merupakan komponen utama sektor infrastruktur, mulai dari bangunan dan properti, jalan dan jembatan, hingga telekomunikasi dan listrik.

"Pemerintah memang tengah memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor infrastruktur atas pertimbangan pentingnya sektor tersebut dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan," terangnya.

Berdasarkan data World Economic Forum, Indonesia menduduki posisi ke-62 dalam ketersediaan infrastruktur, atau masih di bawah negara ASEAN lain seperti Singapura peringkat ke-2, Malaysia ke-24, dan Thailand menempati ke-49.

Pada tahun 2017, porsi infrastruktur di APBN meningkat 80 persen dari tahun sebelumnya dengan total Rp 387,3 triliun. "Situasi ini menciptakan peluang bagi sektor industri untuk tumbuh dan berkembang lebih lanjut, sesuai dengan kebutuhan akan produk baja," pungkas Putu. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Indosat Ooredoo (Foto : dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 16:48 WIB

Kembangkan 4G di Indonesia Timur, Inddosat Andalkan Palapa Ring

Operator seluler Indosat akan mengandalkan proyek Palapa Ring yang dibangun pemerintah untuk pengembangan jaringan 4G operator tersebut di wilayah Papua dan Indonesia timur.

Kimia Farma Peduli, Mengalirkan Air Bersih untuk Kesehatan Masyarakat

Senin, 19 November 2018 - 16:43 WIB

Kimia Farma Peduli, Mengalirkan Air Bersih untuk Kesehatan Masyarakat

Beberapa wilayah Gunungkidul termasuk dalam daerah rawan kesulitan pemenuhan kebutuhan air bersih. Penyebab utama adalah faktor musim yang mengakibatkan kekeringan cukup parah. Hal ini juga…

Direktur PT Jababeka, Tbk Sutedja Sidarta Darmono

Senin, 19 November 2018 - 14:45 WIB

Sutedja Sidarta Darmono Jadi Motor Transformasi Jababeka Ciptakan Kota Mandiri Berbasis Industri 4.0

Sutedja Sidarta Darmono, Direktur Jababeka Tbk yang merupakan sang anak pendiri Kawasan Industri seluas lebih dari 5.000 hektare (Ha) ini yang menjadi motor transformasi Jababeka dari pengembang…

Banun Harpini Kepala Balai Karantina Kementan

Senin, 19 November 2018 - 13:26 WIB

Masuki Era Industri 4.0, Kementan Kembangkan Layanan Digital Karantina

INDUSTRY.co.id -

Bogor Seiring peningkatan arus lalu lintas produk pertanian, karantina sebagai otoritas yang menjamin kelestarian dan kesehatan sumber daya hayati,…

Mentan Amran Sulaiman

Senin, 19 November 2018 - 13:21 WIB

Ini Intruksi Menteri Amran Usai Blusukan Dadakan di Polbangtan Bogor

INDUSTRY.co.id -

Suasana Ujian Tengah Semester (UTS) di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang semula tenang di Senin (19/11) pagi mendadak berubah.…