Industri Mamin Harus Perluas Ekspor

Oleh : Kormen | Senin, 24 Juli 2017 - 13:37 WIB

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan anggota dan halal bihalal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indoneisa (GAPMMI)
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam acara pertemuan anggota dan halal bihalal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indoneisa (GAPMMI)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri makanan dan minuman mempunyai peranan cukup signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional, yang dilihat dari kontribusi nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-Mei 2017 mencapai USD13,28 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pertemuan Anggota dan Halal Bihalal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) di Jakarta, tengah bulan Juli lalu, mengatakan, industri makanan dan minuman nasional perlu lebih memperluas pangsa ekspor baik pasar tradisional maupun pasar baru dalam upaya mendongkrak kinerjanya.

Selain itu, melakukan terobosan inovasi produk yang dihasilkan sehingga dapat diminati oleh konsumen dalam negeri dan mancanegara.

“Market domestik dan ekspor masih besar. Yang terpenting untuk industri ini juga adalah ketersediaan bahan baku sehingga mendorong investasi terus tumbuh. Pemerintah telah memberikan kemudahan perizinan usaha bagi pelaku industri termasuk sektor IKM,” kata Menperin.

Di samping itu, dalam rangka penyiapan SDM industri yang andal, Kementerian Perindustrian berkomitmen menjalankan programnya melalui penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pengembangan lembaga pendidikan dan pelatihan, serta pengembangan pendidikan vokasi industri.

Kemenperin mengapresiasi kepada industri makanan dan minuman yang telah berpartisipasi dan mendukung program kerja sama pembinaan dan pengembangan SMK berbasis kompetensi yang link and match dengan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Program ini akan kembali diluncurkan untuk wilayah Jawa Barat pada 27 Juli 2017 di Cikarang,”ungkap Airlangga.

Menperin meyakini, berbagai program dan kebijakan strategis tersebut bakal mampu meningkatkan pertumbuhan industri makanan dan minuman.

Apalagi, sektor ini mempunyai peranan penting dalam pembangunan industri nasional terutama kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas, di mana sumbangan subsektor industri makanan dan minuman terbesar dibandingkan subsektor lainnya dengan mencapai 32,79 persen pada triwulan I 2017.

Menurutnya, pangsa pasar yang besar itu  juga diikuti dengan pertumbuhan yang tinggi pula. Pertumbuhan industri makanan dan minuman pada triwulan I 2017 mencapai sebesar 8,15 persen.

Hal ini menunjukkan industri makanan dan minuman mempunyai peranan cukup signifikan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional, yang dilihat dari kontribusi nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-Mei 2017 mencapai USD13,28 miliar.

Capaian tersebut mengalami neraca perdagangan yang positif bila dibandingkan dengan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar USD3,98 Miliar.

“Disamping itu dapat dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri ini sampai dengan triwulan II tahun 2016sebesar Rp 12,1 triliun untuk PMDN dan untuk PMA sebesar USD 476,32 juta,” pungkas Ailrangga.

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Indian Village Kediri (Foto:rizkymilaanggita/Instagram)

Rabu, 20 September 2017 - 10:30 WIB

Mau Jadi Suku Indian Seharian? ke Desa Ini Aja Yuk!

Saat ini, daerah-daerah di Indonesia, sedang giat untuk mempromosikan pariwisatanya masing-masing. Seperti kota di Jawa Timur yang saat ini sedang gencar memperkenalkan potensi wisatanya, salah…

Ilustrasi Alplikasi Fintech, Modalku

Rabu, 20 September 2017 - 10:00 WIB

OJK Resmi Izinkan 22 Fintech Beroperasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merestui 22 layanan jasa keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) untuk menjalankan kegiatannya dengan menawarkan jasa keuangannya di Indonesia,…

Pengunjung mengamati pesawat milik maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia pada Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 di DI Yogyakarta, Jumat (10/3). (ANTARA /Andreas Fitri Atmoko)

Rabu, 20 September 2017 - 09:53 WIB

Inggris Buka Peluang Kerjasama Penerbangan

Utusan Khusus Pemerintah Inggris Bidang Perdagangan untuk Kawasan Asia. Richard Graham MP menyampaikan peluang kerja sama Indonesia dan Inggris masih sangat luas meliputi berbagai sektor antara…

Bank Mandiri (Metrotvnews.com)

Rabu, 20 September 2017 - 09:47 WIB

Mandiri Syariah Hadir di GIIAS Surabaya 2017

Mandiri Syariah akan hadir di event Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2017, 20-24 September 2017.

Onde-Onde disajikan di Festival Budaya Malang Utara (Foto:facebook.com/kemenpar)

Rabu, 20 September 2017 - 09:45 WIB

Begini Cara Unik Masyarakat Malang Menyajikan Jajanan Tradisional Onde-Onde

Siapa yang tidak tahu jajan pasar Onde-onde. Selama ini, dikenal sebagai makanan dari Mojokerto tetapi, kini banyak masyarakat Jawa Timur yang mengenal berasal dari Lawang, sebuah kecamatan…