70 Persen Lulusan Sekolah Tinggi Teksil Langsung Kerja

Oleh : Irvan AF | Senin, 19 Desember 2016 - 11:25 WIB

Ilustrasi industri tekstil. (Tarko Sudiarno/AFP/Getty Images)
Ilustrasi industri tekstil. (Tarko Sudiarno/AFP/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Sebanyak 70 persen dari 365 lulusan Diploma I-IV Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung, Jawa Barat, telah diterima bekerja, sementara sisanya memilih berwirausaha dan menunggu penempatan.

"Kami mengapresiasi keberhasilan ini karena merupakan hasil kerja sama antara para mahasiswa, orang tua, dosen, dan pelaku industri," kata Sekjen Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat lewat siaran pers kepada wartawan, Senin (19/12/2016).

Syarif menyampaikan hal tersebut pada acara Wisuda Politeknik STTT Bandung.

Ke-365 alumni tersebut berasal dari berbagai program studi, antara lain kimia tekstil, teknik tekstil, produksi garmen, desain fesyen, penyuluh lapangan, pakaian jadi, dan pembuatan serat. Tercatat 53 orang lulus dengan nilai Pujian atau Cum Laude.

"Kami berharap saudara-saudara yang telah bekerja pada perusahaan industri dapat menunjukkan kompetensi dan profesionalitas dalam bekerja, sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan daya saing industri TPT nasional," kata Syarif.

Selain itu, diharapkan pula mereka terus membina kerja sama dan jejaring baik sesama alumni maupun dengan pelaku-pelaku industri.

Syarif menyampaikan dengan kapasitas yang tersedia saat ini, Politeknik STTT Bandung hanya mampu meluluskan sekitar 300 calon tenaga kerja ahli per tahun, sementara permintaan industri terus mengalami peningkatan mencapai 500 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan tersebut, sejak 2012 Kemenperin menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang.

Program ini kerjasama antara Politeknik STTT Bandung dengan PT. APAC Inti Corpora serta asosiasi dan perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan JawaTimur.

"Selain itu, pada 2015, Kemenperin bekerja sama dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah dan Pemerintah Daerah Kota Solo, juga telah membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 2 di Solo Techno Park yang seluruh lulusannya ditempatkan bekerja pada perusahaan industri," papar Syarif.

Sistem pembelajaran di Akademi Komunitas Industri TPT Solo dilaksanakan dengan mengadopsi konsep dual system dari Jerman, yakni kombinasi pembelajaran setiap semesternya, yang menerapkan pola belajar teori dan praktik di kampus selama dua bulan dan magang di industri selama tiga bulan.

"Pengembangan pendidikan vokasional yang berbasis kompetensi saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan tenaga-tenaga kerja industri yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri," tuturnya.

Syarif menegaskan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri TPT.

Sektor padat karya ini menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 2,69 juta orang atau 17,03 persen dari total tenaga kerja manufaktur pada tahun 2015, sehingga sengat berperan mengurangi angka pengangguran dan merupakan jaring pengaman sosial dari segi pendapatan masayarakat.

Dalam upaya meningkatkan kerja sama dengan industri, pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan Piagam Kerja Sama antara Politeknik STTT Bandung dengan tiga perusahaan yang mewakili industri TPT, yaitu PT. GKBI Investment (Jakarta), PT. Sri Rejeki Isman (Jawa Tengah), dan PT. Excellent Quality Yarns (Jawa Timur).

Penandatanganan ini dimaksudkan dalam rangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi Berbasis Kompetensi sebagai langkah konkret link and match (sasaran tepat guna) antara institusi pendidikan dengan industrinya.

Tujuannya adalah untuk mendorong keterlibatan industri dalam pengembangan Politeknik STTT Bandung, dalam hal peningkatan kualitas lulusan, penyediaan tempat Praktek Kerja Lapangan, Penelitian bersama dan Pengabdian Masyarakat serta Pemenuhan kebutuhan SDM Industri.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Founder KAHMIPreneur Kamrussamad Raih Sertifikasi International ASEAN Engineering (Foto Amz)

Jumat, 16 November 2018 - 15:03 WIB

Founder KAHMIPreneur Kamrussamad Raih Sertifikasi International ASEAN Engineering

Sertifikasi International ASEAN Engineering diberikan pada ajang bergengsi Conference of The ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-36 yang telah berlangsung sejak tanggal…

Tokocrypto Tawarkan Keunggulan Ekosistem Blockchain yang Terintegrasi (Foto Kormen)

Jumat, 16 November 2018 - 13:27 WIB

Tokocrypto Gandeng Infonesia Sebagai Sarana Edukasi Publik Terkait Blockchain dan Aset Kripto

Salah satu platform jual beli aset kripto, Tokocrypto menggandeng aplikasi sosial media baru produk anak bangsa, Infonesia, sebagai salah satu saluran resmi untuk mengedukasi publik.

Tiga artis senior, Ratna Riantiarno, Ninikl Karim dan Widyawati beradu akting dalam film "Mama Mama Jagoan" (Foto Amz)

Jumat, 16 November 2018 - 12:00 WIB

Tiga Aktris Wanita Senior Masuk Penjara di Film 'Mama-Mama Jagoan'

Sungguh suatu keberanian luar biasa dari produser film pendatang baru Buddy-buddy Pictures ketika meluncurkan film terbaru bergene komedi berjudul Mama-mama Jagoan. Film yang digarap oleh sutradara…

Monumen Kapsul Waktu

Jumat, 16 November 2018 - 12:00 WIB

Hari ini Presiden Jokowi Dijadwalkan Resmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke

Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, yang menyimpan Impian Indonesia 2015-2085, telah rampung dibangun. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan meresmikan monumen seluas 2,5 ha tersebut pada…

Dirut BRI Suprajarto Dinobatkan Sebagai Tokoh Profesional Terbaik (Rizki Meirino)

Jumat, 16 November 2018 - 11:53 WIB

Dirut BRI Suprajarto Dinobatkan Sebagai Tokoh Profesional Terbaik

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto dinobatkan sebagai sebagai Tokoh Profesional terbaik dalam acara Indonesia Awards 2018 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/11). Sosok Suprajarto…