Apresiasi Tinggi untuk Kuliner Nusantara di Le Cordon Bleu London

Oleh : Herry Barus | Sabtu, 22 Juli 2017 - 04:37 WIB

Chef Degan (tengah) membawa tim kuliner Indonesia ke London, bersama (dari kiri ke kanan) Jessica Aranda, Ida Ayu Periyanti, Usman Tobin, Nike Kurnia dan pemrakarsa ajang Indonesian Ardito Widjono. (Foto Ist)
Chef Degan (tengah) membawa tim kuliner Indonesia ke London, bersama (dari kiri ke kanan) Jessica Aranda, Ida Ayu Periyanti, Usman Tobin, Nike Kurnia dan pemrakarsa ajang Indonesian Ardito Widjono. (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - London-Chef Degan Septoadji menampilkan kuliner Indonesia untuk pertama kalinya di kampus insitusi pendidikan kuliner, Le Cordon Bleu London, Inggris pada tanggal 18 Juli 2017.

Presentasi dan sesi peragaan memasak yang berlangsung selama dua jam tersebut mendapat penghargaan dan apresiasi tinggi dari peserta yang hadir terdiri dari para mahasiswa, pengajar, awak media dan para undangan.

“Bobot dan kualitas pertanyaan yang disampaikan mencerminkan minat dan rasa ingin tahu yang tinggi, terutama karena kuliner Indonesia belum pernah hadir sebelumnya,” ujar Chef Degan.

Sebanyak lebih dari 50 pertanyaan dilontarkan peserta, antara lain meliputi penggunaan aneka rempah dan bumbu, teknik memasak olahan Indonesia, aplikasi teknologi memasak modern dalam kuliner Nusantara, serta berbagai pertanyaan seputar aspek budaya kuliner Indonesia lainnya. 

“Jenis pertanyaan yang dilontarkan sebagian besar sangat teknis dan spesifik karena peserta umumnya adalah pelajar atau pelaku bidang kuliner yang mafhum di bidang ini, sehingga membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan masak yang mumpuni juga agar dapat memaparkan dan memberi jawaban yang tepat pada level tersebut,” komentar Ardito Widjono, 23, salah satu mahasiswa pemrakarsa ajang Indonesian Weekend 2017.   

Kunjungan Chef Degan ke kampus bergengsi Le Cordon Bleu London ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London dan menjadi salah satu agenda dalam rangkaian acara promosi kuliner Indonesia selama festival Indonesian Weekend 2017 yang akan digelar di Potters Field Park, London, Inggris, pada 22-23 Juli 2017. Diprakarsai oleh Komunitas Bangga Indonesia di London, perhelatan ini digelar atas dukungan Kemendikbud untuk mengangkat budaya, kesenian, fesyen, musik, pariwisata juga kuliner Nusantara. 

Promosi kuliner Indonesia di kampus pendidikan kuliner terbesar di dunia ini merupakan kelanjutan dari presentasi serupa oleh Chef Degan di kantor pusat kampus Le Cordon Bleu Paris bulan Mei lalu untuk pertama kalinya.

Untuk presentasi di Le Cordon Bleu London, Chef Degan kembali menekankan pada kekayaan bumbu dasar sebagai inti cita rasa sajian, khususnya bumbu dasar kuning, yang dapat diolah menjadi beragam hidangan khas Indonesia. Beberapa sajian menggunakan bumbu kuning yang akan ditampilkan antara lain Soto Ayam, Ayam Panggang dan Kari Ayam yang memiliki karakter berbeda satu sama lain meski menggunakan bumbu dasar yang sama.

“Kekayaan kuliner Indonesia tercermin pada cita rasa aneka bumbu dan rempahnya, dan hal yang luar biasa dalam presentasi kali ini adalah dinamika serta passion yang sangat kuat pada masakan Indonesia antara Chef Degan sebagai fasilitator dan peserta seminar,” ungkap Chef Loic Malfait, direktur akademik Le Cordon Bleu London. “Antusiasme yang tinggi seakan tak putus dengan adanya berbagai pertanyaan dari seluruh penjuru ruangan selama seminar berlangsung,” lanjutnya.

Selain mencicipi ketiga hidangan yang didemonstrasikan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan tamu yang hadir sambil menikmati beberapa hidangan Indonesia seperti Ayam Pelalah, Sambal Goreng Udang dan Urab, Tuna Sambal Matah, Sate Lilit, Bubur Ketan Hitam dan Kue Lapis Legit sebagai upaya memperkenalkan hidangan khas lainnya.

Degan Septoadji, salah seorang chef profesional asal Indonesia, telah berpengalaman lebih dari 30 tahun di industri boga. Mengenyam pendidikan dan mengawali karir di Eropa, Chef Degan bekerja di sejumlah jaringan hotel mewah internasional di mancanegara termasuk Hilton International, Grand Hyatt dan Banyan Tree Hotels & Resorts. Selain tampil sebagai juri dalam acara TV MasterChef Indonesia, Chef Degan aktif mempromosikan kuliner Indonesia di mancanegara, juga sebagai pembicara dan konsultan kuliner. 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GIIAS Medan 2018 (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Rangkaian GIIAS Roadshow 2018 Ditutup Pesta Harga Akhir Tahun di GIIAS Medan Auto Show

Menghitung mundur kurang dari dua minggu menuju penyelenggaraan rangkaian pameran mobil GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 yang akan kembali dilangsungkan di Medan. Kembali…

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong

Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:00 WIB

Industri Pariwisata Menunggu Kehadiran Investor Arab Saudi

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan pemerintah Indonesia akan menawarkan peluang investasi sektor pariwisata dan gaya hidup (lifestyle) dalam konferensi…

Menteri Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:29 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Risha Disalurkan Lewat Pokmas Untuk Jamin Akuntabilitas

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari sebelumnya 17 formulir menjadi 1 formulir saja.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih berfoto bersama dengan para peserta pameranpada peringatan Hari Kopi Internasional di Makassar (Foto: Kemenperin)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:22 WIB

Pacu Pertumbuhan IKM Pengolahan Kopi, Inilah Langkah Strategis Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah (IKM).

Dean Novel

Kamis, 18 Oktober 2018 - 19:02 WIB

Kisah Petani Jagung Berdasi (2): Memilih NTB Ketimbang Jawa

Dean betah berladang di NTB karena menurutnya petani di Lombok masih haus dengan inovasi. Masih mendengar jika diberi penyuluhan, masih penasaran dengan ilmu-ilmu baru dalam pertanian.