Sebotol Wine Australia Terjual Rp545 Juta, Kok Bisa?

Oleh : Irvan AF | Jumat, 21 Juli 2017 - 11:31 WIB

Wine Penfolds Grange Hermitage tahun 1951. (Foto: IST)
Wine Penfolds Grange Hermitage tahun 1951. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id, Melbourne - Sebotol anggur Australia berumur 66 tahun telah terjual seharga lebih dari 41.000 dolar AS atau sekitar Rp545 juta di Melbourne.

Seperti dilaporkan Xinhua, wine berlabel Penfolds Grange Hermitage tahun 1951 dilelang oleh MW Wines pada Rabu (19/7) malam dengan seorang kolektor yang tidak disebutkan namanya berhasil membawa pulang bagian dari sejarah tersebut seharga 41.110 dolar AS.

Anggur berkualitas tinggi, karya Penfolds pertama, dibuat oleh Max Schubert, kepala perusahaan pembuat anggur prestisius pada saat itu, dan tidak pernah tersedia untuk umum.

Dipercaya bahwa sekitar 1.800 botol anggur telah diproduksi, 20 botol di antaranya masih ada sampai sekarang. Ini adalah penjualan pertama anggur yang dibuat pada tahun 1951 sejak botol lainnya terjual seharga 39.870 dolar AS pada tahun 2004.

Nick Stamford, direktur pelaksana MW Wines, mengatakan bahwa itu adalah sebuah harga "mengejutkan" untuk "bagian dari sejarah." Dia mengatakan bahwa anggur tersebut telah dicicipi oleh Schubert pada tahun 1993 dan kepala pabrik pembuat anggur Penfolds saat ini pada tahun 2012 yang mengonfirmasi bahwa keadaannya masih dalam kondisi prima.

"(Produksi) tahun 1951 sekarang sangat terkenal karena banyak dari mereka tidak dalam kondisi bagus untuk diminum. Beberapa ada yang fantastis, tapi sangat bervariasi. Ada pepatah lama - tidak ada anggur tua yang bagus, hanya ada botol-botol tua yang bagus," Stamford mengatakan kepada media Australia, Jumat.

"Beberapa botol masih memiliki rasa manis dan rasa buah. Sebagian besar anggur memiliki warna cokelat kusam dan struktur cita rasa dengan sedikit daging dan tannin yang memudar," katanya.

"Saya akan membayangkan yang satu ini akan menjadi bagian dari sejarah daripada mabuk. Ini investasi," tambahnya.

Penfolds adalah pembuat minuman anggur terkenal di Australia dengan tahun panen anggur secara teratur yang dijual dengan harga ribuan dolar, meski ada beberapa ahli yang membantah bahwa itu adalah anggur terbaik Australia.

 "Meskipun ini adalah sebuah gaya ikonik anggur, ini adalah gaya yang dimiliki banyak orang, termasuk saya sendiri, tidak terlalu menikmati," kata Ian McKenzie, direktur The Wine Society.

"Ada dan memiliki anggur yang lebih baik daripada Grange tapi (Grange) memiliki cap dengan konsumen dan kolektor dan itulah mengapa harganya bertahan tinggi." (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Timnas Prancis berhasil menjuarai Piala Dunia usai menumbangkan Kroasia 4-2 dalam laga final Piala Dunia 2018. (FOTO: @FIFAWorldCup /Twitter)

Senin, 16 Juli 2018 - 01:31 WIB

Prancis Juara Piala Dunia 2018 di Rusia

Prancis keluar sebagai juara Piala Dunia 2018 di Rusia. Les Blues menekuk Kroasia 4-2 pada laga final yang digelar di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7).

Suasana Nobar Final Piala Dunia di Kementerian PUPR (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Minggu, 15 Juli 2018 - 22:26 WIB

Nobar Final Piala Dunia, Menteri Basuki Jagokan Tim Kroasia

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar acara nonton bareng atau Nonton Bareng Final Piala bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beserta seluruh jajaran keluarga besar…

Piaggio Indonesia Kembali Hadirkan Pameran Mall to Mall

Minggu, 15 Juli 2018 - 21:52 WIB

Piaggio Indonesia Kembali Hadirkan Pameran Mall to Mall

Sebagai kelanjutan dari Strategi Roadmap Premiumisasi, PT Piaggio Indonesia kembali menghadirkan pameran Mall to Mall di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, dari tanggal 9 Juli hingga 15 Juli 2018.…

PLTS Ilustrasi (ist)

Minggu, 15 Juli 2018 - 20:02 WIB

Tingkatkan Pemanfaatan PLTS, Kementerian ESDM Siapkan Regulasi PLTS Atap

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong peningkatkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Ilustrasi Migas (ist)

Minggu, 15 Juli 2018 - 19:30 WIB

Kementerian ESDM: Komitmen Pasti Investasi Migas Senilai US$1 Miliar Lebih Besar Dari Tahun Sebelumnya

Sebanyak 25 kontrak migas gross split yang ada, menghasilkan total komitmen pasti investasi sekitar US$1 miliar atau Rp 14 triliun.