Menperin Hari Ini Resmikan Pabrik Baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon

Oleh : Ridwan | Kamis, 20 Juli 2017 - 09:54 WIB

Menperin Airlangga Hartarto saat berkunjung ke pabrik baja. (Foto Humas)
Menperin Airlangga Hartarto saat berkunjung ke pabrik baja. (Foto Humas)

INDUSTRY.co.id - Cilegon-Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini Kamis (20/7/2017) dijadwalkan akan meresmikan pabrik baja milik PT Krakatau Osaka Steel di kawasan industri KIEC 1, Cilegon, Banten.

Sebelumnya, Airlangga mengatakan,  pabrik baja yang menelan investasi sebesar Rp 2,8 triliun tersebut akan memproduksi baja tulangan, baja profil dan flat bar untuk industri otomotif, dengan kapasitas 500.000 ton per tahun.

Menurut Menperin, PT Krakatau Osaka Steel siap memasok produk baja konstruksi sesuai standar nasional Indonesia (SNI) yang diterapkan pemerintah. Komitmen tersebut seiring rampungnya pabrik baja patungan antara Krakatau Steel dan Osaka Steel pada Oktober 2016.

Seperti diketahui, PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan join venture antara Osaka Steel Co Ltd Jepang dengan PT Krakatau Steel (Persero). Selain itu, Osaka Steel merupakan supplier terbaik di Jepang yang dapat mensuplai baja untuk pembangunan menara transmisi. Osaka Steel yakin dapat mendukung pembangunan menara transmisi khususnya berkontribusi dalam proyek 35.000 MW.

"Kualitas kami di Jepang nomor pertama dan kami senang untuk mentransfer teknologi kami kepada Krakatau Osaka Steel di Cilegon yang dapat mensuplai baja berkualitas untuk menara transmisi. Kami akan berkontribusi untuk proyek 35.000 MW dan proyek pembangunan jaringan transmisi," kata President Osaka Steel Co Ltd, Junji Uchida.

Ia mengatakan perusahaannya telah siap untuk mensuplai bahan baku baja kepada banyak customer untuk konstruksi menara. Produknya adalah besi siku, besi beton, atau lainnya.

"Kami siap memulai membicarakan dan bertemu banyak customer untuk membicarakan ini, ada banyak perusahaan dan pembuat menara," imbuhnya.

Dari 500.000 ton per tahun kapasitas, diperkirakan produksinya akan mencapai 50-70 persen atau sekitar 300.000 ton hingga 350.000 ton pada tahun 2017. Serta pada tahun 2019 baru akan mencapai target 500.000 ton.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Susu Kental Manis : Foto Istimewa

Senin, 16 Juli 2018 - 09:30 WIB

SKM Miliki Kadar Protein Relatif Lebih Tinggi Dibanding Jenis Lainnya

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Ahmad Syafiq memberikan pandangannya mengenai susu kental manis. Syafiq menyebutkan susu kental manis…

Pelari Kenya David Kibet Raih Juara MILO Jakarta International 10K 2018 (Foto: dok Industry.co.id)

Senin, 16 Juli 2018 - 09:20 WIB

Pelari Asal Kenya Raih Juara MILO Jakarta International 10K 2018

Pelari asal Kenya meraih gelar juara kategori putra dan putri lari maraton MILO Jakarta International 10K 2018 yang berlangsung di Jakarta, Minggu, 15 Juli 2018. David Kibet berhasil menjuarai…

Kepala BPOM Penny K. Lukito (Foto Ist)

Senin, 16 Juli 2018 - 09:14 WIB

BPOM: Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan Susu Kental Manis (SKM) merupakan susu dan aman untuk dikonsumsi, meskipun berbeda dengan krimer kental manis. Hal ini menyusul informasi yang…

Wapres Jusuf Kalla Hadiri Gelaran Bank BRI Indonesia Open 2018 (Foto Rizki Meirino)

Senin, 16 Juli 2018 - 08:53 WIB

Wapres Jusuf Kalla Hadiri Gelaran Bank BRI Indonesia Open 2018

Event olahraga bertaraf internasional ini resmi ditutup dengan seremoni pemberian hadiah yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto dan Ketua…

Rupiah (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 16 Juli 2018 - 08:38 WIB

Rupiah Diperkirakan Terapresiasi di Level 14.379-14.368

Pergerakan Rupiah yang mulai terapresiasi diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih adanya sentimen positif dari dalam negeri dan dapat mengimbangi sentimen global. Prediksi Rupiah akan…