Cigna Indonesia Luncurkan Cigna Premium Health Protection Dengan Akses Hingga Luar Negeri

Oleh : Hariyanto | Jumat, 14 Juli 2017 - 16:31 WIB

PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia)
PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia)

INDUSTRY.co.id , Jakarta - PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) meluncurkan Cigna Premium Health Protection dengan akses perawatan hingga ke luar negeri. Perlindungan kesehatan inovatif ini didesain untuk memberikan berbagai manfaat medis untuk masyarakat Indonesia kelas menengah ke atas dengan premi yang terjangkau.

Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto menjelaskan, Cigna Premium Health Protection memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi nasabah.

Lebih dari itu, Cigna Premium Health Protection juga dilengkapi dengan fasilitas nontunai (cashless) di lebih dari 800 rumah sakit rekanan di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand, yang memberikan nasabah kenyamanan dalam menentukan pilhan fasilitas perawatan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

“Masyarakat kini semakin terbuka terhadap asuransi kesehatan dan sejalan dengan itu kebutuhan perlindungan mereka pun terus berkembang. Riset pelanggan kami menunjukkan bahwa nasabah menginginkan perlindungan kesehatan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan perawatan kesehatan sekaligus menjembatani kesenjangan proteksi mereka,” ujar Herlin dalam konferensi pers peluncuran produk Cigna Premium Health Protection di Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Survei Skor Kesejahteraan yang dirilis Cigna tahun ini menunjukkan adanya kesenjangan perlindungan kesehatan sekalipun banyak masyarakat Indonesia yang telah memiliki asuransi dari perusahaan. Survei terhadap lebih dari 1.000 responden di seluruh Indonesia tersebut menunjukkan meski 65% responden beranggapan biaya konsultasi dokter umum seharusnya ditanggung perusahaan, nyatanya hanya 47% yang memiliki manfaat tersebut.

Kesenjangan serupa juga terdapat pada konsultasi dokter spesialis dan biaya pemeriksaan kesehatan (medical checkup). Akibatnya, 25 persen masyarakat memilih untuk tidak memeriksakan kesehatan mereka dalam satu tahun belakangan.

Untuk memaksimalkan perlindungan kesehatan nasabah, Cigna Indonesia bekerja sama dengan perusahaan aplikasi kesehatan digital Halodoc – menjadi yang pertama di Indonesia yang memberikan manfaat tambahan berupa telekonsultasi medis dan layanan pesan antar kebutuhan medis tanpa biaya.

Lewat layanan ini nasabah dapat berkonsultasi dengan 19.000 dokter dari berbagai spesialisasi via chat, voice call, maupun video call di manapun dan kapanpun. Nasabah juga memiliki akses ke lebih dari 1.000 apotek terpercaya di Indonesia untuk layanan pesan antar kebutuhan medis.

Herlin menambahkan dengan adopsi teknologi digital yang begitu cepat, Cigna Indonesia terus berinovasi untuk memberikan produk dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Survei Skor Kesejahteraan Cigna mengungkapkan bahwa 8 dari 10 orang masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi kesehatan, jauh di atas rata-rata global yang hanya 59 persen.

“Kebanyakan dari mereka menggunakan aplikasi kesehatan untuk memeriksakan gejala yang mereka alami (44 persen) dan membeli obat-obatan (34 persen). Sehingga manfaat layanan Halodoc ini sangat sesuai dengan tren yang sedang berkembang,” katanya.

Cigna Premium Health Protection dipasarkan melalui jalur distribusi Direct to Consumer via telemarketing dan jalur distribusi keagenan dengan premi mulai Rp 300.000-an per bulan dengan manfaat dari Rp 100 juta hingga Rp 500 juta per tahun.

“Peluncuran Cigna Premium Health Protection akan semakin memperkuat posisi Cigna Indonesia sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang menyediakan rangkaian perlindungan yang relevan seiring dengan perkembangan kebutuhan nasabah,” ujar Herlin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kerbau di persawahan

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:38 WIB

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Jakarta, Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.