Grup Band Slank Beri Dukungan Menolak Hak Angket

Oleh : Herry Barus | Kamis, 13 Juli 2017 - 18:20 WIB

Slank bersikap menolak penggunaan hak angket yang digulirkan DPR RI. (Foto Ist)
Slank bersikap menolak penggunaan hak angket yang digulirkan DPR RI. (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Grup Band Slank mengadakan mini konser di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta memberikan dukungan menolak Hak Angket terhadap KPK yang sedang bergulir di DPR RI saat ini.

Konser bertajuk Jurus Tandur atau Maju Terus Pantang Mundur itu sekaligus menjadi bentuk dukungan Slank terhadap KPK. Slank bersikap menolak penggunaan hak angket yang digulirkan DPR RI.

"Dari gunjang ganjing hak angket KPK ini, kita menganggap KPK itu 'hope'. Suatu bangsa kalau mimpinya dihilangkan, bisa bubar. Hari ini kita datang supaya meyakinkan teman-teman KPK, harapan ini jangan hilang," ujar Bimbim, drummer Slank usai konser di lobby Gedung KPK, Jakarta.

Vokalis Slank, Kaka, juga mengungkapkan konser kali ini membawa pesan bahwa Slank selalu berada di belakang KPK. Ia juga mengingatkan agar DPR tidak melemahkan KPK.

"Slank pesan untuk dukung KPK. Maju terus pantang mundur, jangan takut. Tidak boleh ada yang melemahkan," ujar Kaka.

 

Sementara itu Ketua KPK Agus Agus menegaskan KPK akan terus bekerja dengan cepat dan berharap tidak terganggu dengan huru-hara yang sekarang sedang terjadi saat ini.

"Jadi, mohon doa restunya dan dukungan dari masyarakat tetap kami tunggu. Jadi mari kita tetap mempergunakan nurani kita dan akal sehat kita," kata Agus.

Dalam mini konser itu, Slank total membawakan tujuh lagi di antaranya Mars Slankers/Lo Hrs Grak, Jurustandur/Garuda Pancasila, SPK, Halal, Gara-Gara Kamu, Ngerock, dan Ku Tak Bisa.

Selain Slank, terdapat juga masyarakat sipil antikorupsi, seniman, akademisi, budayawan, pemuka agama, dan mahasiswa yang memberi dukungan kepada KPK terkait Hak Angket tersebut.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,56 triliun.

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:51 WIB

Kinerja Usaha Mikro Kabupaten Garut Capai Rp 1,79 triliun

Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya…

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Foto Setkab)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:21 WIB

Presiden Jokowi Tandatangani PP THR Pensiunan ASN

Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan pemerintah tentang pemberian tunjangan hari raya kepada aparatur sipil negara, termasuk kepada para pensiunan ASN.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) (Foto Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:10 WIB

Rehat Tengah Hari, Saham-Saham Sektor Keuangan Topang IHSG ke Posisi 5.830

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,39% atau 79 poin ke posisi 5.830 di akhir sesi pertama perdagangan Rabu (23/05/2018) ini dibandingkan posisi pada…

Ilustrasi Blok Migas (Fotos Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:06 WIB

Kementerian ESDM Sebut Investasi Migas Mulai Meningkat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa investasi di bidang migas mulai memperlihatkan hasil peningkatan setelah pemangkasan birokrasi

Ilustri Industri Farmasi

Rabu, 23 Mei 2018 - 13:05 WIB

Industri Farmasi Terpukul Akibat Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut industri farmasi paling terpukul akibat nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp 14.200.