Sari Roti Jual Saham Baru Demi Pabrik Anyarnya

Oleh : Dhiyan H Wibowo | Kamis, 13 Juli 2017 - 09:30 WIB

Perdagangan saham di IDX (Rizki Meirino/Industry.co.id)
Perdagangan saham di IDX (Rizki Meirino/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, perusahaan produsen roti dengan merek Sari Roti segera  menggelar Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Kelak seluruh dana bersih yang diperoleh  akan digunakan untuk mendukung rencana  pembangunan pabrik-pabrik baru, termasuk di Filipina.

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk  baru-baru ini telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta (8/7), yang hasilnya  menyepakati right issue, Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Dalam rights issue tersebut, perseroan berkode bursa ROTI ini  juga menawarkan sebanyak-banyaknya sekitar 1,15 miliar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 20 per saham. Namun demikian perseroan belum dapat menjelaskan harga saham untuk rights issue.

Hal ini dibenarkan oleh Investor Relation ROTI, Cherie Theosarata. Menurutnya detail penetapan harga akan diinformasikan dalam waktu dekat. "Untuk harga saham detail nanti akan menyusul,  di prospektus," ujarnya usai RUPSLB  di Hotel Mulia Senayan, Jakarta  (8/7) lalu.

Sementara itu, Stephen Orlando Public Relation Nippon Indosari memaparkan bahwa kelak  seluruh dana bersih yang diperoleh dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) tersebut akan dialokasikan untuk mendukung rencana perluasan usaha perseroan, termasuk pembangunan pabrik-pabrik baru. Sebelumnya perseroan memang telah memulai upaya pengembangan pabrik-pabrik baru di luar Pulau Jawa, dan di negeri jiran Filipina. 

"Dana bersih yang diperoleh semuanya akan digunakan untuk membangun 4-5 pabrik baru untuk bangunan pabrik, dan nantinya perseroan akan bangun pabrik roti beku, pastry, dan kue," ujarnya. Pihak perseroan berharap lewat  aksi korporasi tersebut akan membawa bisnis perseroan  lebih baik, dan mampu  merealisasikan visi Perseroan untuk menjadi salah satu produsen roti terbesar di Asia Tenggara.

“Rencana pengembangan fasilitas produksi tersebut sejalan dengan upaya memastikan pertumbuhan yang berkesinambungan dalam merealisasikan visi perseroan menjadi salah satu produsen roti terbesar di Asia Tenggara," kata Alex Chin, Direktur Independen PT Nippon Indosari Corpindo di Jakarta.

Perihal pembangunan pabrik di Filipina, sempat dipaparkan oleh manajemen perseroan pada saat paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) medio Mei 2017 lalu.  Saat itu dijelaskan bahwa perseroan tengah mendorong  penyelesaian pembangunan pabrik  yang merupakan kerja sama perseroan dengan Monde Nissin di negara yang dipimpin oleh Presiden Duterte tersebut.

Direktur Independen PT Nippon Indosari Corpindo Tbk Alex Chin saat itu mengemukakan bahwa  konstruksi pabrik di Filipina ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun depan. Alex Chin saat itu belum bisa memaparkan berapa nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik.

Namun perseroan sempat memaparkan rencana untuk mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure tahun 2017 sebesar Rp 498 miliar, dengan rincian  Rp 398 miliar untuk pengembangan usaha di dalam negeri, dan Rp 100 miliar untuk pembangunan pabrik di Filipina.

"Progres joint venture dengan Sarimonde memulai konstruksi untuk pabrik di Filipina, target selesai tahun ini, diharapkan pabrik di Filipina sudah bisa beroperasi di awal tahun depan, mungkin sekitar kuartal pertama," ujar Alex Chin di Hotel Mulia, Jakarta (16/5).

Nantinya  pabrik di Filipina tersebut khusus untuk memproduksi brand-brand dan jenis roti premium dari perseroan. "Akan lebih mengarah ke premium, sedikit berbeda dengan Sari Roti. Prospeknya sangat bagus," imbuhnya. Saat ini perseroan mengoperasikan  10 pabrik yang berlokasi di Cikarang (Bekasi), Pasuruan, Semarang, Medan, Palembang, Makassar, Cikande dan Purwakarta.

Selama tahun ini, perseroan akan mengeluarkan 45 produk baru, yang hingga April lalu saja  sudah sekitar sepuluh produk baru yang  diluncurkan. Produk-produk tersebut di antaranya roti isi daging ayam bumbu teriyaki, roti isi pisang cokelat, roti isi daging bumbu barberkyu, roti rasa pandan isi kelapa unti, roti isi abon ayam, roti isi abon sapi, lapis bamkuhen, lapis kastella, roti pandesal rasa mentega, dan roti pandesal rasa pandan.

Sementara itu bicara soal kinerja, pada tahun 2016 lalu, emiten  ini berhasil mencatatkan penjualan Rp 2,52 triliun, meningkat 16 persen jika dibandingkan dengan penjualan 2015. Adapun laba bersih berhasil naik tipis 3,48 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 280 miliar.

Seperti dikemukakan sebelumnya, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expendeture 2017 sebesar Rp 498 miliar, dengan rincian yakni Rp 398 miliar untuk di Indonesia dan Rp 100 miliar untuk di Filipina.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Mei lalu,  disetujui pembagian dividen tunai sebesar 25 persen dari laba bersih 2016, sebesar Rp 69,48 miliar atau Rp 13,73 per saham. Dividen tunai rencananya akan dibagikan pada bulan Juni 2017. Alex Chin mengatakan, selama tahun ini, target pertumbuhan pendapatan mencapai 20 persen. Hal ini didukung dari ekspansi bisnis dan produksi perseroan.  "Di tahun ini target kami 20 persen growth revenue dari ekspansi bisnis dan produksi," ujar Alex. 

Namun akibat sengitnya persaingan di pasar, memasuki kuartal I/2017 perseroan harus merasakan  penurunan pendapatan sebesar 1,3 persen  menjadi Rp 602 miliar. Sebelumnya di kuartal I-2016, ROTI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 610 miliar.

Selain itu laba  juga mencatatkan penurunan yang signifikan menjadi Rp 27 miliar di kuartal I-2017 atau penurunan sebesar  67 persen.  Padahal di  kuartal I-2016 yang lalu,  perusahaan mencatatkan laba sebesar Rp 86 miliar.

Sementara itu, beban pokok perusahaan mencatatkan peningkatan sebesar 5,8 persen  menjadi Rp 303 miliar di kuartal 1 2017. Di kuartal pertama tahun sebelumnya, beban pokok penjualan ROTI adalah sebesar Rp 286 miliar.

Retour penjualan yang meningkat  tajam ikut menyumbangkan  penurunan  signifikan pada pendapatan perusahaan. Retour penjualan  di kuartal 1 2017 tercatat sebesar Rp 144 miliar atau naik sebesar 74 persen dibandingkan dengan kuartal 1 2016 yang sebesar Rp 82 miliar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Kunjungan Wisatawan manca negara (Wisman)

Sabtu, 23 September 2017 - 16:00 WIB

Kunjungan Wisatawan Inggris dan Jepang ke Bali Naik

Wisatawan Inggris dan Jepang yang berliburan sambil menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Bali meningkat masing-masing sebesar 14,01 persen dan 7,02 persen

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Sabtu, 23 September 2017 - 15:57 WIB

Kapolri: Usut Tuntas Kasus Peredaran Pil PCC

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan agar kasus peredaran pil "paracetamol caffeine carisoprodol" yang telah menimbulkan korban jiwa diusut hingga…

Hombo Batu atau Lompat Batu di Nias, Sumatera Utara (Foto: travelingyuk)

Sabtu, 23 September 2017 - 15:30 WIB

Kenalkan Kebudayaan dan Kesenian, Nias Bakal Gelar Pesta Ya'ahowu 2017

Terletak di Sumatera Utara, Nias memiliki berbagai ragam budaya dan kekayaan alam yang harus diekspos oleh para wisatawan. Oleh karena itu, untuk menarik jumlah kunjungan ke Nias, maka pada…

Gubernur Banten Wahidin Halim Saat Pembukaan FPTL 2017 di Tanjung Lesung. (INDUSTRY.co.id/Irvan AF)

Sabtu, 23 September 2017 - 15:16 WIB

Gubernur Banten Dukung KPK OTT Wali Kota Cilegon

Gubernur Banten Wahidin Halim mengapresiasi Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) yang melakukan OTT terhadap Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi. KPK mengamankan 10 orang termasuk Wali Kota…

Ilustrasi Bandara

Sabtu, 23 September 2017 - 15:01 WIB

Lima Bandara Disiapkan Bila Gunung Agung Bali Meningkat Aktivitasnya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah menyiapkan lima bandar udara untuk mengantisipasi adanya gangguan penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akibat aktivitas…