Devisa Meningkat, Bali Ekspor Produk Tekstil Peroleh US$6,22 Juta

Oleh : Herry Barus | Rabu, 12 Juli 2017 - 12:29 WIB

 IKM tekstil Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
IKM tekstil Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Denpasar- Bali mengekspor pakaian jadi bukan rajutan mampu meraup devisa sebesar 6,22 juta dolar AS selama bulan Mei 2017, meningkat 1,169 juta dolar AS atau 23,12 persen dibanding bulan sebelumnya, karena April 2017 mengantongi sebesar 5,059 juta dolar AS.

"Perolehan tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya juga meningkat 5,723 juta dolar AS atau 61,94 persen, karena pengapalan hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali itu pada bulan Mei 2016 menyumbangkan sebesar 3,846 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Rabu (12/7/2017)

Ia mengatakan, pakaian jadi bukan rajutan hasil usaha kecil skala rumah tangga itu mampu memberikan andil sebesar 12,25 persen dari total ekspor Bali sebesar 50,84 juta dolar AS selama bulan Mei 2017, meningkat 26,84 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 40,082 juta dolar AS.

Pasaran Amerika Serikat menyerap paling banyak pakaian jadi bukan rajutan tersebut yakni 24,23 persen, menyusul Singapura 11,08 persen, Australia 8,87 persen, Hongkong 6,91 persen dan Perancis 6,27 persen.

Selain itu juga menjangkau pasaran Jepang 2,31 persen, China 0,68 persen, Jerman 1,15 persen, Belanda 1,27 persen, Spanyol 5,73 persen dan 31,19 persen sisanya menembus ke berbagai negara lainnya di belahan dunia.

Adi Nugroho menambahkan, pakaian jadi yang diperdagangkan ke luar negeri itu bukan produksi paik, namun dibuat secara manual sehingga memiliki nilai lebih bagi konsumen luar negeri, terutama dari Amerika Serikat, Singapura dan Australia yang selama ini paling banyak membelinya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali melakukan pelatihan desain melibatkan perajin maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan perolehan ekspor non migas daerah ini.

Kegiatan tersebut menyangkut 13 jenis pelatihan menekankan upaya meningkatkan rancang bangun (desain) berbagai jenis produk unggulan daerah ini, termasuk usaha tekstil dan produk tekstil (TPT).

Upaya itu dengan melakukan pendampingan tenaga ahli perancang busana (desainer) untuk perajin usaha tenun. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan lima jenis pelatihan yakni pelatihan disain dan diversifikasi produk tenun, pencelupan benang sutra, tenun endek dan kerajinan tenun songket. (Ant)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: IST)

Jumat, 21 September 2018 - 09:00 WIB

Urbanisasi Berdampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan urbanisasi bisa berdampak positif bagi ekonomi apabila dikelola dengan baik.

World Bank (Foto Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 08:45 WIB

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2 Persen

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,2 persen atau relatif sama dengan proyeksi pemerintah sebesar 5,14-5,21 persen.

D Kandang (skyadventure)

Jumat, 21 September 2018 - 08:37 WIB

Yuk, Ajak Si Kecil ke 5 Tempat Wisata Keluarga di Depok Ini!

Depok memiliki banyak tujuan wisata keluarga yang cocok untuk membawa anak-anak. Berbagai tempat wisata di Depok ini menawarkan petualangan, kesenangan, serta fasilitas lengkap agar kegiatan…

OJK

Jumat, 21 September 2018 - 08:30 WIB

OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Industri Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat melalui peran aktif pelaku usaha jasa keuangan di tanah air.

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Jumat, 21 September 2018 - 08:15 WIB

Melemahnya Perekonomian Tak Pengaruhi Penyaluran KUR

BRI menyatakan lesunya kondisi perekonomian di dalam negeri tidak memengaruhi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di kalangan pelaku usaha.