Wapres Minta SGMW Hasilkan Produk yang Berkualitas Dengan Harga Terjangkau

Oleh : Ridwan | Selasa, 11 Juli 2017 - 22:01 WIB

Menteri Perindustrian, Airlangga hartarto bersama Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat meresmikan pabrik PT SGMW Motor Indonesia
Menteri Perindustrian, Airlangga hartarto bersama Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat meresmikan pabrik PT SGMW Motor Indonesia

INDUSTRY.co.id - Bekasi, Wakil Presiden, Jusuf Kalla meminta kepada PT SGMW Motor Indonesia agar dapat menghasilkan prosuk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

"Harapan ini tentu akan menambah kapasitas industri dan juga dapat menghasilkan mobil-mobil berkualitas dengan harga terjangkau," ungkap Wapres usai meresmikan pabrik Wuling Motors di Cikarang, Bekasi (11/7/2017).

Ia menambahkan, kehadiran industri otomotif tersebut di Indonesia juga diharapkan akan meningkatkan daya saing. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan konten lokal yang saat ini ditargetkan mencapai 56 persen.

Disisi lain, Wapres juga menyakini otomotif yang diproduksi oleh Wuling Motors berkualitas, karena saat ini produk China sudah sangat maju, terlebih lagi pabrik tersebut merupakan perusahan patungan dengan tiga pemegang saham utama yaitu SAIC Motor Corporation Limited, General Motors dan Guangxi Automobile Group.

"Kami yakin, industri ini selalu memperhatikan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau, sehingga masyarakat Indonesia dapat melihat perbandingan-perbandingan dan mempunyai pilihan-pilihan yang baik," terangnya.

Lebih lanjut JK mengatakan, industri mobil mempunyai multi efek yang sangat besar karena membutuhkan industri-industri hulu, baja, plastik, alumunium, karet dan lainnya. "dibutuhkan vendor-vendor yang tentu sangat penting untuk industri lainnya dan juga memberikan lapangan pekerjaan yang sangat besar," kata Wapres.

Seperti diketahui, pembangunan pabrik Wuling Motor dan supplier park sudah dumulai melalui peletakan batu pertama pada bulan Agustus 2015 dengan total nilai investasi mencapai USD 700 juta dan berdiri di atas lahan seluas 60 hektar.

Wuling Motor saat ini telah membawa 15 pemasok komponen internasional ternama dan telah bekerja sama dengan lebih dari 20 pemasok komponen lokal.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 19:00 WIB

CIEP Konferensi Politik Luar Negeri Terbesar di Dunia

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengklaim Konferensi Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 2017 (CIFP) yang akan diadakan pada Sabtu (21/10) merupakan…

Direktur BRI Kuswiyoto, Direktur Susi Liestiowaty, Direktur Utama Suprajarto, Direktur Haru Koesmahargyo dan Direktur Sis Apik berbincang seusai acara rapat umum pemegang saham luar biasa di Jakarta, Rabu (18/10/2017) (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:46 WIB

BRI Hapus Jabatan Wakil Direktur Utama

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk memutuskan untuk menghapus jabatan Wakil Direktur Utama yang selama ini dijabat Sunarso, dan menugaskan dua direksi…

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto (ketiga dari kiri) sedang berlari di ajang Mandiri Bogor Sundown Marathon, Minggu (9/7/2017). (Irvan AF/INDUSTRY)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:25 WIB

Diikuti Pelari dari 50 Negara, Mandiri Jakarta Marathon Siap Digelar 29 Oktober 2017

Ajang lomba lari Marathon, Mandiri Jakarta Marathon yang akan digelar kembali pada 29 Oktober 2017 mendatang akan diikuti sebanayk 16 ribu pelari, bahkan hingga 1.585 pelari yang berasal dari…

Ketua Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal (Foto Ist)

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:00 WIB

Indonesia Berperan Terdepan Tangani Masalah Rohingya Myanmar

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan Indonesia mengambil peran terdepan dalam masalah Rohingya.

Dirut BPJS Ketenagakerjaaan Agus Susanto saat meresmikan Contact Center

Rabu, 18 Oktober 2017 - 17:27 WIB

Aset BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp309 Triliun

Jakarta-BPJS Ketenagakerjaan mempunyai dana kelolaan sebanyak Rp301 triliun, dengan total aset Rp309 triliun hasil iuran dana masyarakat yang menjadi peserta baik institusi maupun perorangan.