Pengusaha Ritel Minta Kembali Dibolehkan Jual Minol, Ini Alasannya

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 11 Juli 2017 - 10:10 WIB

Ilustrasi Penjualan Minuman Beralkohol di Minimarket
Ilustrasi Penjualan Minuman Beralkohol di Minimarket

INDUSTRY.co.id, Jakarta -  Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta pemerintah kembali mengizinkan penjualan minuman beralkohol (mihol) seperti bir di ritel modern. Namun penjualan ini harus disertai dengan pengawasan yang ketat.

Ketua Aprindo Roy N Mande mengatakan, sebenarnya yang diharapkan pengusaha ritel soal penjualan minuman beralkohol bukan larangan, tetapi pengawasan yang lebih baik. Dengan demikian, ritel bisa tetap menjual minuman beralkohol namun kepada konsumen yang tepat.

"Perdagangan itu kalau mengizinkan. Yang kita selalu harapkan adalah bukan pelarangan, karena seluruh dunia pun ada menjual. Tapi ini pengaturan atau monitoring atau pengawasan yang lebih diperbaharui. Kan sudah ada pengaturan terhadap minuman beralkohol di Permendag. Kalau ini mau perbaharui atau diperketat atau diatur sedemikian rupa silahkan, tapi jangan pelarangan," ujar dia di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (10/7/2017).

Menurut Roy, ada sejumlah alasan mengapa pemerintah harus kembali memperbolehkan penjualan minuman beralkohol seperti bir di ritel modern. Salah satunya, yaitu larangan yang diberlakukan selama ini menimbulkan penjualan minuman beralkohol ilegal.

"Karena kalau pelarangan ini sifatnya, pertama, tidak mengakomodasi globalisasi modernisasi. Kedua, kemana konsumen yang memang memakai dan membutuhkan. Ketiga terciptanya black market, menjual bir di jalanan dengan mobil di bagasi mereka parkir di minimarket. Jadi ada black market yang akan masuk. Dari pada black market mending terang-terangan toh pajaknya juga disetorkan ke negara," jelas dia.

Selain itu, lanjut Roy, selama ini perusahaan minuman termasuk minuman beralkohol juga banyak berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan penerimaan negara melalui pajak. Atas pertimbangan tersebut, Roy meminta pemerintah kembali memberikan izin penjualan minuman beralkohol yang disertai dengan pengawasan.

"Pabriknya juga mengkontribusi tenaga kerja dan juga pajak. Jadi sekarang sudah ada beberapa laporan kalau ada pabrik bir yan memindahkan pabriknya ke luar Indonesia, kan sayang berarti investasi ke luar. Tenaga kerja berarti berkurang untuk penyerapannya. Jadi dibutuhkan satu kearifan lokal,  dibutuhkan satu kearifan lokal dan pemandangan global bahwa dunia ini harus lebih modern," tandas dia

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank BTN Dukung Penguatan Usaha Kecil Menengah (Foto Rizki Meirino)

Minggu, 19 November 2017 - 16:00 WIB

Masuk Daftar MSCI, Saham BBTN Bakal Banyak Peminat

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menilai masuknya saham perseroan ke dalam Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Standard Index merupakan kepercayaan yang harus dijaga dengan meningkatkan…

PT Pertamina Lubricants (Foto Ist)

Minggu, 19 November 2017 - 15:59 WIB

Pertamina Lubricants Meraih Platinum SNI Award 2017

Perseroan Terbatas Pertamina Lubricants berhasil meraih Platinum SNI Award 2017 untuk kategori Perusahaan Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka dari Badan Standardisasi Nasional.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Minggu, 19 November 2017 - 15:51 WIB

Produksi Migas MEDCO Naik

Produksi minyak dan gas bumi PT Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Natuna Ltd naik pada semester pertama 2017 dibanding periode sama tahun sebelumnya yang antara lain disebabkan adanya pengambilalihan…

Listrik Ilustrasi

Minggu, 19 November 2017 - 15:47 WIB

YLKI: Konsumsi Listrik Indonesia Masih Rendah

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan konsumsi listrik Indonesia masih rendah sehingga penghapusan tarif listrik kelas daya terendah tidak tepat…

Teguh Santosa Ketua Umum SMSI (Foto Ist)

Minggu, 19 November 2017 - 15:33 WIB

PWI Fasilitasi UKW untuk Wartawan Perusahaan Media Siber Anggota SMSI

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memberi kesempatan kepada wartawan yang bekerja di perusahaan media siber anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan…