Harga Garam Meroket, Industri di Jabar Terancam Tak Produksi

Oleh : Ridwan | Minggu, 09 Juli 2017 - 14:55 WIB

Ilustrasi Tambak Garam
Ilustrasi Tambak Garam

INDUSTRY.co.id - Bandung, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Deddy Widjaya meminta pemerintah agar segera mengeluarkan izin impor garam secepatnya. Pasalnya, saat ini, mayoritas industri di Jawa Barat terancam tidak bisa berproduksi lagi akibat meroketnya harga garam hingga 400 persen.

"Selain mahal, garam pun langka," ungkap Deddy Widjaya melalui keterangan tertulisnya di Bandung, Jawa Barat (9/7/2017).

Ia menambahkan, saat ini, mayoritas industri strategis membutuhkan garam di antaranya, industri tekstil, penyamakan kulit, aneka pangan hingga farmasi. Parahnya lagi, Jabar merupakan pemakai garam terbesar.

Sementara itu, harga garam di pasaran sudah mengalami kenaikan hingga 400 persen dari semula Rp 700 menjadi Rp 3.500 bahkan ada yang Rp 4.000 per kg. Dengan harga yang tinggi, sudah bisa dipastikan industri di Jawa Barat tidak bisa bersaing lagi.

"Bukan hanya mahal, barangnya pun tidak ada. Ini jadi masalah. Kami minta pemerintah jangan membiarkan industri banyak yang gulung tikar akibat tidak adanya garam," katanya.

Deddy menilai, apabila, keberadaan PT Garam tidak bisa memberikan solusi konkret terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional, maka ia mendorong agar perusahaan plat merah itu sebaiknya dibubarkan. Kemudian, regulasi untuk impor dibuka seluas-luas untuk semua pihak.

"Kalau masalah garam ini tidak bisa diatasi, maka masyarakat sendiri yang akan menanggung kerugiannya karena harga barang menjadi mahal," katanya.

Terkait kebutuhan garam ini, menurut Deddy, Apindo Jabar siap menjadi regulator dan mengatur kebutuhan garam untuk memenuhi industri. "Buka regulasi seluas-luas untuk impor garam," pungkasnya.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gerai Mitra 10. (Foto: Panoramio)

Senin, 16 Juli 2018 - 21:08 WIB

Jadi Pemegang Saham Strategis di CSAP, SCG Percepat Pertumbuhan Mitra 10

Siam Cement Group (SCG), salah satu pemimpin konglomerat bisnis di ASEAN, hari ini, Senin (16/7/2018) mengumumkan penandatanganan perjanjian kerja sama denganPT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (Kode…

Tim Wushu Indonesia yang berlagapada ajangKejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasilia, Brasilberfoto bersama denganDuta BesarIndonesiauntuk Brasil, TotoRiyanto (Foto: Dok. Kemenperin)

Senin, 16 Juli 2018 - 20:33 WIB

Harumkan Nama Bangsa di Kejuaraan Dunia, Tim Wushu RI Juga Bawa Misi Ekonomi Berkelanjutan

Tim Wushu Indonesia mampu harumkan nama bangsa di ajang Kejuaran Dunia Wushu Junior ke-7 (7th World Junior Wushu Championships) di Brasilia, Brasil yang berlangsung pada tanggal 9-15 Juli 2018.…

PLN Ilustrasi

Senin, 16 Juli 2018 - 20:00 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat PLN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap…

Dirut PLN Sofyan Basir beserta manajamen menggelar konferensi pers perihal kasus PLTU Riau 1, Senin (16/7/2018) (Dok: INDUSTRY.co.id)

Senin, 16 Juli 2018 - 19:42 WIB

Tersandung Hukum, PLN Hentikan Proyek PLTU Riau 1

Manajemen PLN akhirnya memutuskan proyek pembangunan PLTU Riau 1 hingga proses hukum selesai. Dimana PLTU Riau 1 merupakan proyek konsorsium anak usaha PLN yaitu PT Pembangkit Jawa Bali (PJB)…

Sofyan Basir (Foto/Rziki Meirino)

Senin, 16 Juli 2018 - 19:30 WIB

Dirut PLN: Status Saya Adalah Saksi

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir mengatakan status hukumnya usai rumahnya didatangi KPK adalah masih sebagai saksi.