Capital Life Gandeng Asuransi FPG Berniat Menjadi Perusahaan Asuransi Terbaik Indonesia

Oleh : Hariyanto | Minggu, 09 Juli 2017 - 13:01 WIB

Asuransi Ilustrasi
Asuransi Ilustrasi

INDUSTRY.co.id , Jakarta - Capital Life melakukan penandatanganan MOU dengan PT Asuransi FPG Indonesia (FPG Indonesia) pada Jumat, (7/7/2017) di Kantor FPG Indonesia yang berlokasi di Chase Plaza Tower Lantai 4 setelah sebelumnya sukses melaksanakan perjanjian kerjasama dengan beberapa institusi baik perbankan maupun asuransi umum.

FPG Indonesia bercita-cita untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui penyediaan jasa asuransi yang tepat, efisien dan menyeluruh. Hal ini menjadi dasar dari kerjasama yang hari ini dibangun antara Capital Life dan FPG Indonesia.

Diharapkan inovasi yang nantinya dihasilkan melalui kerjasama yang sudah terjalin menjadikan Capital Life dan FPG Indonesia sebagai perusahaan asuransi terbaik di Indonesia.

Acara penandatanganan MOU ini dihadiri oleh Komisaris Utama PT Capital Life Indonesia, Hengky Setiono, Direktur Utama PT Capital Life Indonesia Antony Japari, dan Direktur Keuangan Julina Hasan, sedangkan dari PT. Asuransi FPG Indonesia dihadiri oleh Sancoyo Setiabudi selaku Chief Executive Officer, dan Banua Sianturi, Chief Distribution Officer.

Direktur Utama PT Capital Life Indonesia (Capital Life) Antony Japari memaparkan kinerja PT Capital Life Indonesia untuk kuartal II tahun 2017.

"Apabila dibandingkan kinerja kuartal I tahun 2017, pendapatan premi kuartal II 2017 mencapai Rp. 1.246.205 Triliun. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 7.96% sebab pendapatan premi kuartal I 2017 adalah Rp. 1.147.060 Triliun," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk aset, juga terjadi peningkatan sebesar 15% yaitu dari Rp. 3.9 Triliun di kuartal I menjadi Rp. 4.6 Triliun di kuartal II 2017. Ekuitas Capital Life per 30 Juni 2017 tercatat sebesar Rp. 956.727.687.100 dengan rasio pencapaian solvabilitas atau RBC Capital Life mencapai diatas 200 % di kuartal II 2017.

"RBC tersebut melebihi syarat minimum regulator (OJK) yaitu 120%. Per 30 Juni 2017, CLI juga sudah memproteksi  hamper 100,000 orang tertanggung, tambahnya.

Sementara Sancoyo Setiabudi selaku Chief Executive Officer, dan Banua Sianturi, Chief Distribution Officer memaparkan kinerja PT Asuransi FPG Indonesia untuk kuartal II tahun 2017. "Apabila dibandingkan kinerja kuartal II tahun 2016, pendapatan premi sampai dengan  kuartal II 2017 mencapai Rp. 410 miliar,"katanya.

"Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 8% sebab pendapatan premi sampai dengan kuartal II 2016 adalah Rp. 379,5 milliar," imbuhnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT PP

Jumat, 20 Juli 2018 - 21:04 WIB

Dewan Komisaris PTPP Kunjungi Proyek Runway 3 Bandara dan Urbantown

Jakarta PT PP Tbk tengah mengerjakan proyek pembangunan Runway 3 Section 2 Bandara Soekarno Hatta. Melihat kebutuhan Runway Eksisting yang ada saat ini sudah melebihi kapasitas, maka diperlukan…

China dan Amerika

Jumat, 20 Juli 2018 - 20:04 WIB

Perang Dagang, RI berpotensi jadi Repacking produk China

Dirjen Perundingan Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo mengungkapkan beberapa hal yang harus diwaspadai dari perang dagang AS-China. Salah satunya adalah…

Pameran "Karya Kreatif Indonesia-Pameran Kerajinan UMKM Binaan Bank Indonesia

Jumat, 20 Juli 2018 - 19:52 WIB

BI Terapkan Tiga Hal Ini Pasarkan UMKM Go Internasional

Bank Indonesia (BI) menyatakan, pameran "Karya Kreatif Indonesia-Pameran Kerajinan UMKM Binaan Bank Indonesia tidak saja untuk mengangkat karya kreatif dan UMKM binaan BI kepada masyarakat luas,…

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 17:50 WIB

Pemerintah Harus Dorong Intensifikasi Jagung Nasional

Pemerintah harus dapat mendorong beragam upaya intensifikasi dalam rangka meningkatkan produktivitas komoditas jagung nasional sehingga ke depannya Indonesia juga bisa benar-benar berswasembada…

Telur ayam (Foto Dok Industry.c.id)

Jumat, 20 Juli 2018 - 17:45 WIB

Pemerintah Perlu Dalami Permasalahan Pasokan Telur Ayam

Pemerintah perlu benar-benar mendalami berbagai hal yang terkait dengan permasalahan berkurangnya pasokan telur ayam ke berbagai daerah yang juga mengakibatkan melonjaknya harga komoditas tersebut.